TAKTIS DI SAAT KRITIS

Image

Suatu masalah yang hampir tidak bisa ditangani atau tidak mendapatkan solusi disebut kritis. Namun jangan putus asa dalam menghadapi masalah yang berada di titik kritis. Tetaplah berusaha dan berpikir dengan tenang. Tuhan pasti akan memberi jalan keluar.

 

Kisah air zam-zam berikut bisa menjadi contoh sikap taktis di saat kritis:

Suatu ketika Ibrahim meninggalkan istri dan anaknya yang masih bayi, Hajar dan Ismail, sendirian di pegunungan padang pasir Makah. Pada suatu hari Ismail menangis minta susu pada ibunya. Pada saat itu payudara Hajar tidak mau mengeluarkan susu seperti hari-hari sebelumnya. Hajar tentu panik karena ismail kehausan dan tangisannya semakin meraung-raung. Di tengah padang pasir tersebut tidak ada sumber air. Dalam kepanikan, Hajar menurunkan Ismail dari gendongannya dan menaruhnya di pasir. Hajar lalu menuju ke atas bukit Safa. Dia berlari mondar-mandir antara bukit Safa dan Marwa sambil berteriak minta air. Hajar berharap ada orang lewat di sekitar bukit Safa-Marwa. Hajar terus berlari mondar mandir antara bukit Safa-Marwa hingga tujuh kali dengan harapan kuat tanpa putus asa. Dia juga terus berdoa meneriakan kebutuhannya yaitu air.

Ketika tepat ke tujuh kali Hajar mondar-mandir antara bukit Safa dan Marwa, tangisan Ismail dari bawah bukit terdengar semakin keras. Ismail juga memukul-mukulkan kakinya. Setelah melihat kejadian tersebut Hajar lalu turun dari bukit mendekati ismail. Ketika berada di dekat ismail, Hajar sangat terkejut sebab di dalam tanah yang dipukul dengan kaki Ismail terdengar suara air gemericik. Dia segera membongkar tanah tersebut dengan tangannya. Lalu keluarlah air bersih melimpah dari dalam tanah hingga meluber kemana-mana. Hajar berteriak kegirangan, “Zam-zam… zam-zam….” yang artinya kumpul-kumpul (maksudnya air yang melimpah tersebut agar berkumpul tidak meluber).  

Air tersebut sampai sekarang masih meluber walaupun berjuta-juta orang mengambilnya. Air tersebut dinamakan air zam-zam.

 

Kita bisa mengambil hikmah dari kisah air zam-zam tersebut sebagai berikut:

Dalam keadaan sekritis apapun, janganlah panik. Berdoalah kepada Tuhan. Dia pasti akan memberi solusi. Solusi dari Tuhan datang dengan tepat namun solusi tersebut seringkali di luar tempat kita berusaha. Sepeti Hajar mencari air sambil berteriak dan lari mondar mandir antara bukit Safa-Marwa, namun Tuhan memberi air tidak di atas bukit tapi dari bawah bukit tempat Ismail ditaruh.

Artinya kita wajib berusaha dengan bersungguh-sungguh. Namun belum tentu kita mendapat hasil atau rejeki dari tempat kita berusaha. Jadi serahkanlah urusan kita kepada Tuhan karena hanya Tuhan yang bisa menentukan kita mendapat rejeki atau tidak. Selalu berdoa dan berusaha itulah yang disebut taktis di saat kritis.

 

 “Jangan menuntut Tuhan lantaran permintaanmu terlambat dikabulkan.

Namun tuntutlah dirimu lantaran terlambat melaksanakan kewajiban”

 

“Ketika secara lahir Allah menjadikanmu ta’at melaksanakan perintah dan secara batin menganugerahkan sikap pasrah kepada-Nya, berarti Dia telah melimpahkan nikmat yang besar kepadamu”

 

………Aaaaamiiiiin………

 

 

 

Semoga bermanfaat …..

Salam dari Surga……….

 

 


2 responses to “TAKTIS DI SAAT KRITIS

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: