Hidayah Dari Kisah : PERTEMUAN ADAM DAN HAWA

Image

Adam dan Hawa akhirnya diturunkan kebumi, karena telah melanggar peraturan Tuhan. Adam dan Hawa dibumi tetap bertugas sebagai kalifah (wakil) Tuhan untuk mengelola bumi. Adam diturunkan digunung Samanala di India (sekarang masuk wilayah Sri Lanka, dikenal dengan gunung Adam-Sinhala Samanalakanda) dan Hawa diturunkan di Jeddah Arab Saudi.

Mereka berdua diturunkan dibumi berjauhan dan saling tidak tahu dimana dia berada, suatu hukuman yang berat berpisah, berjauhan, tidak tahu tempat dan arah kemana harus mencari pasangan yang sangat dicintai.

 

Adam berjalan tanpa arah naik-turun gunung, berjalan dalam hutan belantara yang saat itu tidak ada jalan dan petunjuk arah, adanya hanya pepohonan dan hewan liar. Dalam perjalanannya mencari Hawa, Adam berdoa dan menangis dan mengucapkan syair doa pengakuan dosa kepada Tuhan.

 

“Ya Tuhan, aku telah menganiaya diriku sendiri, jika Engkau tidak mengampuniku dan memberi rahmat kepadaku, pastilah aku termasuk orang yang merugi” (QS.7:23)

 

Dalam hutan belantara tiada mahluk yang bernama manusia kecuali dia, Adam sesenggukan menangis penuh penyesalan, berjalan tanpa arah tujuan,  mulutnya komat-kamit mengumandangkan doa. Dalam keadaan kecapekkan Adam bersimpuh dan menangis sejadi-jadinya dan terus berdoa, akhirnya Adam mampu berkomunikasi dengan Tuhan melalui doanya.

 

Adam bertanya kepada Tuhan ; Ya Tuhan bukankah aku telah Engkau ciptakan dengan tangan-Mu sendiri ?

Tuhan menjawab ; “Ya”

Adam bertanya ; Dan Engkau telah meniupkan kedalam diriku ruh-Mu ?

Tuhan menjawab ; “Benar”

Adam melanjutkan pertanyaan ; Dan bukankah jika aku bersin, lalu Engkau ucapkan “semoga Tuhan memberikan Rahmat kepadamu. Dan rahmat-Mu mendahului murka-Mu ?

Tuhan menjawab ; “Benar”

Adam bertanya lagi ; Dan bahkan Engkau telah menuliskan diriku akan mengerjakan kejadian ini ?

Tuhan menjawab ; “Benar”

Adam pun berkata ; Bagaimana menurut-Mu jika aku bertaubat, apakah Engkau akan mengembalikan aku ke Surga ?

Tuhan pun menjawab ; ”Ya”

 

Mendapat jawaban dari Tuhan bahwa dia bisa diampuni jika bertaubat nasuha (tidak akan mengulangi perbuatannya), Adam sangat bahagia dengan ekspresi tangis bahagia, semakin meraung-raung tangisnya. Ya Tuhan ku, Kau benar-benar Maha pengampun, Pengasih dan Penyayang. Hanya pada-Mu aku menyembah dan hanya pada-Mu aku meminta tolong. Tolonglah aku untuk bertemu dengan Hawa….

 

Tuhan berfirman ; “…. Adam durhaka kepada-Ku serta sesatlah ia. Kemudian Adam taubat kepada-Ku, maka Aku (Tuhan) menerima taubatnya dan memberi petunjuk kepadanya” (QS.20:122)

 

Atas taubat Adam yang telah diterima Tuhan, maka Adam menemui kelancaran dalam perjalanan menuju Jedah (Arab Saudi), sebelum diterima taubatnya Adam berjalan berputar-putar saja dalam hutan Sinhala Samanalakanda India. Perjalan dari India ke Jedah memakan waktu 450 tahun (usia Adam 900 tahun), Adam dalam mencari Hawa memerlukan separuh umurnya. Dan dalam perjalannan dari India ke Jedah Adam terus berdoa tanpa putus dan menangis penuh penyesalan karena telah durhaka kepada Tuhan. Akhirnya Adam dipertemukan dengan Hawa oleh Tuhan di Jabal Rahmah yang berada di bagian timur Padang Arafah di kota Mekkah Arab Saudi. Sesuai dengan namanya, jabal adalah gunung, dan Rahmah adalah kasih sayang.

 

Kasih sayang yang berlandaskan cinta pada illahi (Tuhan), maka akan abadi sampai surga nanti. Kasih sayang yang berlandaskan pada nafsu birahi, maka akan tersesat dan terjerumus dalam neraka menjadi kawan sejati iblis yang telah mengkhianati Adam.

 

Tuhan Maha Pengasih dan Penyayang, hanya pada-Nya kita menyembah dan hanya pada-Nya kita mohon pertolongan, dosamu sebesar gunung, setinggi langit dan seluas daratan dan lautan, pasti terampuni jika kau bersungguh-sungguh taubat nasuha (tidak mengulangi perbuatan dosa), begitulah janji Tuhan yang tidak pernah ingkar, sesuai firman-Nya yang disabdakan oleh Nabi Muhammad ; Jangan berputus asa dari Rahmat Tuhan. “Seandainya kalian berbuat salah (dosa) hingga dosa kalian mencapai langit, kemudian bertobat, niscaya Tuhan akan mengampuni kalian” (HR.Ibnu Majah)

 

Tuhanku, jika timbul dariku amal kebaikan, itu semata-mata karena karunia-Mu dan Kau yang berhak untuk menuntut padaku. Sebaliknya, jika terjadi keburukan dariku, itu semata-mata karena keadilan-Mu dan Kau tetap berhak menuntutku atas keburukan itu.

 

Tuhanku, bagaimana Kau kembalikan kepadaku urusanku sendiri, padahal Kau telah menjaminku. Bagaimana aku akan hina, padahal Kau yang menolongku. Bagaimana aku akan kecewa, padahal Kau yang mengasihiku ?

(Ibnu Atha’illah)

 

 

……… Aaaaamiiiiin ………


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: