MENYIKAPI PERBEDAAN

Image

Perbedaan pendapat adalah proses kreativitas jika didasari ilmu pengetahuan. Banyak orang berselisih pendapat dan akhirnya berubah menjadi pertengkaran radikal karena orang tersebut tidak mempunyai ilmu pengetahuan sehingga subjektif dalam berpendapat. Dia selalu berdebat untuk mempertahankan pendapatnya agar dibenarkan oleh lawan debatnya, begitu juga lawan debatnya tidak akan membenarkan pendapat lawannya.

Sebisa mungkin hindari perdebatan. Ubah perdebatan menjadi diskusi sehingga happy ending.

 

Tahukah Anda perbedaan antara debat dan diskusi ?

Bayangkan gambar sebuah piramida !

 

Debat itu seperti gambar piramida terbalik. Kerucutnya berada di bawah dan kakinya berada di atas. Semakin ke atas semakin melebar dan tidak dapat disatukan. Awalnya ada satu titik masalah. Setelah diperdebatkan masalah menjadi banyak dan tidak dapat diselesaikan karena keegoan masing-masing pihak. Piramida terbalik itulah analogi perdebatan.

 

Diskusi itu seperti gambar piramida yang bagian bawahnya lebar dan bagian atasnya mengerucut menuju satu titik. Pada awalnya ada banyak masalah. Namun dengan diskusi masalah menjadi mengerucut lalu disepakati satu pendapat bersama yang disetujui semua pihak.

 

Sistem diskusi bisa Anda pakai untuk menyikapi perbedaan. Sebelum diskusi siapkan materi apa yang mau didiskusikan sehingga pembicaraannya menjadi terarah menuju satu titik tujuan yang sama. Hindari basa-basi yang akan menimbulkan perbedaan pendapat akibat salah mengartikan basa-basi tersebut. Anda akan menyikapi perbedaan dengan mudah jika dalam berkomunikasi selalu lugas dan apa adanya. Gunakan bahasa-bahasa umum yang mudah dimengerti. Banyak perselisihan pendapat disebabkan pemakaian bahasa yang tidak dipahami oleh kawan diskusi. Maka untuk menghindari kesalahpahaman biasakan memakai bahasa sederhana dan mudah dimengerti.

 

Setiap berbeda pendapat jangan reaktif menanggapi ucapan kawan bicara. Pandai-pandailah mendengar dan tanyakan jika maksud kawan bicara Anda anggap kurang jelas. Setelah benar-benar mengerti maksudnya, baru kemukakan pendapat Anda untuk melengkapi pendapatnya sehingga meminimalkan perbedaan pendapat. Kalau sudah sepaham, segera simpulkan isi pembicaraan dan jabatlah tangannya sebagai tanda setuju.

Selalu bayangkan piramida setiap berbicara dengan seseorang. Piramida lambang penyatuan pendapat dari perbedaan-perbedaan yang ada.

 

Nabi Mohammad berpesan dalam sistem komunikasi, melarang perdebatan menyarankan diskusi, sabda nabi ; janganlah kau berbantah-bantahan (debat), bermusyawarah (diskusi) lebih baik.

 

Selamat berdiskusi dengan sistem piramida. Pasti Anda akan banyak menemukan kreativitas dengan hasil produktif.

 

Ilustrasi :

Nabi Ibrahim sewaktu berdiskusi dengan raja Namrud, masalah rusaknya patung-patung sembahan raja. Raja menuduh Ibrahim perusaknya, Ibrahim menjawab bahwa yg membawa hammer (palu besar) adalah patung yang terbesar maka pastilah patung tersebut yang menghancurkan patung-patung kecil. Raja Namrud marah mengatakan kalau Ibrahim bodoh mana ada patung mati bisa merusak patung yang mati pula ?!  Ibrahim menjawab, sudah tahu mati kenapa kau bilang hidup sebelum rusak sampai kau sembah sebagai dewa penyelamat ? kenapa dewa penyelamatmu tidak bisa menyelematkan dirinya sendiri ? sekarang aku yang kau tuduh merusak !!!

Mendengar jawaban Ibrahim yang logic, beberapa detik raja Namrud berpikir dan hampir sadar (betul juga ya ? begitu dalam hatinya) namun setan tahta kekuasaan sebagai raja menyumpal hati baiknya sehingga Namrud langsung teriak… bakar Ibrahim…..!!!!

 

Diskusi itu harus logic kalau debat pasti tidak logic , raja karena kalah dalam diskusi maka hak kuasanya dipakai sehingga pendapat raja yang bodoh dan ego dipaksakan benar, sehingga komunikasi berhenti, mencelakakan rakyatnya.

 

Adakalanya Dia membukakan pintu ketaatan untukmu, namun tidak membukakan pintu penerimaan.  Adakalanya Dia menetapkanmu berbuat dosa, namun ternyata dosa itu menjadi sebab kau sampai kepada-Nya.

 

Ketika Dia memberimu, Dia mempersaksikan kebaikan-Nya.

Ketika Dia tidak memberimu, Dia memperlihatkan keperkasaan-Nya. Pada semua itu, Dia memperkenalkan diri kepadamu dan mendatangimu lewat kelembutan-Nya.

(Ibnu Atha’illah)

 

……… Aaaaamiiiiin ………

 

 

Semoga bermanfaat …..

Salam dari Surga ……….


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: