WAJAH MALAIKAT PENCABUT NYAWA

Image

Semalam menjelang tidur anak bungsuku minta dongeng yang hari sebelumnya terputus yaitu dongeng malaikat pencabut nyawa, malam ini saya lanjutkan dongeng untuk anak bungsuku dengan judul wajah malaikat pencabut nyawa.

Seperti apa sih wajah malaikat pencabut nyawa ?

Malaikat pencabut nyawa, berwajah seperti kelakuan atau ahlaq seseorang. Jika manusia suka menolong orang, banyak ibadah, banyak sedekah pasti wajah malaikat pencabut nyawa cakep dan baik. Kalau manusia jahat, kikir, suka mencela orang lain, tidak pernah ibadah, muka malaikat pencabut nyawa pasti seram dan sangat menakutkan.

Wajah malaikat pencabut nyawa itu sesuai dengan kelakuan (ahlaq) orang yang akan dicabut nyawanya. Maka dalam hidup berkelakuanlah yang baik, hobi ibadah, suka sedekah dan selalu membantu orang lain, agar malaikat yang mencabut nyawa Anda cakep dan santun. Sehingga nyawa Anda dicabut secara halus tidak kesakitan dalam kematian.

Malaikat itu aslinya tidak berwajah seperti manusia karena dia tidak berbentuk, hanya merupakan sinar yang bersih dan mendinginkan karena malaikat tidak diberi nafsu oleh Tuhan. Sifatnya sujud selalu menyembah Tuhan.

Malaikat akan berbentuk sesuai kelakuan (ahlak) manusia, Tuhan berfirman, ”Aku sesuai yang diprasangkakan hamba-Ku, kepada-Ku”.  Kalau hamba-Ku menjauh, Aku pun jauh… Kalau hamba-Ku mendekat, Aku pun dekat….

Dari firman Tuhan tersebut, maka wajah malaikat itu terbentuk dari pengkristalan (bayangan) kelakuan manusia. Sinar malaikat menjadi tidak bersih dan tidak dingin lagi karena terhalang oleh kelakuan manusia yang jahat. Sedangkan yang berkelakuan baik sinarnya bersih dan dingin. Malaikat bisa menembus hati dan pandangan manusia.

Begitulah proses terbentuknya wajah malaikat. Maka berbuat dan berkelakuan baiklah dalam hidup agar nanti sewaktu malaikat pencabut nyawa datang, Anda menyambutnya dengan senang, dan waktu meninggal Anda tidak kesakitan.

Banyak orang cerita, apa bila manusia mau meninggal maka mereka bermimpi didatangi saudara, sahabat, guru spiritual atau orang tuanya yang telah wafat…..

Betulkah demikian ?  betul dalam mimpi atau bahkan dalam keadaan sadar mereka seperti menjemput Anda, itulah ilusi pikiran manusia sebagai kendaraan setan. Banyak cerita atau dongeng yang tercipta tanpa dasar sehingga menyesatkan, itu sangat membahayakan bahkan bisa merusak iman ketauhitan (keyakinan masalah ke-esa-an Tuhan) mengakibatkan kekufuran (menyekutukan Tuhan). Tuhan mencabut nyawa manusia tanpa perantara siapapun, hanya malaikatnya yang bernama izro’il ditugasi mencabut nyawa manusia. Kematian adalah akhir dari suatu ujian didunia bagi manusia. Sering disebut kiamat sughro atau kiamat kecil, dalam menghadapi kiamat sughro manusia tidak akan ingat saudara, sahabat, guru spiritual, orang tua, harta benda, kekayaan dan lain sebagainya yang bersifat duniawi, siapa yang masih ingat itu tanda kesakitan dalam kematian. Dimana raganya masih terikat dengan materi dunia, jiwanya harus menghadap Tuhan, sehingga dua tarikan yang berlawanan arah yaitu ruh (jiwa) harus keluar dari raga untuk menghadap-Nya, sedangkan raga tidak mau masih terikat dengan dunia. Betapa sakitnya jika kepala Anda ditarik kearah barat dan kaki Anda ditarik kearah timur, begitulah yang disabdakan nabi bahwa menghadapi kematian serasa dikuliti seperti kambing yang disembelih dan dikuliti. Maka biasakan dan selalu berlatih untuk ingat  pada Tuhan dalam keadaan apapun, sehingga sewaktu sakaratul maut (menjelang kematian keluarnya ruh dari raga) Anda hanya mengingat-Nya, sehingga kematian terasa nikmat tidak ada rasa sakit karena Anda tidak menduakan Tuhan.

Saat sakaratul maut setan bergerombol disekitar manusia yang akan mati, para setan menggoda untuk mengalihkan perhatian agar tidak concern kepada Tuhan.

Setan muncul dalam ilusi manusia yang akan mati dengan penampakkan sebagai saudara, sahabat, guru spiritual, orang tua yang telah wafat. Maka selalu ingat…!!!  ilusi itu adalah setan yang menghambat kematian sehingga rasa takut dan sakit luar biasa. Berlatihlah selagi masih hidup dengan zikir (mengingat Tuhan) dengan ibadah dan berkelakuan (ahlaq) baik, sehingga Anda dalam sakratul maut kapanpun bisa concern pada Tuhan, dan para setan tidak bisa mengganggu Anda. Ingat ilusi atau mimpi bertemu dengan orang yang sudah mati itu adalah setan yang mengganggumu, jangan percaya masalah itu. Anda akan nyaman dan tenang dalam hidup maupun kematian, jika menolak mimpi itu.

Ingatkah Anda dijaman raja Namrud dikerajaan Mesir ada kisah kematian yang terhormat dan disambut para malaikat untuk didudukkan kealam Surga ?

Itulah kisah Siti Masitoh seorang wanita baby sitter nya raja Namrud yang mahajahat mengkultuskan dirinya adalah Tuhan. Seluruh rakyatnya diwajibkan menyembah dirinya, siapa yang menyebut Tuhan selain dirinya, pasti dihukum mati.

Pada suatu hari Masitoh memandikan anak namrut yang masih balita, sehabis memandikan disisirlah rambut si anak tersebut, saat itu sisirnya jatuh dan Masitoh mengucapkan, ”innalillahi…..(sesungguhnya kami adalah kepunyaan Allah)“. Dan didengarlah ucapan Masitoh oleh intel kerajaan, intel melaporkan keraja Namrud atas ucapan Masitoh tersebut.  Masitoh langsung dipanggil raja untuk diinterogasi.

Apakah kau Masitoh mengucapkan Tuhan selain aku ?! Namrud bertanya pada Masitoh.

Betul raja saya mengucapkan Allah..!!   Jawab Masitoh.

Siapa Allah itu ? tanya Namrud.

Allah adalah Tuhan raja dan Tuhan saya, Tuhan seluruh rakyat, Tuhan seluruh mahluk didunia dan  Tuhan seluruh alam..!!!   Jawab Masitoh.

Mendengar jawaban yang tegas penuh keyakinan yang mantap, raja pun marah berat, berteriak memanggil algojo ; Algoojoooo…. beri hukuman mati Masitoh masukkan kedalam tungku yang didalamnya ada air mendidih…!!!  Seluruh rakyat wajibkan untuk melihatnya, agar mereka tahu apakah Tuhannya Masitoh bisa menyelamatkan nyawanya, sekalian anak Masitoh yang bayi itu rebus kedalam tungku bersama Masitoh.

Pada hari yang telah ditentukan Masitoh dan anak bayinya, dihukum mati, seluruh rakyat senegara melihat hukuman mati tersebut. Sebelum di eksekusi, raja bertanya kepada Masitoh ; siapa Tuhanmu Masitoh ?!

Jawab Masitoh ; Tuhanku Allah yang menguasai seluruh alam…!!!

Mendengar jawaban Masitoh, raja teriak ke algojo, lempar kedalam tungku bayi Masitoohhh….!!!  Algojo pun melemparkan bayi yang belum punya dosa kedalam tungku yang berisi air mendidih… matilah bayi tersebut.

Masitoh berteriak sekeras teriakan raja, dengan ucapan ”Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un… (Sesungguhnya kami adalah kepunyaan Allah dan kepada Allah jualah kami kembali).” anakku kau tunggu aku disurga sebentar lagi ibumu menyusulmu.

Mendengar ucapan Masitoh, seluruh rakyat terkesima kagum luar biasa….

Raja Namrud, bertanya lagi pada Masitoh ; Masitoh mana Tuhanmu tidak menolong anakmu ?! yang menentukan kematian anakmu aku atau Tuhanmu ?!

Jawab Masitoh tidak kalah lantang dengan teriakan Namrud ; Tuhanku yang mematikannya dengan penuh kenikmatan dan langsung masuk kesurga-Nya, kau Namrud sangat hina lebih hina dari pada anjing gila yang ada ditempat sampah kerajaan…. kawanku senegara jangan takut mati, kematian ini hanya argumentasi Tuhanku untuk memudahkan malaikat izro’il mencabut nyawa kita…. dari pada hidup dipimpin gedibal setan korup seperti Namrud lebih nikmat dan terhormat mati syahid, dijalan Tuhanku….

Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un… (Sesungguhnya kami adalah kepunyaan Allah dan kepada Allah jualah kami kembali).”

Matilah Masitoh, dengan terhormat dan terkesan dihati rakyat kerajaan Namrud.

Dengan mata sayu tanda mengantuk, anak bungsuku manggut-manggut puas mendengarkan dongeng wajah malaikat pencabut nyawa. Selamat tidur anakku sayang jangan lupa berdoa….

Semoga dongeng untuk anak bungsuku ini bermanfaat untuk kita semua. Mari menciptakan wajah malaikat yang cakep, ramah dan baik agar ketika kita wafat merasakan kenikmatan karena ridho-Nya.

Tidaklah tumbuh dahan-dahan kehinaan, kecuali dari benih ketamakan.

Tak ada yang dapat mengendalikanmu sehebat angan-angan.

 

Cahaya bisa menyingkap, mata hati dapat mengetahui, sedangkan hati bisa menerima dan menolak.

 

Janganlah senang lantran kau bisa melakukan ketaatan, tetapi senanglah lantaran ketaatan itu dikarenakan Allah kepadamu. ”Katakanlah, Berkat karunia dan rahmat Allahlah hendaknya mereka bergembira. Itu lebih baik daripada apa yang mereka kumpulkan” (QS.10:58)

 

……… Aaaaamiiiiin ………

Semoga bermanfaat ……

Salam dari Surga ………….


4 responses to “WAJAH MALAIKAT PENCABUT NYAWA

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: