MEMAKNAI KEBAHAGIAAN

Image

Bahagia itu terletak di hati, bukan di logika. Namun hati terasa bahagia jika mendapat masukan berita menyenangkan dari logika.

Banyak orang terjebak pada kata-kata yang sulit diartikan oleh logika misalnya bahagia, sejahtera, senang, cinta, sedih, sengsara, pedas, manis, asin, asam dan sebagainya, kata-kata tersebut susah diartikan dengan pasti hanya bisa dianalogikan saja. Cinta apa arti pastinya ? susahkan !

Kalau dianalogikan mudah dimengerti, misalkan cinta itu apa ? cinta itu seperti Romeo-Yuliet, seperti Rama-Shinta, seperti Sampek-Ingthai, mudahkan dimengerti tapi susahkan diartikan, karena cinta itu naluri atau perasaan bukan logika, naluri itu adanya dihati.

Bahagia itu juga naluri yang ada di hati. Oleh karena itu latihlah naluri anda untuk mudah menerima perasaan positif untuk dimasukan kelogika, seperti perasaan bahagia, senang, cinta dan sejahtera, pasti hidup Anda akan sehat dan bahagia. Sebaliknya, kalau anda terbiasa memasukan naluri negatif pada logika, pasti hidup Anda akan sengsara.

 

Saya mempunyai kiat hidup bahagia yang mudah diterapkan oleh siapa pun. Sampai saat ini saya sangat bahagia setiap hari, baik punya uang maupun hutang tetap bahagia, dapat berkah maupun musibah tetap bahagia.  

Kiatnya adalah masuk kan ke logika Anda bahwa semua kejadian yang Anda alami adalah positif. Kalau belum bisa memasukan ke logika segala kejadian yang Anda alami adalah positif, berilah toleransi maksimal 30 menit.  Sebab pandangan sedih akan mengotori logika anda. Kiat saya ini tentu ada dasarnya yang kuat dan pasti, yaitu ;  sesuai firman Tuhan  ”Aku beri hamba-Ku yang terbaik bagi-Ku”  dengan tegas Tuhan menyampaikan janji-Nya bahwa segala kejadian yang kita alami adalah pemberian Tuhan yang terbaik. Maka kita harus yakin dan menyesuaikan persepsi yang benar tersebut dengan logika kita, karena kadang-kadang pemberian Tuhan yang terbaik tersebut kurang menyenangkan. 

 

Pada tahun 2007 saya kehilangan anak yang sangat tercinta usia 15 tahun, pada waktu meninggal tentu saya sangat sedih bahkan protes pada Tuhan kenapa yang masih muda Kau ambil ? Tidak saya saja sebagai bapaknya yang sudah lebih lama menikmati dunia ? Tentu Tuhan tidak menjawab karena Tuhan sudah menurunkan jawaban kehidupan didunia dan akherat yang sangat lengkap yaitu kitab suci. Salah saya tidak pernah baca detail hanya asal baca untuk mengisi waktu luang saja. Pada waktu yang tidak disangka-sangka saya baca kitab suci dengan khitmat (concern) berikut arti dan tafsirnya, saya temukan firman-Nya  ”Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai kemampuannya” (QS.2:286)  . Dan satu firman lagi  ”Aku beri hamba-Ku yang terbaik bagi-Ku” .

Terjawablah kesedihan dan protes yang saya teriakan kepada-Nya, jawaban dan petunjuk-Nya pasti ada jika kita selalu rutin dan concern membaca kitab suci dengan hati yang tenang dan pikiran yang terang. Tuhan selalu memberi kepada hamba-Nya yang terbaik, namun yang terbaik dari Tuhan kadang kurang menyenangkan bagi hamba-Nya, maka bersabar dan yakinlah dengan janji Tuhan, bahwa semua kejadian didunia itu hanyalah ujian bagi hamba untuk menguji kekuatan iman kepada-Nya.

 

Budayakan prasangka baik dalam segala kejadian pemberian Tuhan, maka anda menemukan Makna Kebahagiaan.  Bahagia itu urusan yang sangat pribadi dalam diri dan keluarga. Bahagia tidak bisa diukur dengan materi. Bahagia bukan milik orang kaya juga bukan milik orang miskin. Bahagia milik semua manusia yang pandai bersyukur atas segala kejadian dan berterima kasih kepada Tuhan.

 

”Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami melakukan kesalahan. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebani kami dengan beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tidak sanggup kami memikulnya.

Maafkanlah kami, ampunilah kami, dan rahmatilah kami. Engkaulah pelindung kami, maka tolonglah kami menghadapi orang-orang kafir” (QS.2:286)

 

Agar ujian terasa ringan, engkau harus mengetahui bahwa Allahlah yang memberi ujian. Dzat yang menetapkan baragam takdir atasmu adalah Dzat yang selalu memberimu pilihan terbaik.

 

”Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu ; Allah mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui” (QS.2:216)

 

……… Aaaaamiiiiin ………

 

 

 

Semoga bermanfaat …..

Salam dari Surga …………

 


One response to “MEMAKNAI KEBAHAGIAAN

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: