MALAIKAT PENCABUT NYAWA

Image 

Pekerjaan rutin yang mengasyikan bagi saya adalah menyampaikan dongeng (cerita) pada anak-anak menjelang tidur malam. Budaya dongeng saya lestarikan dalam keluarga karena waktu saya kecil, hobi kedua orang tua saya menyampaikan dongeng pada anak-anaknya. Manfaatnya terpakai sampai sekarang. Dalam menghadapi masalah kehidupan selalu ada solusi dengan mudah karena terinspirasi cerita (dongeng) waktu kecil.

 

Anak bungsu saya, akhir pekan kemarin minta dongeng masalah malaikat pencabut nyawa.  Seperti biasa dalam menyampaikan dongeng saya menirukan gaya almarhum orang tua saya dengan ekspresi sesuai alur cerita. 

 

Pada jaman sebelum diciptakan manusia. Tuhan sudah menciptakan malaikat dan iblis. Kedua makhluk tersebut sangat taat beribadah pada Tuhan. Malaikat dan iblis tinggal dalam surga. Pada suatu saat Tuhan memberitahukan kepada malaikat dan iblis bahwa Tuhan akan menciptakan makhluk bernama manusia. Mereka diberi tugas untuk membantu manusia kalau sudah diciptakan-Nya.

 

Keadaan menjadi riuh sewaktu Tuhan menunjuk malaikat pencabut nyawa. Semua malaikat tidak mau diberi tugas mencabut nyawa manusia.

Tuhan bertanya kepada para malaikat, ”Haiii…. para malaikat…. kenapa kau tidak mau menerima tugas sebagai malaikat pencabutnyawa?”

Jawab malaikat, ”Manusia akan marah kalau aku cabut nyawanya tanpa ada alasan yang jelas, ya Tuhan…..”

Tuhan pun menjawab, ”Kalau itu alasanmu wahai Malaikat. Aku buatkan alasan yang tepat yaitu setiap kau mau mencabut nyawa manusia, Aku beri sakit atau kecelakaan manusia tersebut. Kalau manusia menerima dengan ikhlas atas sakit dan kecelakaan yang Aku berikan maka akan Aku kurangi dosanya. Dan jika dia berusaha untuk mencari obat (berobat) dengan tidak menyekutukan Aku maka Aku beri pahala. Setiap sakit yang Aku berikan pasti ada obatnya, kecuali mati.”

Dengan argumentasi yang tepat dari Tuhan, malaikat pencabut nyawa mau menerima tugasnya. Semua manusia itu pasti mati dan sebelum mati pasti sakit dahulu sebagai alasan menuju mati. Tidak ada manusia mati tanpa sakit.

 

Maka janganlah kau mengeluh jika sakit atau mengalami musibah. Sakit dan musibah yang kau alami adalah berkah pengurangan dosa dan pahala dari Tuhan. Jangan putus asa jika sakit tidak sembuh-sembuh, karena segala penyakit itu pasti ada obatnya kecuali mati, hanya mati yang tidak ada obatnya, begitu janji Tuhan.  Sakit itu hanya alasan Tuhan untuk menyabut nyawa manusia agar malaikat izro’il mantap, semangat dan tegas menjalankan tugasnya, sehingga jika kau sakit itu hanya alasan yang dibuat Tuhan untuk manusia karena hukum manusia itu adalah hukum kausalitas, yaitu ; sebab-akibat, maka ada sakit tentu ada mati. Jika mengalami sakit selalu ingatlah itu alasan Tuhan sebagai tanda cinta-Nya kepadamu untuk mengurangi dosa dan menambah pahala, dan juga bisa sebagai dekatnya kematian, sakit, musibah kecelakaan itu adalah jalan dan tanda saja agar manusia selalu siap dalam keadaan ujian apapun, selalu ingat Tuhan, sakit dan musibah itu bagaikan traffic light menuju pertobatan dan atau kematian.    

 

Nabi Ayub adalah contoh nyata yang selalu bisa menikmati ujian seberat apapun. Ayub adalah konglomerat pada jamannya, hartanya habis pailit menjadi sangat melarat, anaknya mati semua, istrinya meninggalkan dalam keadaan sakit parah, orang sekampungnya membuang Ayub ketengah hutan karena penyakitnya yang menjijikan. Ujian yang dia alami tetap disukurinya, tidak pernah Ayub mengeluh bahkan tidak pernah berdoa minta sembuh dari penyakitnya, doanya selalu ; Ya Tuhan semua kejadian dan penyakit yang aku derita ini adalah kehendak-Mu, semua kehendak dari-Mu pasti yang terbaik bagiku, apapun kehendak-Mu aku terima dengan bahagia, jangan sembuhkan aku kalau Kau tidak menghendaki, kuwajibanku hanyalah mencari obat, tidak berhak aku mencari kesembuhan, karena kesembuhan dan kekayaan maupun kemelaratan adalah kuasa-Mu, aku berserah diri kepada-Mu atas kehendak-Mu apapun yang Engkau putuskan saya selalu bersyukur dan bahagia…. Aaaaamiiiiin…..

 

Ayub berdoa dengan kepasrahan dan keihlasan total kepada Tuhan. Akhirnya Ayub sembuh sehat wal afiat, hanya karena mandi disumur yang ada dibelakang rumah gubuknya dipagi hari, atas perintah Tuhan. Dan Ayub kembali kaya raya istrinya pun kembali dan mempunyai anak lagi, semua yang dimiliki Ayub sebelum sakit dan pailit, dikembalikan berlipat-lipat oleh Tuhan, itulah bukti kebesaran Tuhan atas kesabaran dan syukur atas penderitaan sakit dan musibah yang dijalani dengan ihlas, sabar dan syukur. Ayub sangat yakin bahwa sakit dan musibah itu hanyalah alasan dari Tuhan untuk memperkuat keyakinan (iman) kepada-Nya. 

 

Siapa yang mengenal Allah, ia akan menyaksikan-Nya dalam segala sesuatu. Siapa yang fana dengan-Nya, ia akan lenyap dari segala sesuatu. Siapa yang mencintai-Nya, ia tidak akan mengutamakan selain-Nya.

 

……… Aaaaamiiiiin ………

 

 

Waktu sudah cukup malam untuk anak-anak maka sudah waktunya tidur. Jangan lupa berdoa sebelum tidur, anak bungsuku saaayaaang ……..

Dongeng saya tutup. Ternyata anak saya masih penasaran menanyakan wajah malaikat. Lalu saya jawab, ” Wajah malaikat pencabut nyawa bersambung di dongeng besuk malam…..”

 

Selamat mendongeng pada anak-anak Anda karena dongeng itu sistem pembelajaran dan penulisan dalam hati yang paling dalam bagi anak-anak dan akan bermanfaat sewaktu dia dewasa ….………..

Rumahmu adalah sekolahanmu, orang tuamu adalah gurumu…………..

 

 

Semoga bermanfaat ……

Salam dari Surga …………


2 responses to “MALAIKAT PENCABUT NYAWA

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: