TASAWUF AL-HIKAM
RENUNGAN QIYAMULLAIL

بِسْـــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْـــــــمِ 

HIKMAH. 6.
DOA YANG TERHIJAB

Banyak orang berdoa, beribadah, berikhtiar, tetapi bertambah stress dan gelisah. Itu semua disebabkan oleh niat dan cara pandangnya kepada Allah yang sempit. Sehingga, bukan qolbunya yang menghadap Allah, tetapi nafsunya. Janganlah saat dan kondisi yang membuatmu senang ketika berdoa, adalah hajat-hajatmu yang terpenuhi, bukan berbahagia bermunajat kepada Tuhanmu. Hal inilah yang bisa menyebabkan anda termasuk orang yang terhijab.

Bahwa kita ditakdirkan bisa bermunajat kepada-Nya, seharusnya menjadi puncak kebahagiaan kita. Bukan pada tercapainya hajat kebutuhan kita. Kenapa kita bisa terhijab atau tertutupi tabir dengan Allah..? Karena kita kehilangan Allah, ketika berdoa, dan yang tampak adalah kebutuhan dan hajat kita, bukan Allah SWT, Dzat tempat kita bermunajat.

 اَسْتَغْفِرُ اللهَ اْلعَظِيْمَ

Continue reading

Hidayah dari Kisah : KERJASAMA NUH DAN IBLIS

Image

Nabi Nuh adalah seorang petani dan tukang kayu tentu pekerjaan setiap harinya menanam pohon sebagai petani dan menebang pohon sebagai tukang kayu.

Pada suatu hari Nuh menanam pohon kurma, setiap menanam siang sampai sore, paginya selalu sudah tercabut dari lobangnya dan pohon kurmanya ditaruh dekat lobang tempat Nuh menanam pohon kurma tersebut.

Nuh berdiri didekat lobang sambil bergumam, pasti ini kerjaan iblis mencabuti pohon yang aku tanam, namun mau aku tegur gak ada saksi yang melihat pencabutan pohon kurma ini. Saat Nuh bergumam sendirian datanglah malaikat Jibril memberitahukan kepada Nuh bahwa iblis yang terkutuk telah mencabuti pohon kurma yang kau tanam. Tidak begitu lama iblis datang ikut nimbrung, sebelum iblis berkata Nuh menegur iblis “apa yang mendorongmu untuk mencabut pohon kurma yang aku tanam ?”

Iblis menjawab ; saya cabuti karena kau gak memberi bagian hasilnya kepadaku.

Nuh pun bertanya ; apa hubungannya mesti membagi hasil dengan kamu, tanah saya, benih kurmapun milik saya, yang menanam, memupuk dan merawat juga saya, kok seenaknya kamu minta bagian ?!

Iblis berkata ; demi Tuhan… kita gak ada hubungan kerja tapi hubungannya kamu tanam aku merusak, tanam sebanyak-banyaknya dan aku tetap mencabuti semuanya, kalau kau gak kasih bagian untukku… haaa… haaa… asyikkan..?!  Berilah aku bagian dari hasil panen kurma yang kau tanam ini…!!!

Nuh berkata pada iblis ; oke demi kedamain aku berikan 1/3 dari hasil panen.

Iblis dengan angkuh menjawab ; 1/3 dari hasil panen itu bukan pemberian tapi penghinaan, naikkan pemberianmu agar gak aku ganggu..!!!

Nuh pun mengalah dan menawarkan separuh hasil panen untuk iblis separuhnya untuk Nuh.

Iblis tetap menolak, Nuh pun tidak mau memberikan lebih banyak, iblis tetap minta lebih banyak dari bagian Nuh tanpa argumentasi yang jelas hanya mengatakan kalau kamu tanam aku yang merusak. Nuh pun tetap tenang dan tersenyum atas permintaan iblis yang gak masuk akal, raut muka Nuh tetap tenang tak ada guratan tanda kemarahan sedikitpun diwajahnya.  Nuh tetap senyum ramah yang mempesona. Betapa sabarnya Nuh dengan diganggu iblis yang sangat biadap, Nuh tetap senyum dan bertahan dengan prinsipnya fifty-fifty.

Akhirnya malaikat Jibril mendekati Nuh dan membisikkan kata-kata kepada Nuh ; “wahai utusan Allah, berbuat baiklah karena sesungguhnya kebaikan itu berasal darimu”

Maka Nuh menyadari bahwa Allah telah menjadikan iblis berkuasa atas pohon kurma itu, lalu Nuh memberikan ¾ bagian untuk iblis dan hanya ¼ untuk Nuh.

 

Betapa jahatnya iblis memperbudak manusia yang bernama Nuh, kejadian tersebut dimasa sekarang pun tetap masih ada, bahwa dizaman sekarang iblis yang menampakkan diri sebagai manusia selalu memeras manusia yang lemah mencari nafkah dengan jujur dan taat. Bentuk iblis yang bermuka manusia saat ini adalah para gali (preman) berdasi maupun gali yang bertatto, bentuknya saja yang berbeda dasi dan tatto, ahlaq nya sama-sama iblis. Iblis berdasi adalah koruptor, iblis bertatto adalah pemeras kaki lima yang berdalil keamanan, padahal yang membikin tidak aman mereka para iblis tatto dan dasi.

Nuh adalah teladan yang luar biasa sabar dan selalu bersyukur apapun kejadiannya, tidak pernah berharap kepada mahluk hanya pada Allah berharapnya. “Hanya pada-Mu ya Allah aku berharap, dan hanya pada-Mu ya Allah aku taat” itulah keyakinan Nuh si-raja sabar dan syukur.

 

Sejak kejadian perampokan oleh iblis atas hasil panen kurma, Nuh lebih taat untuk beribadah kepada Tuhan. Tidak ada rasa kecewa dan benci kepada iblis, Nuh sangat tahu bahwa benci, marah, iri hati dan kebiadaban-kebiadapan adalah jalan iblis untuk merusak hati manusia. Nuh sebagai manusia tidak mau membuatkan jalan iblis untuk masuk kehatinya, yang sudah terjadi ya sudah dinikmati dan disyukuri saja, semua itu ketentuan-Nya. “Bekerjalah seperti hidup abadi, dan berdoalah seperti besuk mau mati” itulah keyakinan yang tertanam dalam hatinya Nuh.

Nuh yang sangat taat kepada Tuhan selalu mendapat hidayah (petunjuk)-Nya. Pernah Nuh tersinggung oleh ucapan iblis, Tuhan pun memberi hidayah bahwa dengarkan ucapan iblis didalam ucapan ada hidayah-Ku. Nuh pun segera mendengarkan ucapan iblis yang mengatakan ; “Jika kami mendapatkan anak Adam itu kikir, tamak, zina, hasad, maksiat, sewenang-wenang dan tergesa-gesa, maka kami akan mempermainkannya seperti bola. Adapun jika sifat-sifat tersebut terhimpun pada seseorang, maka kami menamainya setan”

Sungguh benar ucapan iblis tersebut, namun dilain waktu ucapan baiknya hilang keluar jahatnya yaitu memperbudak Nuh dengan penuh kesrakahan meminta hasil panen kurma yang lebih besar dari pemilikya.

Begitulah sifat iblis yang jahat, namun sejahat-jahat iblis yang saat ini sudah berbentuk manusia janganlah kau benci, mereka adalah ciptaan Tuhan juga dan tetap ada menfaatnya yaitu mengingatkan kita jangan ikutan berkelakuan iblis seperti dia yang kikir, tamak, zina, hasad, maksiat, sewenang-wenang dan tergesa-gesa.

Semua kejadian didunia pasti ada sutradaranya yaitu sutradara Agung Tuhan yang serba bisa, tanpa ada satu mahlukpun yang bisa menghalangi kehendak-Nya.

Bagi kita sebagai manusia, kejadian iblis dan Nuh adalah kejadian biadap iblis kepada Nuh, namun Nuh adalah manusia yang luar biasa sabarnya sehingga menganggap iblis tidak biadap tapi kerjasama yang baik antara iblis dan Nuh. Sungguh luar biasa cara berpikir Nuh, selalu khusnuldhon (berprasangka baik) kepada Tuhan karena iblispun mahluk-Nya. Tuhan Maha Pencipta, yang menciptakan dunia akherat lengkap dengan isinya. Maka Nuh tidak mau berprangka pada mahluk-Nya, selalu berprasangka pada pencipta mahluk yaitu Tuhan yang serba bisa dan kuasa. Berprasangka kepada Tuhan haruslah baik agar selalu mendapat kebaikan-Nya, sesuai firman Tuhan ; “Aku menuruti prasangka hamba-Ku”  hamba-Ku berprasangka baik kepada-Ku, Aku limpahkan kebaikan. Hamba-Ku berprasangka buruk kepada-Ku, Aku limpahkan keburukan. Hamba-Ku menjauhi-Ku, Akupun jauh…. hamba-Ku mendekati-Ku…. Akupun mendekat. Hamba-Ku mendekati-Ku dengan berjalan… Aku mendekati hamba-Ku dengan berlari, hamba-Ku mendekati-Ku dengan berlari…. Aku mendekati hamba-Ku dengan kecepatan kilat dan petir.

Sungguh Nuh hanya berserah diri kepada Tuhan, selalu menerima apa yang terjadi pada dirinya, karena segala kejadian itu hanyalah sebagian kecil sekenario Tuhan untuk menguji hambanya.

 

Cahaya orang bijak mendahului ucapan mereka. Ketika cahaya terpancar, nasihat pun akan sampai.

 

Siapa yang berbicara karena memandang kebaikan dirinya, ia akan berhenti ketika berbuat salah. Namun, siapa yang berbicara karena memandang anugerah Allah padanya, ia tidak akan berhenti ketika berbuat salah.

 


Hidayah Dari Kisah : HAM DAN YAFITS ANAK DURHAKA NUH

 

Image

As-Sakan adalah nama kecil nabi Nuh yang sabar dan bijaksana, berbagai ujian hidup sebagai nabi sangat berat mampu dilaluinya dengan berserah diri kepada Tuhan. Berurai air mata penuh doa menjadikan nama dia dari As-Sakan menjadi Nuh yang artinya air mata ketaatan kepada Tuhan.

Menangis dan tertawa karena Tuhan adalah tanda dan bukti ketaatan iman. Tertawa dan menangis karena dunia tanda tidak ada ketaatan dan tak ada iman.  Itulah bukti nabi dan ummatnya yang selalu bertolak belakang, tidak ada kebaikan yang bermesraan dengan kejahatan, yang baik selalu mengajak keatas taat pada Tuhan, yang jahat selalu mengajak kebawah taat pada setan.  Kebaikan, kemajuan, kemoderenan pasti keatas. Keburukan, kecurangan, kebohongan, kemaksiatan, kemunduran, kehancuran pasti kebawah.

Nabi Nuh mempunyai beberapa anak diantaranya adalah Syam, Ham dan Yafits, dari ketiga anaknya mempunyai sifat yang berbeda, Syam taat pada bapaknya, Ham dan Hafits selalu menantang ajaran bapaknya.

Pada suatu saat nabi Nuh tertidur disurau tempat beliau bedoa, saat itu udara cerah berhembus angin sepoi-sepoi nikmat sejuk melelapkan tidurnya Nuh, angin sepoi-sepoi semakin kencang hingga menyingkap jubah Nuh sampai kelihatan aurat (kemaluan) nya. Ham dan Hafits tertawa, Syam  membentak mereka berdua dan melarangnya tertawa, perbuatan mentertawakan orang tua yang lagi tertidur dan kelihatan auratnya itu perbuatan durhaka. Diberi tahu baik-baik oleh Syam, Ham dan Hafits tambah tertawa kepingkal-pingkal sambil mengejek Syam. Setiap kali Syam menutup jubah bapaknya yang tersingkap, Ham dan Hafits menyingkapkan kembali agar kelihatan auratnya.

Tertawa Ham dan Hafits yang semakin keras membangunkan bapaknya, waktu Nuh terbangun melihat Ham dan Hafits tertawa keras terpingkal-pingkal dengan wajah riang. Nuh bertanya kepada anak-anaknya ; Ada apa ini ?

Syam menjelaskan kepada bapaknya sesuai kejadian yang mereka alami. Nuh sangat tahu tabiat kelakuan ahlaq Ham dan Hafits yang durhaka. Nuh langsung mengangkat tangannya kelangit dan berdoa :  “Ya Tuhan, ubahlah air sulbi (sperma) Ham dan Yafits”.  Maka Tuhan mengubah sperma kedua anak Nuh Ham dan Hafits.  Oleh karena itu, seluruh orang yang berkulit hitam adalah berasal dari keturunan Ham, sedangkan seluruh orang Turki, Bulgaria, Ya’jij wa Ma’juj adalah dari keturunan Yafits, dan seluruh orang yang berkulit putih selain mereka adalah dari keturunan Syam.

Kemudian Nuh berkata pada Ham dan Yafits, : “Tuhan akan menjadikan keturunan kamu berdua sebagai pelayan bagi keturunan Syam sampai hari kiamat karena Syam telah berbakti kepada orang tua. Maka sifat durhaka kamu berdua akan senantisa tampak dalam keturunan kamu berdua, dan sifat bakti akan senantiasa tampak dalam keturunan Syam selama dunia ini masih ada”

Setelah kejadian tersebut permusuhan antara kelompok pembangkang terhadap kebenaran dan pembela kebenaran sangat tajam, Nuh tetap mengajak taat pada kebenaran Tuhan, walaupun sangat ditindas oleh pihak penentang. Nuh sangat sadar bahwa perbedaan pendapat dan permusuhan itu pasti selalu ada didunia, yang dahulu berawal dari permusuhan Qabil dan Habil, saatnya Nuh perbedaan dan permusuhan pun ada, yaitu Ham, Yafits dan Syam. Atas pengetahuan yang dimiliki Nuh maka dia bisa sabar, orang yang tidak sabar itu adalah orang yang tidak berpengatuhuan alias bodoh, maka mereka suka menindas dan srakah.

Sampai saat inipun permusuhan semakin banyak dan tajam yang diperebutkan sudah bukan kebenaran lagi tapi berebut kekuasaan, kerusakan, pelanggaran, kehinaan, kemaksiatan dan seabrek kebobrokan, semakin tidak jelas mana sih yang benar…? itulah yang disebut keturunan Ham dan Hafits dari golongan Ya’juj dan Ma’ruj  yang muncul di akhir zaman, yang memiliki kekuatan sebagai perusak dan penghancur kehidupan dimuka bumi.

Kisah tentang kaum Ya’juj dan Ma’ruj terdapat dalam ajaran agama Yahudi, Kitab kejadian umat Kristen dan Kitab umat Islam, Al-Qur’an.  Ketiga agama Tuhan menjelaskan dan membenarkan hal tersebut, khabar Ya’juj dan Ma’ruj khabar langsung dari Tuhan dalam kitab-kitab suci-Nya, pastilah benar adanya.  Dalam Al-Qur’an dijelaskan di Surat al-Kahfi ayat 92-98.

Pada zaman Nuh iblis pernah berbuat baik kepada Nuh memberitahukan bahwa ummatnya Nuh berkelakuan jahat melebihi jahatnya iblis itulah manusia yang bersifat Ya’juj dan Ma’ruj. Iblispun berkata sebagai berikut : “Jika kami mendapatkan anak Adam itu kikir, tamak, zina, hasad, maksiat, sewenang-wenang dan tergesa-gesa, maka kami akan mempermainkannya seperti bola. Adapun jika sifat-sifat tersebut terhimpun pada seseorang, maka kami menamainya setan”

Pada zaman Nuh, iblis sudah mengeluh atas kelakuan manusia, apalagi zaman sekarang iblis minta pensiun dari pekerjaan menjerumuskan manusia kepada Tuhan, namun tidak dikabulkan. Alasan iblis manusia saking gilanya sudah bisa mencetak pabrik dosa justru iblislah yang dimasukan neraka oleh manusia untuk bersama-sama pesta dosa dineraka… haaa… busyeeet …..

Atas kejadian dari awal kisah Nuh diuji kesabaran oleh ummatnya, sampai terakhir Nuh diuji kesabarannya oleh anak dan istrinya. Apakah Nuh tetap bisa bertahan kesabarannya ?!

Akhirnya Nuh bersimpuh ditengah malam berdoa dan menangis, matanya mengeluarkan air mata ketaatan kepada Tuhan, memohon keadilan hukuman untuk ummatnya yang membangkang.  Tsunami hukuman ummat Nuh akan segera datang.

Andil nafsu dalam perbuatan maksiat tampak jelas, sedangkan andilnya dalam perbuatan taat samar tersembunyi. Mengobati yang tersembunyi itu amatlah sulit.

 

Kadang kala penyakit riya’ (sombong) masuk kedalam dirimu dari tempat yang tak terlihat oleh makhluk.

(Ibnu Atha’illah)


Hidayah Dari Kisah : AS-SAKAN NAMA NABI NUH

Image

Siapa nama nabi Nuh sebelum ditunjuk Tuhan sebagai Rasul untuk da’wah (mengajak) ta’at kepada Tuhan ? Nama Nuh sebelum menjadi nabi adalah As-Sakan, karena keuletan dan kesabarannya As-Sakan mendapat nama panggilan Abdul Gafar (artinya ; sang pema’af).

Nuh adalah seorang petani yang tekun sabar dan bijaksana, sifatnya suka menolong orang, adil dan bijaksana begitulah kata masyarakat. Maka dapat panggilan tambahan yaitu Abdul Malik ( artinya ; Sang Raja yang adil dan bijaksana). Dua nama baik disandangnya sebagai sang pema’af dan sang raja yang adil bijaksana.

Abdul Gafar dan Abdul Malik adalah dua nama satu orang yang sifatnya sangat disukai oleh masyarakat, namun masyarakat tidak suka ajaran yang dida’wah kannya yaitu ajaran menyembah Tuhan yang Esa.  Ajaran yang tidak layak bagi masyarakat yang biasa liar seperti binatang tanpa agama.

Dalam agama Nuh melarang manusia berbuat jahat, mencuri, mabuk, bohong, menindas, judi, zina dan berbagai macam kemaksiatan. Itulah ajaran agama Nuh dari Tuhan yang di syi’arkan oleh Abdul Gafar yang Malik. Istri dan Anaknya pun tidak menyukai ajaran Tuhan yang disyi’arkan ayahnya. Karena kerasnya perlawanan ajaran Tuhan yang disyi’arkan oleh Abdul Gafar yang Malik, sang Nabi dianggap gila karena berlawanan dengan budaya masyarakat yang hobby bermaksiat. Nuh merasa tidak sukses dalam syi’ar sampai sang Nabi menangis setiap malam bertahun-tahun memohon pada Tuhan untuk menyadarkan ummatnya yang selalu melawannya. Atas kebiasaan berdoa khusuk dengan penuh tangis menangisi dirinya sendiri yang merasa tidak sukses dalam da’wahnya, maka Abdul Gafar yang Abdul Malik diberi nama Nuh artinya air mata ketaatan pada Tuhan.

 

Sejak resmi menjadi Nabi dengan nama nabi Nuh, tantangan semakin berat karena dianggap gila oleh masyarakat bahkan istri dan anaknya pun menganggap ayahnya gila. Melarang kenikmatan jasmani yang uuueeennaaak… yaitu zina, tentu masyarakat, istri dan anaknya menganggap ayahnya gila, kuno gak gaul, perbuatan uuueeenaak kok dilarang, yang penting kan suka sama suka ya yess lah… begitu kata masyarakat. Tabiat kelakuan ummat Nuh kurang lebih seperti zaman sekarang yang menganggap zaman modern padahal seperti zamannya nabi Nuh, jadi mundur ribuan tahun yang lalu. Modern itu tidak zina, tidak narkoba, tidak korupsi, tidak jahat, tidak merugikan orang lain. Selalu taat pada peraturan Tuhan begitulah firman-Nya.

 

Kurang ajarnya ummat Nuh sudah tidak patut lagi untuk dida’wahi, biadabnya luar biasa melebihi sifat anjing kampung yang gila. Pengikut Nuh hanya beberapa puluh manusia saja, yang memusuhi ratusan ribu manusia. Salah satu contoh kurang ajarnya ummat Nuh adalah, orang tua yang mempunyai anak balita menaikkan anaknya diatas kepala Nuh sambil berkata “Wahai anakku, jika kamu masih hidup sepeninggalanku, maka janganlah sekali-kali kamu mena’ati orang gila yang bernama Nuh ini” 

Dalam suasana ujian yang sangat berat bagi Nuh, pernah iblis memberi khabar baik dan benar namun Nuh tidak menanggapinya, setelah Nuh ditegur Tuhan barulah Nuh menanggapi ucapan iblis yang ternyata benar.

 

Iblis mendatangi Nuh dan berkata ; “Engkau telah memberikan anugerah yang besar kepadaku, maka terimalah nasihatku karena sesungguhnya aku tidak akan mengkhianatimu”

Nuh merasa sakit hati dengan perkataan iblis dan permintaannya itu.

Dengan cepat dan tepat Tuhan mewahyukan kepada Nuh ; “Berbicaralah kepada iblis dan terimalah nasihatnya karena sesungguhnya Aku (Tuhan) akan menjadikan dia berbicara dengan benar kepadamu”

Nuh akhirnya menanggapi iblis, “berbicaralah wahai iblis”

Iblis, berkata ; “Jika kami mendapatkan anak Adam itu kikir, tamak, zina, hasad, maksiat, sewenang-wenang dan tergesa-gesa, maka kami akan mempermainkannya seperti bola. Adapun jika sifat-sifat tersebut terhimpun pada seseorang, maka kami menamainya setan”

Nuh berkata pada iblis ; “Anugerah besar apakah yang telah aku lakukan untukmu..?! ”

Iblis menjawab ; “Engkau telah berdoa kepada Tuhan untuk membinasakan penduduk bumi, maka dalam sesaat engkau telah menjadikan mereka masuk neraka sehingga aku menjadi santai, tidak perlu bekerja keras untuk menyesatkan mereka dalam waktu yang lama sekali”     

 

Iblis ternyata khawatir juga kalau manusia dimatikan bersama dan semua masuk neraka tanpa ikut campur mereka, iblis merasa tidak berprestasi.  Manusia memiliki alat untuk memasukan dirinya ke neraka, nama alat tersebut adalah kesombongan. Padahal Tuhan telah mengingatkan sesuai firman-Nya : “Janganlah kau pakai jubbah-Ku yang bernama Muta’kabir (kesombongan), kalau kau pakai jubbah(pakaian)-Ku pastilah kau akan hancur”.  Banyak manusia sombong karena merasa dirinya pintar, hebat dan berilmu sehingga merasa bisa segalanya. Manusia berilmu yang rendah hati pasti tidak sombong dan bermanfaat bagi orang lain seperti nabi Nuh, sedangkan manusia yang tinggi hati pasti sombong tidak bermanfaat bagi orang lain seperti ummat nabi Nuh.

 

Hanya pada Tuhan kita bergantung dan kepada sesama manusia kita mengaplikasikan gantungan kita. Tuhan tidak pernah menipu hamba-Nya, hambalah yang selalu menipu Tuhan dengan berbagai alasan. Apakah mampu tiupan menundukan angin topan..?

 

Tutup (perlindungan) Allah ada dua : tutup yang menghalangi perbuatan maksiat dan tutup ketika melakukan maksiat. Manusia pada umumnya berharap supaya ditutupi dalam melakukan maksiat karena khawatir derajat mereka jatuh dimata makhluk. Adapun kalangan khusus berharap ditutup (dicegah) dari perbuatan maksiat karena khawatir kedudukan mereka jatuh dalam pandangan Allah.

(Ibnu Atha’illah)

 

 

“Mereka bersembunyi dari manusia, tetapi mereka tidak bersembunyi dari Allah, padahal Allah beserta mereka.

(QS.4:108)  

 

 


Hidayah Dari Kisah : KEMATIAN ADAM DAN WASIATNYA

Image

Ada awal ada akhir, ada atas ada bawah, ada hitam ada putih, ada panas ada dingin, ada pria ada wanita, ada Adam ada Hawa, ada pahala ada dosa,  ada Surga ada Neraka. Tuhan menciptakan dunia seisinya selalu berpasangan itulah yang disebut asbab dalam dunia tasawuf atau hukum kausalitas, hukum tersebut diciptakan agar manusia selalu berpikir jika ada sebab ada akibat, ada aksi ada reaksi, ada awal ada akhir,  maka manusia diwajibkan untuk berpasang-pasangan, jangan berkhayal bisa bahagia tanpa pasangan. Adanya kita saat ini membaca tulisan ini pasti adanya kedua orang tua kita, dan kedua orang tua kita pasti dari ada dan berakhir tidak ada, termasuk kita juga diawali dari lahir menuju kematian, keluar dari lubang dan masuk kelubang untuk meninggalkan semua yang pernah kita lihat yaitu dunia seisinya. Adam dari diciptakan juga berakhir dengan diambil oleh yang menciptakan yaitu Tuhan, sangat adil Tuhan sang pencipta dunia akherat lengkap dengan isinya.

Mati itu pasti karena adanya hidup, maka siapkan dan sambutlah dengan gembira atas kedatangannya, kita tidak akan tahu kapan datangnya karena itu rahasia Tuhan agar manusia selalu bersiap-siap atas datangnya maut.

 

Konon khabarnya pada jaman bahola sebelum diciptakannya manusia, disurga ada muktamar akbar para malaikat untuk menduduki jabatan baru yaitu malaikat pencabut nyawa manusia. Didalam muktamar tersebut terjadi kegaduhan yang luar biasa ramainya, disebabkan semua malaikat menolak jabatan pencabut nyawa manusia. Akhirnya Tuhan pun bertanya pada para malaikat kenapa menolak jabatan terhormat tersebut ?!

Jawab malaikat ; pastilah manusia akan marah dan mengumpatinya karena tanpa sebab langsung dicabut nyawanya…. wassalam mati…. manusia lagi asyiknya gurau dengan keluarganya tertawa ria cabut nyawa… mati… lagi olahraga sehat-sehatnya cabut nyawa mati… wooo… pastilah mereka ngamuk, begitulah argumen malaikat.

Tuhan tertawa geli atas argumen malikat, Tuhan pun berfirman ; haaiii… para malaikat yang sangat bertanggung jawab atas cintamu pada-Ku, tentu Aku memperhatikan keluhanmu dan langsung Aku beri solusi atas keluhanmu itu, yaitu ; setiap kau mau mencabut nyawa manusia Aku beri argumentasi yang tepat yaitu sakit, maka manusia tidak akan marah karena merasa dia mati karena sakit. Padahal manusia mati karena jatah hidupnya sudah habis dan itu kehendak-Ku, jatah hidupnya itulah yang saya rahasiakan untuk menguji ketaatan mereka kepada-Ku.   Akhirnya malaikat izro’il terpilih sebagai malaikat pencabut nyawa.

 

Setelah semua disiapkan oleh Tuhan untuk menyambut penciptaan manusia, maka diciptakanlah bumi seisinya, langit lengkap dengan bintangnya, bulan berpasangan dengan matahari siap dengan cahayanya. Malaikat bagian humas penyebar berita dari Tuhan yang bernama Jibril, penyebar rejeki Mikail, penjaga surga Ridwan, penjaga neraka Malik, penyabut nyawa munusia Izro’il, penjerumus iman iblis, Jin iprit, setan zombie, pocong, wewegombel, drakula, tuyul, sundel bolong, sundel buntet, dan macam-macam namanya, sudah disiapkan semua oleh Tuhan.

 

Betapa mulya dan manjanya manusia sebelum diciptakan sudah disiapkan fasilitasnya, dari fasilitas nikmat sampai fasilitas pencelaka yaitu pahala dan dosa, surga dan neraka. Silahkan Anda memilih dan ambil fasilitas tersebut semuanya gratiiss….. tisss…. gak bayar….

 

Setelah Tuhan menciptakan manusia dan keturunannya, pekerjaan Izro’il pertama adalah mencabut nyawa Habil dengan argumentasi dibunuh oleh kakaknya yang bernama Qobil, Habil menikmati fasilitas pahala finish di surga, Qobil menikmati fasilitas dosa finish di neraka. Qobil dan Habil start nya sama dalam fitroh kesucian, berakhirnya lain karena Habil berpegang pada ketaatan perintah Tuhan, Qobil berpegang pada kemaksiatan perintah setan. Maka berhati-hatilah dalam berpegangan hidup didunia, karena dunia itu jembatan antara kehidupan Rahim (alam kasih sayang) ketujuan surga atau neraka, yang popular disebut jembatan sirotol mustaqim. Dunia inilah jembatan sirotol mustaqim yang sesungguhnya.

 

Setelah kejadian matinya Habil sebagai tes pertama Izro’il mencabut nyawa manusia, Izro’il lega telah mempraktekan janji Tuhan yaitu argumentasi pencabutan nyawa Habil adalah dibunuh Qobil….  yess… suksesss…..

 

Beberapa ratus tahun kemudian Izro’il mendapat tugas mulia dari Tuhan yaitu mencabut nyawa Adam, dengan argumentasi Adam sakit demam. Kematian Adam dipilihkan Tuhan hari yang istimewa yaitu hari jumat, Izro’il bersama tim nya para malaikat mendatangi Adam dengan membawa parfum dan kain kafan dari surga. Adam sebelum wafat berwasiat kepada putranya nabi Syits ; hai… anakku aku ingin sekali buah-buahan dari surga. Syits segera menyampaikan kesaudara-saudaranya, dan putra-putra Adam mencarikannya, dalam pencarian buah dari surga mereka bertemu dengan para malaikat dari surga yang membawa parfum dan kain kafan dalam perjalanan menuju rumah Adam. Malaikat Izro’il menyapa putra-putra Adam yang lagi mencari buah surga ; Hai… anak-anak Adam, hendak kemana kalian dan apa yang kalian cari ?

Jawab nabi Syits ; Bapak kami sedang sakit, beliau ingin sekali buah dari surga.

Izro’il berkata pada putra-putra Adam ; Pulanglah kalian, Bapak kalian telah mendapatkannya.

Putra-putra Adam balik kerumah bersama para malaikat, sesampainya dirumah Hawa tahu bahwa putra-putranya datang dengan para malaikat. Hawa segera berlari melindungi Adam dengan memeluknya erat-erat. Maka Adam berkata pada Hawa ; Menjauhlah dari hadapanku para malaikat telah menjemputku.

Kemudian malaikat Izro’il mencabut nyawa Adam, lalu tim malaikat memandikan, mengafani dan mengolesi dengan wewangian parfum. Setelah itu para malaikat menggali liang lahat, dan mengerjakan shalat jenazah untuk Adam. Selanjutnya para malaikat memasukannya kedalam liang dan menguburkan.

Lalu Izro’il mengatakan ; “ Haii…. Anak-anak Adam, demikian inilah aturan untuk kalian”

 

Allah menerangi alam lahir dengan cahaya mahluk-mahluk-Nya, dan menerangi alam batin dengan cahaya sifat-sifat-Nya.

Cahaya alam lahir pasti terbenam, dan cahaya hati tak akan pernah padam. Karena itu seorang penyair berkata, “Matahari siang terbenam dengan datangnya malam, matahari hati tak kan pernah sekalipun menghilang”

(Ibnu Atha’illah)


Hidayah Dari Kisah : QABIL PEMBUNUH HABIL

Image

Satu pria dan satu wanita beranak pinak kembar 18 dan hanya 1 yang tidak kembar, total beranak 37 manusia yang berjenis laki-laki dan wanita kemudian dijodohkan saling silang bukan dengan kembarannya, suatu peristiwa langka untuk ukuran otak manusia masa kini. Masalalu awal mula terciptanya manusia itu hal yang biasa dan harus terjadi karena memang skenario Tuhan. Kalau tidak ada Adam dan Hawa tidak akan ada kita yang lagi menikmati bacaan ini. Dari zaman bahola zaman batu  sampai masa kini zaman birahi zaman blackberry, semua kejadian yang ditetapkan Tuhan wajib kita yakini. Jadi kejadian masa lalu zaman bahola Adam dan Hawa beranak 37 itu hal yang sangat wajar dan biasa pada zamannya.

Dari 37 putra putri Adam dan Hawa, dijodohkan saling silang tidak boleh dijodohkan dengan kembarannya yang didalam rahim Hawa bersamaan, Putra Adam 19 orang dan putrinya 18 orang, hanya putra kelima yaitu nabi Sys yang lahir sendirian tanpa kembaran. Untuk menghayati cerita ini saya sampaikan putra putri Adam dan Hawa, berurutan sesuai kelahirannya.

      1. Cayn dan saudara perempuannya
      2. Qobil dan Iqlima
      3. Ashut dan saudara perempuannya
      4. Habil (Abel) dan Labudza
      5. Sys
      6. Ayad dan Hazura
      7. Balagh dan saudara perempuannya
      8. Athati dan saudara perempuannya
      9. Tawbah dan saudara perempuannya
      10. Darabi dan saudara perempuannya
      11. Hadaz dan saudara perempuannya
      12. Yahus dan saudara perempuannya
      13. Sandal dan saudara perempuannya
      14. Baraq dan saudara perempuannya.
      15. Wadd dan dan saudara perempuannya
      16. Suwa dan saudara perempuannya
      17. Yaghuth dan saudara perempuannya
      18. Ya’uq dan saudara perempuannya
      19. Nasr dan saudara perempuannya

Habil adalah putra keempat, dijodohkan dengan Iqlima putri kedua kembaran Qabil, kembaran Habil yang bernama Labudza dijodohkan dengan Qabil. Perjodohan silang tersebut dirasa tidak adil oleh Qabil, alasan dia karena kembaran dia Iqlima yang cantik seharusnya jodohnya yang ganteng yaitu dirinya si Qabil.  Habil yang tidak begitu cakep tidak layak untuk beristri Iqlima yang cantik, dan Labudza yang tidak begitu cantik tidak layak bersuamikan dia yang ganteng plus cakep begitu pikir si Qabil. Hati Qabil telah terayu dan tertutup bisikan iblis sipenjerumus manusia, Qabil lupa bahwa iblis telah bersumpah pada Tuhan kalau manusia adalah musuh utamanya. Kedua orang tua Qabil pun sudah memberi pesan pada anak-anaknya untuk waspada dengan iblis setan dan sejenisnya yang selalu dendam kepada anak turun Adam dan Hawa. Namun sekuat apapun pesan orang tua kalau setan sudah menutup hati manusia dengan keindahan dunia yang selalu menipu, pastilah manusia akan lupa pesan orang tua.  Walaupun pesan Adam pasti benar karena pesan Adam adalah pesan Tuhan.
Hati Qabil telah dikuasai setan sudah buta dan tuli mata hatinya, yang ada dihatinya hanya dendam serakah dan tamak. Habil tidak layak beristri Iqlima… Habil harus saya bunuh dan Iqlima saya peristri…. Begitulah teriakan setan yang bermukim dihati Qabil, tak ada setitik sinar illahi sinar kebenaran dihatinya, gelap gulita hatinya tampak dimukanya persis anjing bulldog. Bulu alisnya tegak keatas, bibirnya ketarik kebawah, matanya melotot merah buas, giginya gemeretak, hidungnya mengembang dengan dengusan setan, kecakepannya hilang ditelan setan. Qabil sudah tidak kenal dengan Tuhan, tentu Tuhan gak maulah mengenalnya… kalau kau jauh Aku pun jauh…. kalau kau dekat Aku pun dekat…. begitu janji Tuhan yang telah terlupakan Qabil…. Tuhan jauuuuh dari hati Qabil, iblis…setan dan sejenisnya pesta ria didalam hati Qabil dengan nyanyian setan bersyair….. bunuh Habil peristri Iqlima….

Pada suatu saat Habil menggembala dombanya dipadang rumput dilereng gunung Qasiyun (sebelah selatan Damaskus), melihat Habil lagi menggembala sendirian Qabil yang sudah kesetanan sangat nafsu untuk membunuh adiknya. Maka didatangilah Habil dan Qabil berkata “aku pasti membunuhmu sekarang”

Habilpun berkata “….kalau kamu menggerakkan tanganmu kepadaku untuk membunuhku, aku sekali-kali tidak akan menggerakkan tanganku kepadamu untuk membunuhmu. Sungguh aku takut pada Allah….” (QS.5:28)

Mendengar jawaban Habil….. Qabil tidak mereda emosinya, malahan memuncak dan menghantam kepala Habil dengan batu besar tepat dikepala bagian belakang. Habil tersungkur berdarah-darah kepalanya, sebelum menghembuskan nafas terakhir Habil berpesan pada kakaknya Qabil “jika dua orang …. saling berhadapan dengan pedangnya masing-masing, maka yang membunuh dan yang dibunuh sama-sama didalam neraka….. karena sesungguhnya ia juga berambisi untuk membunuh lawannya”  maka saya tidak akan melawan kehendak jahatmu kakakku Qabil…. saya selalu ingat firman Tuhan “sungguh aku ingin agar kamu kembali dengan membawa dosa membunuhku dan dosamu sendiri. Maka kamu akan menjadi penghuni neraka, dan yang demikian itulah pembalasan bagi orang-orang yang zalim” (QS.5:29)  matilah Habil setelah berpesan atas firman Tuhan tersebut.

Setelah membunuh adiknya Qabil baru sadar karena setan didalam hatinya pergi tidak ada yang memprovokasi lagi, Qabil panik luar biasa atas kejadian pembunuhan adiknya, bagiamana cara menyembunyikan bangkai Habil ini ?! begitulah pikiran Qabil agar tidak ketahuan orang tuanya. Qabil menyesali dan menangisi nasibnya yang bertindak jahat atas perintah setan membunuh Habil, Qabil menggendong mayat Habil berlari-lari kecil berputar-putar padang rumput sambil nangis sesenggukan, tepat didepan gua ad-dam (darah) diatas gunung qasiyun Qabil melihat “seekor burung gagak menggali bumi dengan kakinya kemudian menaruh burung gagak yang telah mati dengan paruhnya”  setelah melihat kejadian tersebut Qabil mendapat ide cara mengubur mayat saudaranya yang telah dibunuh.

Qabil berkata “….. celaka aku, mengapa aku tidak mampu berbuat seperti burung gagak, lalu aku dapat menguburkan mayat saudaraku ini ? …..” (QS.5:31) 

Akhirnya Habil dikuburkan oleh Qabil, kejadian tersebut awal mula pembunuhan dan penguburan mayat manusia pertama dibumi ini. Setelah mengubur adiknya Qabil pergi minggat meninggalkan keluarganya, keluar masuk hutan tanpa tujuan dalam pengembaraannya Qabil menangis dan menyesali perbuatannya, pergi tanpa tujuan hanya berputar-putar masuk keluar hutan.

Allah menerangi alam lahir dengan cahaya makhluk-makhluk-Nya, dan menerangi alam batin dengan cahaya sifat-sifat-Nya. Cahaya alam lahir pasti terbenam, dan cahaya hati tak kan pernah padam. Karena itu seorang penyair berkata, “Matahari siang terbenam dengan datangnya malam, matahari hati tak kan pernah sekalipun menghilang”

Siapa yang mengira kemahalembutan-Nya terlepas dari takdir kekerasan-Nya, berarti ia memiliki pandangan yang sempit.

(Ibnu Atha’illah)

 


Hidayah Dari Kisah : HABIL QORBAN PERTAMA DIDUNIA

Image

Kasih sayang berlandaskan cinta pada illahi, akan abadi sampai surga nanti. Kasih sayang berlandaskan pada nafsu birahi, akan tersesat dan terjerumus dalam neraka menjadi kawan iblis sejati.

 

Habil putra Adam keempat, kaya raya sukses dalam usahanya berternak domba (kambing), dan sangat taat kepada kedua orang tuanya.

Qobil putra Adam kedua, kaya raya sukses dalam usahanya bertani padi. Qobil mempunyai ahlaq yang buruk tidak taat kepada kedua orang tuanya, selalu membantah perintah orang tua.

Qobil tergoda setan, sehingga lupa pesan Tuhan bahwa “ridho Tuhan adalah ridho orang tua”. Kesuksesan dalam usaha, membikin Qobil buta tuli dan bisu hatinya. Kekayaan yang dia miliki diakui hasil usaha kerasnya, dikesampingkan ikut campurnya Tuhan dan atas doa orang tua kepada-Nya. Kesombongan Qobil menutup mata hati sehingga yang ada dihatinya hanya dia tunggal pencipta sukses usaha pertanian.

 

Kenapa Qobil tidak taat kepada orang tuanya ?!

 

Suatu alasan klasik masalah cinta yang selalu jadi alat setan untuk menjerumuskan manusia agar sesat menjadi temannya, itulah tugas utama setan mencari teman untuk tinggal dineraka jahanam. Qobil ditipu setan lupa pesan Tuhan “Aku uji hamba-Ku, apa yang dicintainya” suatu peringatan jelas dan tegas bahwa janganlah kau cintai dunia melebihi cintamu kepada Tuhan.

 

Dendam Qobil kepada orang tuanya diawali masalah perjodohan antara Qobil dengan Labudza, dan Habil dengan Iqlima. Perjodohan tersebut tentu atas ijin Tuhan, namun Qobil tidak mau menerima karena Qobil yang tampan seharusnya berjodoh dengan Iqlima yang cantik, begitu pikirnya. Sedangkan Habil yang kurang tampan mendapat Iqlima yang cantik, jelas tidak adil, pikiran Qobil semakin keracunan bisikan setan melogikakan perintah Tuhan. Kalau mau melogikan perintah Tuhan berprasangka baiklah kepada-Nya…… mungkin perjodohan tersebut untuk perbaikan keturunan, itu kalau mau melogikan perintah Tuhan. Namun janganlah sekali-kali dilogikan perintah Tuhan, karena Tuhan itu sangat logis dan manusia tidak akan mampu untuk meneliti kelogisan perintah-Nya. Iman itu menjalankan perintah-Nya dan menjauihi larangan-Nya, kerjakan sajalah perintah-Nya kalau Anda teliti kelogisan-Nya tentu banyak yang gak logis untuk ukuran hamba-Nya. contoh ; yang kentut pantatnya yang dibasuh (wudu) mukanya, tentu gak logis kan ? Maka janganlah kau mencari dalil logisnya, kerjakan saja pasti aman dan dicintai-Nya.

 

Qobil tidak taat kepada orang tua karena hatinya tertutup cinta selain kepada Tuhan. Qobil terjerumus karena mengikuti perintah setan meninggalkan perintah Tuhan, Qobil beristri Labudza atas dasar takut kepada orang tua, bukan taat kepada orang tua. Cinta buta kepada Iqlima yang kembarannya dalam kandungan Hawa tentu haram untuk diperistri, namun atas nama cinta Qobil tidak mau tahu dengan peraturan Tuhan sang pencipta. Mulai saat itu Qobil selalu melawan perintah orang tuanya.

 

Pada suatu saat Adam mendapat perintah Tuhan untuk disampaikan kepada puteranya Qobil dan Habil, agar mereka berdua berkorban dari hasil usahanya yang telah diridhoi-Nya sehingga mereka kaya raya.

Adam menyampaikan perintah Tuhan bahwa agar segera qorban untuk Tuhan dari hasil usahanya. Habil mendapat perintah qurban dari Tuhan bersegera mengambil domba (kambing) yang terbesar dan sehat untuk dipersembahkan kepada Tuhan. Qobil pun mengambil hasil usahanya untuk qurban dipersembahkan kepada Tuhan seonggok padi yang paling buruk, padi yang puso (kosong dalamnya tidak ada padinya) dipersembahkan untuk Tuhan.

Qurbannya Habil domba sehat gemuk besar putih bersih diangkat kesurga diterima oleh Tuhan, qurbannya Qobil terbakar tidak keangkat kesurga terbuang keneraka.

Atas kejadian tersebut Qobil semakin buta hatinya marah kepada Tuhan, kenapa Habil selalu diistimewakan sedangkan dia selalu disingkirkan. Qobil tidak pernah koreksi diri, mana ada bertanam buruk akan tumbuh baik ?! mana ada pelit akan mendapat rejeki yang halal ?!  Jangan melihat banyaknya harta…. lihatlah bagaimana cara mendapatkan dan membelanjakannya !!!

 

Mulai saat itu hamba Tuhan yang tinggal didunia diwajibkan zakat dan disarankan qurban, zakat diwajibkan Tuhan karena pelitnya Qobil akan mencelakakan manusia. Qurban disarankan Tuhan karena keihlasan Habil dalam mengorbankan dombanya yang tergemuk, sehat dan terbaik yang Habil miliki.

 

Untuk itu berqorbanlah dihari besar hari raya qurban dengan hewan yang terbaik sesuai kemampuan Anda, agar kau dicintai Tuhan….

 

Sebagaimana Allah tidak menyukai amal yang tak sepenuhnya untuk-Nya.  Dia juga tidak menyukai hati yang tidak sepenuhnya untuk-Nya.  Amal yang tidak sepenuhnya untuk-Nya tidak Dia terima dan hati yang tak sepenuhnya untuk-Nya tidak Dia pedulikan.

(Ibnu Atha’illah)