Hidayah Dari Kisah : KEMATIAN ADAM DAN WASIATNYA

Image

Ada awal ada akhir, ada atas ada bawah, ada hitam ada putih, ada panas ada dingin, ada pria ada wanita, ada Adam ada Hawa, ada pahala ada dosa,  ada Surga ada Neraka. Tuhan menciptakan dunia seisinya selalu berpasangan itulah yang disebut asbab dalam dunia tasawuf atau hukum kausalitas, hukum tersebut diciptakan agar manusia selalu berpikir jika ada sebab ada akibat, ada aksi ada reaksi, ada awal ada akhir,  maka manusia diwajibkan untuk berpasang-pasangan, jangan berkhayal bisa bahagia tanpa pasangan. Adanya kita saat ini membaca tulisan ini pasti adanya kedua orang tua kita, dan kedua orang tua kita pasti dari ada dan berakhir tidak ada, termasuk kita juga diawali dari lahir menuju kematian, keluar dari lubang dan masuk kelubang untuk meninggalkan semua yang pernah kita lihat yaitu dunia seisinya. Adam dari diciptakan juga berakhir dengan diambil oleh yang menciptakan yaitu Tuhan, sangat adil Tuhan sang pencipta dunia akherat lengkap dengan isinya.

Mati itu pasti karena adanya hidup, maka siapkan dan sambutlah dengan gembira atas kedatangannya, kita tidak akan tahu kapan datangnya karena itu rahasia Tuhan agar manusia selalu bersiap-siap atas datangnya maut.

 

Konon khabarnya pada jaman bahola sebelum diciptakannya manusia, disurga ada muktamar akbar para malaikat untuk menduduki jabatan baru yaitu malaikat pencabut nyawa manusia. Didalam muktamar tersebut terjadi kegaduhan yang luar biasa ramainya, disebabkan semua malaikat menolak jabatan pencabut nyawa manusia. Akhirnya Tuhan pun bertanya pada para malaikat kenapa menolak jabatan terhormat tersebut ?!

Jawab malaikat ; pastilah manusia akan marah dan mengumpatinya karena tanpa sebab langsung dicabut nyawanya…. wassalam mati…. manusia lagi asyiknya gurau dengan keluarganya tertawa ria cabut nyawa… mati… lagi olahraga sehat-sehatnya cabut nyawa mati… wooo… pastilah mereka ngamuk, begitulah argumen malaikat.

Tuhan tertawa geli atas argumen malikat, Tuhan pun berfirman ; haaiii… para malaikat yang sangat bertanggung jawab atas cintamu pada-Ku, tentu Aku memperhatikan keluhanmu dan langsung Aku beri solusi atas keluhanmu itu, yaitu ; setiap kau mau mencabut nyawa manusia Aku beri argumentasi yang tepat yaitu sakit, maka manusia tidak akan marah karena merasa dia mati karena sakit. Padahal manusia mati karena jatah hidupnya sudah habis dan itu kehendak-Ku, jatah hidupnya itulah yang saya rahasiakan untuk menguji ketaatan mereka kepada-Ku.   Akhirnya malaikat izro’il terpilih sebagai malaikat pencabut nyawa.

 

Setelah semua disiapkan oleh Tuhan untuk menyambut penciptaan manusia, maka diciptakanlah bumi seisinya, langit lengkap dengan bintangnya, bulan berpasangan dengan matahari siap dengan cahayanya. Malaikat bagian humas penyebar berita dari Tuhan yang bernama Jibril, penyebar rejeki Mikail, penjaga surga Ridwan, penjaga neraka Malik, penyabut nyawa munusia Izro’il, penjerumus iman iblis, Jin iprit, setan zombie, pocong, wewegombel, drakula, tuyul, sundel bolong, sundel buntet, dan macam-macam namanya, sudah disiapkan semua oleh Tuhan.

 

Betapa mulya dan manjanya manusia sebelum diciptakan sudah disiapkan fasilitasnya, dari fasilitas nikmat sampai fasilitas pencelaka yaitu pahala dan dosa, surga dan neraka. Silahkan Anda memilih dan ambil fasilitas tersebut semuanya gratiiss….. tisss…. gak bayar….

 

Setelah Tuhan menciptakan manusia dan keturunannya, pekerjaan Izro’il pertama adalah mencabut nyawa Habil dengan argumentasi dibunuh oleh kakaknya yang bernama Qobil, Habil menikmati fasilitas pahala finish di surga, Qobil menikmati fasilitas dosa finish di neraka. Qobil dan Habil start nya sama dalam fitroh kesucian, berakhirnya lain karena Habil berpegang pada ketaatan perintah Tuhan, Qobil berpegang pada kemaksiatan perintah setan. Maka berhati-hatilah dalam berpegangan hidup didunia, karena dunia itu jembatan antara kehidupan Rahim (alam kasih sayang) ketujuan surga atau neraka, yang popular disebut jembatan sirotol mustaqim. Dunia inilah jembatan sirotol mustaqim yang sesungguhnya.

 

Setelah kejadian matinya Habil sebagai tes pertama Izro’il mencabut nyawa manusia, Izro’il lega telah mempraktekan janji Tuhan yaitu argumentasi pencabutan nyawa Habil adalah dibunuh Qobil….  yess… suksesss…..

 

Beberapa ratus tahun kemudian Izro’il mendapat tugas mulia dari Tuhan yaitu mencabut nyawa Adam, dengan argumentasi Adam sakit demam. Kematian Adam dipilihkan Tuhan hari yang istimewa yaitu hari jumat, Izro’il bersama tim nya para malaikat mendatangi Adam dengan membawa parfum dan kain kafan dari surga. Adam sebelum wafat berwasiat kepada putranya nabi Syits ; hai… anakku aku ingin sekali buah-buahan dari surga. Syits segera menyampaikan kesaudara-saudaranya, dan putra-putra Adam mencarikannya, dalam pencarian buah dari surga mereka bertemu dengan para malaikat dari surga yang membawa parfum dan kain kafan dalam perjalanan menuju rumah Adam. Malaikat Izro’il menyapa putra-putra Adam yang lagi mencari buah surga ; Hai… anak-anak Adam, hendak kemana kalian dan apa yang kalian cari ?

Jawab nabi Syits ; Bapak kami sedang sakit, beliau ingin sekali buah dari surga.

Izro’il berkata pada putra-putra Adam ; Pulanglah kalian, Bapak kalian telah mendapatkannya.

Putra-putra Adam balik kerumah bersama para malaikat, sesampainya dirumah Hawa tahu bahwa putra-putranya datang dengan para malaikat. Hawa segera berlari melindungi Adam dengan memeluknya erat-erat. Maka Adam berkata pada Hawa ; Menjauhlah dari hadapanku para malaikat telah menjemputku.

Kemudian malaikat Izro’il mencabut nyawa Adam, lalu tim malaikat memandikan, mengafani dan mengolesi dengan wewangian parfum. Setelah itu para malaikat menggali liang lahat, dan mengerjakan shalat jenazah untuk Adam. Selanjutnya para malaikat memasukannya kedalam liang dan menguburkan.

Lalu Izro’il mengatakan ; “ Haii…. Anak-anak Adam, demikian inilah aturan untuk kalian”

 

Allah menerangi alam lahir dengan cahaya mahluk-mahluk-Nya, dan menerangi alam batin dengan cahaya sifat-sifat-Nya.

Cahaya alam lahir pasti terbenam, dan cahaya hati tak akan pernah padam. Karena itu seorang penyair berkata, “Matahari siang terbenam dengan datangnya malam, matahari hati tak kan pernah sekalipun menghilang”

(Ibnu Atha’illah)


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: