SENSASI

Image

Perasaan yang menggemparkan berdampak pada pikiran sehingga menjadi terkagum atas suatu kejadian. Itulah sensasi. Mau sukses ?! Ciptakan hal yang baru dan aneh belum pernah terjadi, pasti tercipta sensasi. Suatu kehidupan yang berjalan datar atau linear setiap hari tidak ada sensasinya, maka hidup terasa hambar dan tidak ada semangat kerja. Kecurangan, pertengkaran, kebohongan terjadi karena suatu iklim lingkungan yang monoton. Hal ini bisa menyebabkan manusia yang hidup di lingkungan tersebut terobsesi untuk berbuat curang.

Untuk membuat sensasi, buatlah peraturan baku dan peraturan bebas berkreasi dalam kehidupan sehari-hari. Maka akan tercipta “lingkunganmu adalah surgamu”. Seperti sabda Nabi Muhammad : Rumahmu adalah Surgamu. Anda bisa kembangkan menjadi lingkunganmu adalah surgamu. Tentu acuannya juga sabda Nabi. Kalau kau bergaul dengan penjual minyak wangi kau akan berbau wangi, kalau kau bergaul dengan penjual bangkai kau akan berbau bangkai. 

Hal tersebut saya praktekan dalam rumah tangga dan pergaulan hasilnya sangat memuaskan. Tidak pernah ada pertengkaran dalam rumah tangga maupun pergaulan di lingkungan saya. Peraturan yang disetujui dan diterapkan bersama adalah peraturan baku dan peraturan bebas. Peraturan baku adalah ibadah tepat waktu dan dilarang keras ghibah (ngrumpi-membicarakan buruknya orang). Peraturan bebas adalah berkreasi dengan gurauan sehat tanpa ucapan jorok dan kasar serta berteman dengan orang yang berakhlak (berkelakuan) baik.

Dua peraturan tersebut adalah balance sheet kehidupan sehingga seimbang. Kalau yang berlaku hanya peraturan baku pasti terasa jenuh. Orang akan terobsesi curang walaupun itu kegiatan ibadah. Maka harus diimbangi dengan peraturan bebas. Kedua peraturan tersebut juga harus diberlakukan pada lingkungan yang berakhlak baik. Sebaik-baik peraturan jika manusianya tidak baik maka tidak akan damai. Begitu juga sebaliknya, sebaik-baik manusia jika peraturannya tidak baik maka tidak akan damai juga.

 

Jadi buatlah dua peraturan yang saling melengkapi yaitu peraturan baku dan peraturan bebas baik dalam setiap usaha maupun kehidupan, pasti akan tercipta sensasi yang berdampak positif dan produktif.

 

Ilustrasi :

Pada suatu saat Abu Bakar ketika dipilih menjadi kepala negara (pimpinan), bagian dari pidatonya sebagaiberikut  “Rakyatku, urusan kalian telah dipercayakan kepadaku, walaupun aku tidak lebih baik dari kalian. Orang-orang yang lemah (fakir miskin) diantra kalian bagiku adalah kuat, sampai aku memastikan bahwa mereka mendapatkan apa yang menjadi hak mereka. Orang yang kuat (kaya) akan kuanggap lemah sampai aku memastikan mereka melaksanakan kewajibannya”.

“Aku ini sama saja seperti kalian semua. Ketika kalian melihat aku melaksanakan tugas dengan benar, ikutilah. Dan ketika kalian melihat aku ragu-ragu dalam bertindak, luruskanlah “

 

Betapa tegasnya pidato Abu Bakar, dan dia memegang pimpinan bersungguh-sungguh menjaga amanah kaum dhuafa’ (fakir, miskin) serta menggerakkan kaum kaya untuk bersinerji dengan kaum dhuafa’ tersebut. Abu Bakar memakai dua peraturan baku dan bebas yang bersinerji.

 

Pada suatu malam Abu Bakar bercakap-cakap dengan seorang sahabat yang kaya raya. Tiba-tiba lampu padam.  Sahabatnya berkata, “Aku akan bangunkan pembantu agar ia menuangkan minyak pada lampu ini” Abu Bakar melarangnya.

Kemudian Abu Bakar berdiri dan menuangkan sendiri minyak pada lampu tersebut. “Aku adalah Abu Bakar sebelum menuangkan minyak ini, dan sekarang pun aku tetap Abu Bakar setelah menuangkan minyak ini” . Dan lampu menyala terang lagi setelah minyak dituangkan oleh Abu Bakar, yang melarang sahabatnya membangunkan pembantunya, karena pembantupun manusia yang punya hak istirahat.

 

Limpahan karunia datang dari Dzat Yang Maha Mengalahkan. Oleh karena itu, semua yang berbenturan dengannya pasti hancur.

“Sebenarnya Kami melemparkan yang hak kepada yang bathil, lalu yang hak itu menghancurkannya. Maka dengan serta merta yang bathil itu lenyap” (QS.21:18)

 

Ketika berbagai limpahan karunia Illahi datang kepadamu, lenyaplah semua kebiasaan burukmu karena, “Sesungguhnya raja-raja apabila memasuki suatu negeri, niscaya mereka membinasakan negeri itu dan membuat penduduknya yang mulia menjadi hina” (QS.27:34)

 

 

……… Aaaaamiiiiin ………

 

 

Semoga Bermanfaat …..

Salam dari Surga ………..


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: