MENGELOLA RASA RISAU

Image

Setiap manusia yang hidup di dunia ini pasti memiliki rasa risau. Kerisauan tersebut muncul ketika manusia merasa khawatir harapannya tidak dapat tercapai atau ketika manusia belum mendapatkan sesuatu yang dia inginkan. Akibatnya hatinya menjadi risau dan pikirannya menjadi galau. Hal tersebut dapat menekan pikiran dan menimbulkan stres.

Rasa risau bisa kita ubah menjadi kekuatan pikiran yang dahsyat dengan cara memakai sistem “berpikir positif “. Caranya mudah sekali yaitu hanya merubah pola pikir dari tertekan menjadi terlepas bebas.

Contoh :

Anda seorang pengusaha yang akan mendapat proyek besar. Namun ada beberapa pesaing yang harus Anda kalahkan dalam tender tersebut. Pikiran dan perasaan Anda pasti risau karena berpikir kalau proyek tersebut tidak akan Anda dapatkan.

Ubah pola pikir Anda. Jangan berpikir Anda kalah tender. Berpikirlah Anda memenangkan tender. Segera persiapkan administrasi Anda secara teliti dan sedetail mungkin. Jangan lupa berdoa khusus untuk proyek yang Anda harapkan. Doa Anda akan terkabul jika disertai penuh rasa harap, rasa takut dan rasa cinta pada Tuhan. Jangan rasa harap, rasa takut dan rasa cinta pada proyek.

Semua rasa itu sesungguhnya berawal dari logika. Oleh karena itu budayakan berpikir positif agar Anda menjadi sabar, tenang, syukur dan beruntung. Jika Anda terbiasa berpikir negatif, maka Anda akan stres dan celaka. Rasa risau timbul karena pola pikir Anda tidak beraturan yaitu antara pikiran positif dan negatif bermunculan secara acak (random). Ubahlah pola pikir Anda agar tersistem secara beraturan. Ketika pikiran negatif muncul, segera tutup dengan pikiran positif. Berilah porsi pikiran negatif 25% saja, sedangkan pikiran positif 75% sehingga Anda masih beruntung 50% pikiran optimis atau positif. Kelolalah selalu pikiran positif dan negatif tersebut karena kita tidak mungkin bisa menghilangkan pikiran negatif. Ubahlah porsi pikiran negatif 25% tersebut dengan kata waspada, sehingga kewaspadaan tersebut akan memunculkan kreativitas pada pikiran positif anda.

Dengan pola pikir seperti di atas, maka rasa risau bisa menjadi kekuatan pikiran yang dahsyat.

Manusia tidak akan bisa menghilangkan pikiran negatif dan juga tidak akan bisa membuang pikiran positif, karena dua mahluk negatif dan positif tersebut ciptaan Tuhan yang sudah ditaruh dalam hati manusia. Sumber pikiran itu ada didalam hati, maka Tuhan telah berfirman bahwa semua pikiran dan kegiatan manusia itu berawal dan tergantung niat dari hati, niatnya itulah yang Aku nilai dan penentu manusia mau kearah hancur atau sukses, semua tergantung niatnya.  Negatif itu sering disebut penjerumus atau setan dan positif itu disebut petunjuk atau malaikat, setan diciptakan Tuhan dari api, malaikat dari sinar. Api itu panas merusak, sinar itu terang tidak ada rasa panas maupun dingin dan selalu bermanfaat karena menerangi tanpa menghancurkan. Kedua mahluk tersebut ditaruh Tuhan dalam hati yang sering disebut juga Ruh atau jiwa yang membuat raga manusia bisa hidup, raga bisa berbuat jahat dan juga bisa berbuat baik tergantung manusianya mengelola dua mahluk yang ada didalam hatinya. Kalau manusia dikuasai mahluk dalam hati yang bernama setan atau api maka dia akan berbuat jahat, pemarah, sombong, tamak dan lain-lain perbuatan tidak terpuji akhirnya stres dan merusak diri sendiri maka rugilah manusia itu, begitu juga sebaliknya.

Risau itu juga ulah api setan dalam hati maka sinar malaikat harus segera Anda mainkan untuk memerangi api setan.

Bagaimana mengelola sinar malaikat ?

Mudah… taatlah pada pencipta api setan dan sinar malaikat yaitu Tuhan, ketaatan sudah ditetapkan pada regulation kehidupan yaitu kitab suci dari Tuhan, yang inti ajarannya adalah ber ahlaq (kelakuan) baik, menghormati sesama manusia, rendah hati, tidak sombong, tidak tamak, tidak maksiat, tidak bohong dan lain-lain menjauhi kelakuan yang tidak terpuji. Semua perbuatan tidak terpuji itu adalah ranah kekuasaan api setan, maka hindarilah agar Anda tidak risau.

Selamat mengelola kerisauan menjadi kekuatan pikiran. Jaminan Anda tidak stres dan hidup Anda bahagia sejahtera.

Alam ini lahirnya berupa tipuan, sedangkan batinnya berupa pelajaran. Nafsu melihat kepada lahirnya yang menipu, sedangkan kalbu (hati) melihat kepada batinnya yang menjadi pelajaran.

Dia memberimu kelapangan agar kau tidak terus berada dalam kesempitan. Dia memberimu kesempitan agar kau tidak terus berada dalam kelapangan.

Dia mengeluarkanmu dari kelapangan dan kesempitan agar kau tidak bergantung kepada selain-Nya.

(Ibnu Atha’illah)  

 

 

 

……… Aaaaamiiiiin ………

Semoga bermanfaat …..

Salam dari Surga …………


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: