Hidayah dari Kisah : KERJASAMA NUH DAN IBLIS

Image

Nabi Nuh adalah seorang petani dan tukang kayu tentu pekerjaan setiap harinya menanam pohon sebagai petani dan menebang pohon sebagai tukang kayu.

Pada suatu hari Nuh menanam pohon kurma, setiap menanam siang sampai sore, paginya selalu sudah tercabut dari lobangnya dan pohon kurmanya ditaruh dekat lobang tempat Nuh menanam pohon kurma tersebut.

Nuh berdiri didekat lobang sambil bergumam, pasti ini kerjaan iblis mencabuti pohon yang aku tanam, namun mau aku tegur gak ada saksi yang melihat pencabutan pohon kurma ini. Saat Nuh bergumam sendirian datanglah malaikat Jibril memberitahukan kepada Nuh bahwa iblis yang terkutuk telah mencabuti pohon kurma yang kau tanam. Tidak begitu lama iblis datang ikut nimbrung, sebelum iblis berkata Nuh menegur iblis “apa yang mendorongmu untuk mencabut pohon kurma yang aku tanam ?”

Iblis menjawab ; saya cabuti karena kau gak memberi bagian hasilnya kepadaku.

Nuh pun bertanya ; apa hubungannya mesti membagi hasil dengan kamu, tanah saya, benih kurmapun milik saya, yang menanam, memupuk dan merawat juga saya, kok seenaknya kamu minta bagian ?!

Iblis berkata ; demi Tuhan… kita gak ada hubungan kerja tapi hubungannya kamu tanam aku merusak, tanam sebanyak-banyaknya dan aku tetap mencabuti semuanya, kalau kau gak kasih bagian untukku… haaa… haaa… asyikkan..?!  Berilah aku bagian dari hasil panen kurma yang kau tanam ini…!!!

Nuh berkata pada iblis ; oke demi kedamain aku berikan 1/3 dari hasil panen.

Iblis dengan angkuh menjawab ; 1/3 dari hasil panen itu bukan pemberian tapi penghinaan, naikkan pemberianmu agar gak aku ganggu..!!!

Nuh pun mengalah dan menawarkan separuh hasil panen untuk iblis separuhnya untuk Nuh.

Iblis tetap menolak, Nuh pun tidak mau memberikan lebih banyak, iblis tetap minta lebih banyak dari bagian Nuh tanpa argumentasi yang jelas hanya mengatakan kalau kamu tanam aku yang merusak. Nuh pun tetap tenang dan tersenyum atas permintaan iblis yang gak masuk akal, raut muka Nuh tetap tenang tak ada guratan tanda kemarahan sedikitpun diwajahnya.  Nuh tetap senyum ramah yang mempesona. Betapa sabarnya Nuh dengan diganggu iblis yang sangat biadap, Nuh tetap senyum dan bertahan dengan prinsipnya fifty-fifty.

Akhirnya malaikat Jibril mendekati Nuh dan membisikkan kata-kata kepada Nuh ; “wahai utusan Allah, berbuat baiklah karena sesungguhnya kebaikan itu berasal darimu”

Maka Nuh menyadari bahwa Allah telah menjadikan iblis berkuasa atas pohon kurma itu, lalu Nuh memberikan ¾ bagian untuk iblis dan hanya ¼ untuk Nuh.

 

Betapa jahatnya iblis memperbudak manusia yang bernama Nuh, kejadian tersebut dimasa sekarang pun tetap masih ada, bahwa dizaman sekarang iblis yang menampakkan diri sebagai manusia selalu memeras manusia yang lemah mencari nafkah dengan jujur dan taat. Bentuk iblis yang bermuka manusia saat ini adalah para gali (preman) berdasi maupun gali yang bertatto, bentuknya saja yang berbeda dasi dan tatto, ahlaq nya sama-sama iblis. Iblis berdasi adalah koruptor, iblis bertatto adalah pemeras kaki lima yang berdalil keamanan, padahal yang membikin tidak aman mereka para iblis tatto dan dasi.

Nuh adalah teladan yang luar biasa sabar dan selalu bersyukur apapun kejadiannya, tidak pernah berharap kepada mahluk hanya pada Allah berharapnya. “Hanya pada-Mu ya Allah aku berharap, dan hanya pada-Mu ya Allah aku taat” itulah keyakinan Nuh si-raja sabar dan syukur.

 

Sejak kejadian perampokan oleh iblis atas hasil panen kurma, Nuh lebih taat untuk beribadah kepada Tuhan. Tidak ada rasa kecewa dan benci kepada iblis, Nuh sangat tahu bahwa benci, marah, iri hati dan kebiadaban-kebiadapan adalah jalan iblis untuk merusak hati manusia. Nuh sebagai manusia tidak mau membuatkan jalan iblis untuk masuk kehatinya, yang sudah terjadi ya sudah dinikmati dan disyukuri saja, semua itu ketentuan-Nya. “Bekerjalah seperti hidup abadi, dan berdoalah seperti besuk mau mati” itulah keyakinan yang tertanam dalam hatinya Nuh.

Nuh yang sangat taat kepada Tuhan selalu mendapat hidayah (petunjuk)-Nya. Pernah Nuh tersinggung oleh ucapan iblis, Tuhan pun memberi hidayah bahwa dengarkan ucapan iblis didalam ucapan ada hidayah-Ku. Nuh pun segera mendengarkan ucapan iblis yang mengatakan ; “Jika kami mendapatkan anak Adam itu kikir, tamak, zina, hasad, maksiat, sewenang-wenang dan tergesa-gesa, maka kami akan mempermainkannya seperti bola. Adapun jika sifat-sifat tersebut terhimpun pada seseorang, maka kami menamainya setan”

Sungguh benar ucapan iblis tersebut, namun dilain waktu ucapan baiknya hilang keluar jahatnya yaitu memperbudak Nuh dengan penuh kesrakahan meminta hasil panen kurma yang lebih besar dari pemilikya.

Begitulah sifat iblis yang jahat, namun sejahat-jahat iblis yang saat ini sudah berbentuk manusia janganlah kau benci, mereka adalah ciptaan Tuhan juga dan tetap ada menfaatnya yaitu mengingatkan kita jangan ikutan berkelakuan iblis seperti dia yang kikir, tamak, zina, hasad, maksiat, sewenang-wenang dan tergesa-gesa.

Semua kejadian didunia pasti ada sutradaranya yaitu sutradara Agung Tuhan yang serba bisa, tanpa ada satu mahlukpun yang bisa menghalangi kehendak-Nya.

Bagi kita sebagai manusia, kejadian iblis dan Nuh adalah kejadian biadap iblis kepada Nuh, namun Nuh adalah manusia yang luar biasa sabarnya sehingga menganggap iblis tidak biadap tapi kerjasama yang baik antara iblis dan Nuh. Sungguh luar biasa cara berpikir Nuh, selalu khusnuldhon (berprasangka baik) kepada Tuhan karena iblispun mahluk-Nya. Tuhan Maha Pencipta, yang menciptakan dunia akherat lengkap dengan isinya. Maka Nuh tidak mau berprangka pada mahluk-Nya, selalu berprasangka pada pencipta mahluk yaitu Tuhan yang serba bisa dan kuasa. Berprasangka kepada Tuhan haruslah baik agar selalu mendapat kebaikan-Nya, sesuai firman Tuhan ; “Aku menuruti prasangka hamba-Ku”  hamba-Ku berprasangka baik kepada-Ku, Aku limpahkan kebaikan. Hamba-Ku berprasangka buruk kepada-Ku, Aku limpahkan keburukan. Hamba-Ku menjauhi-Ku, Akupun jauh…. hamba-Ku mendekati-Ku…. Akupun mendekat. Hamba-Ku mendekati-Ku dengan berjalan… Aku mendekati hamba-Ku dengan berlari, hamba-Ku mendekati-Ku dengan berlari…. Aku mendekati hamba-Ku dengan kecepatan kilat dan petir.

Sungguh Nuh hanya berserah diri kepada Tuhan, selalu menerima apa yang terjadi pada dirinya, karena segala kejadian itu hanyalah sebagian kecil sekenario Tuhan untuk menguji hambanya.

 

Cahaya orang bijak mendahului ucapan mereka. Ketika cahaya terpancar, nasihat pun akan sampai.

 

Siapa yang berbicara karena memandang kebaikan dirinya, ia akan berhenti ketika berbuat salah. Namun, siapa yang berbicara karena memandang anugerah Allah padanya, ia tidak akan berhenti ketika berbuat salah.

 


One response to “Hidayah dari Kisah : KERJASAMA NUH DAN IBLIS

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: