RINGAN HATI UNTUK MEMBERI

Image

Berat sama dipikul ringan sama dijinjing. Pribahasa yang baik tersebut menggambarkan teamwork yang bagus dalam kebersamaan kerja. Rambut sama hitamnya, isi hati siapa yang tahu? Pribahasa yang satu ini menggambarkan bahwa isi hati seseorang tidak bisa diketahui oleh siapa pun kecuali oleh orang yang bersangkutan. Hati itu isinya ghaib. Bentuk fisiknya berupa segumpal daging. Tak seorang pun yang mengetahui isi hati dengan pasti kecuali diri sendiri.

 

Tuhan menciptakan hati dan menjadikannya sebagai raja. Sedangkan anggota badan berperan sebagai bala tentaranya. Jika raja baik maka tentara juga ikut baik. Nabi Muhammad bersabda, “Sesungguhnya di dalam tubuh ada segumpal daging yang jika baik, akan baiklah seluruh tubuh. Sebaliknya jika rusak akan rusaklah seluruh tubuh. Ketahuilah segumpal daging itu adalah hati.” 

Dari uraian diatas sudah jelas bahwa yang bisa merasakan ringan hati untuk memberi adalah diri sendiri. Dampak ringan hati bisa Anda lihat dari raut muka seseorang dan cara memberinya. Orang yang ringan hati untuk memberi pasti berwajah ceria, tidak mudah menghina orang lain, sabar dan mudah bersyukur. Itulah dampak dari ringan hati untuk memberi. Orang yang ringan hati juga tidak suka memamerkan pemberiaanya pada orang lain. Dia tidak memikirkan pemberiannya apa lagi diceritakan kepada orang lain. Nabi bersabda “tangan kanan memberi, tangan kiri tidak tahu.” Pemberian yang dirahasiakan tersebut bermaksud menghormati si penerima. Barangsiapa yang menghormati orang lain pasti dirinya akan dihormati. Itulah hukum Tuhan. Siapa yang menanam dia akan memanen. 

 

Bahasa populer ringan hati untuk memberi adalah sedekah. Bersedekah secara sembunyi-bunyi tanpa diketahui orang lain menyebabkan hati menjadi bercahaya dan terasa ringan di dalam dada. Sehingga berdampak pada raut muka yang ceria dan bahagia. Mau banyak rejeki dan awet muda? Ringan hatilah dalam memberi atau bersedekah.  

Ringan hati untuk memberi itu dampaknya tidak bisa dihitung secara matematis karena gerakan hati yang ikhlas. Dalam pemberiannya pun sering tergerak karena merasa senang, cinta, kasih, sayang atau iba. Kalau Anda menghitung-hitung pemberian itu namanya promosi. Dua-duanya baik. Memberi dalam bentuk promosi itu adalah ringan pikiran untuk memberi. Kalau memberi dalam bentuk sedekah adalah ringan hati untuk memberi. 

Sedekah atau berpromosi. Dua-duanya baik dan bermanfaat untuk orang lain hanya berbeda tujuannya yaitu meringankan hati atau meringankan pikiran.

Sedekah ringan hati untuk memberi, kuncinya adalah ihlas yaitu memberi tidak merasa berkurang, maka hati Anda akan ringan tidak mengungkit-ungkit yang sudah Anda berikan.

 

Ilustrasi :

Ibrahim adalah nabi yang paling cerdik, berdebat dengan raja Namrut hanya dibuat gurauan saja sudah menang, karena semua itu harus mempunyai prinsip yang logis dan analogis yang jelas, Ibrahim menguasai keduanya maka setiap ucapannya adalah ilmu yang bermanfaat ada nilai sedekahnya, yaitu memberi pengetahuan pada kawan bicaranya, setiap memberi pengetahuan Ibrahim tidak merasa kehilangan Ilmu, itulah sedekah yang paling ringan namun berpahala, senyum dan silaurohim adalah sedekah.

 

Ibrahim mempunyai kebiasaan yang tidak umum yaitu kalau dia makan selalu mencari kawan untuk diajak makan, entah kawan lama ataupun kawan yang baru kenal saat itu. Bahasa sekarang adalah traktir (menjamu) atau entertain, pada usianya yang sudah tua Ibrahim tetap sehat, ceria pandai, cerdik tentu bermanfaat bagi orang lain. Ibrahim seharusnya sudah habis kontrak hidupnya atau sudah waktunya mati, namun karena dia ahli sedekah Tuhan selalu menunda kematiannya. Malikat pencabut nyawa setiap mendatangi Ibrahim untuk mencabut nyawanya, Ibrahim selalu berargumentasi yang logis sehingga malaikat kembali lagi kesurga untuk menunda pencabutan nyawanya.

Karena berkali-kali Ibrahim minta ditunda kematiannya, padahal phisiknya sudah payah untuk mengimbangi ruh nya, maka malaikat pencabut nyawa  tidak kalah cerdik.

Pada suatu saat Ibrahim mau makan tidak punya kawan, dirumahnya sepi dia lagi sendirian padahal waktu makan siang sudah tiba, Ibrahim keluar rumah  berdiri dipinggir jalan mencari orang yang lewat untuk diajak makan bersama. Tepat saat itu malaikat segera muncul dari ujung jalan menyamar jadi orang yang tua renta membawa tongkat untuk menyangga badannya berjalan tertatih-tatih, berjalan melewati Ibrahim. Spontan Ibrahim memanggilnya…. hai kakek tua maukah kau menemaniku makan siang ?! Malaikat menjawab ; terimakasih atas kebaikanmu bersedekah makan siang, seharian saya belum makan…!!!

 

Mereka berdua makan siang bersama dirumah Ibrahim, waktu makan kakek tua sang malaikat pura-pura kesendak dan ekspresinya nampak sangat kesakitan seperti mau mati, Ibrahim menolongnya dengan tergopoh-gopoh khawatir dengan tamunya si kakek tua. Akhirnya si kakek tertolong untuk hidup, Ibrahim pun bertanya, kakek umurnya berapa ?!

Kakek si malaikat menjawab ; saya seusiamu sudah payah saya hidup menunggu kematian tidak datang-datang !!!

 

Malamnya Ibrahim berdoa pada Tuhan siap untuk menerima kematian karena melihat kakek tua seusia dia sangat kepayahan menghadapi kematian. Malam itu juga malaikat pencabut nyawa datang untuk mengambil nyawa Ibrahim dengan khimad dan nikmat, kematiannya happy end (khusnulkhotimah) bisa negosiasi kematian dengan Tuhan karena pahala sedekahnya, ringan hati untuk memberi…..    

 

Hanya orang bodoh yang meremehkan  wirid (mengingat Tuhan). Limpahan karunia-Nya terus ada hingga negeri akherat, tetapi wirid terhenti dengan selesainya dunia.

Maka dari itu, yang paling perlu mendapat perhatian adalah yang tidak ada gantinya di akherat yaitu wirid.

Allahlah yang menuntut wirid darimu, sedangkan engkau yang menuntut karunia dari-Nya. Oleh karena itu, sungguh jauh perbedaan antara apa yang Dia tuntut darimu dan apa yang kau tuntut dari-Nya.

 

Datangnya bantuan Allah sesuai dengan tingkat kesiapan, dan terbitnya cahaya sesuai dengan kadar kejernihan jiwa.

(Ibnu Atha’illah)

 

 

……… Aaaaamiiiiin ………

 

 

 

Semoga bermanfaat …..

Salam dari Surga ………….


2 responses to “RINGAN HATI UNTUK MEMBERI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: