MENTAL BORDER

 

 

 

Image

Suatu border atau pagar bisa menjadi penghalang sekaligus pengaman. Masalahnya tinggal apa yang diborder. Kalau yang diborder adalah mental, pastilah merugi karena bisa membatasi perkembangan mental itu sendiri. Memborder mental ibarat membonsai mental. Hal tersebut menyebabkan mental menjadi kerdil. Akibatnya manusia setiap mau bergerak tidak bisa optimal.

 

Penyebab utama mental border adalah banyak orang tua yang membuat peraturan ketat untuk anaknya yang masih kecil. Peraturan tersebut berupa larangan dan kekhawatiran yang penuh dengan punish tanpa reward sehingga mental menjadi penuh keraguan dan ketergantungan terhadap orang lain. Misalkan waktu kecil orang tua sering menakut-takuti anaknya sebagai berikut:

“Jangan main di tempat gelap ada setan.”

“Jangan nakal nanti ditangkap polisi.”,

“Jangan minum es nanti sakit disuntik pak dokter.”

“Jangan main panjat pohon nanti jatuh.”

dan lain-lain.

Larangan yang sering dikeluarkan dengan kata “jangan begini” dan “jangan begitu” berdampak negatif pada mental anak. Larangan tersebut mengakibatkan anak menjadi tidak kreatif dan inovatif serta selalu ragu dalam bertindak.

 

Semua orang sukses masa kecilnya pasti terbebas dari kata-kata yang bersifat larangan sehingga mentalnya tidak pernah ragu. Mental kalau dibebaskan secara otomatis bisa memproteksi diri sendiri jika ada ancaman. Contoh orang sukses yang ketika masih kecil mentalnya bebas dari larangan-larangan yang menakutkan yaitu Bob Sadino (Kem Chick), Lim shio long (Indofood), Latief (Sarinah Jaya), Tommy Winata (Grup Artha Graha) dan masih banyak orang sukses lainnya yang masa kecilnya bebas tanpa banyak larangan.

 

Saya sendiri waktu kecil tidak ada peraturan dan larangan yang ketat dari orang tua. Peraturan ketat hanya diterapkan terhadap masalah agama saja. Itupun tidak ditakut-takuti masuk neraka. Sejak masih muda, saya sudah memiliki hobi mencari uang. Sewaktu saya bangkrut atau tertipu, orang tua selalu mengatakan, “Sudah jangan dipikirin, cari lagi sana. Dipikirin juga uangnya tidak bakal kembali. Tuhan memberi rejeki bukan dari pikiran negatif, tapi dari pikiran positif. Segeralah berusaha.”

 

Kalau saya sedang sedih karena tertipu waktu masih muda dulu, saya biasanya mengurung diri di dalam kamar dan berdoa terus-menerus. Bapak saya selalu mendatangi saya di dalam kamar dan berkata, ”Tuhan tidak akan menurunkan hujan emas karena doa. Tuhan memberi rejeki dari doa dan usaha. Jangan hanya berdoa dan menyesal seperti tidak ber-Tuhan. Kalau di rumah saja kamu tidak akan bisa mendapatkan peluang. Masih beruntung kamu yang ditipu daripada yang menipu.”

Ibu saya juga selalu menyemangati dengan kata-kata, “Sabar….. Tuhan mencintai orang yang sabar. Kamu mencintai Tuhan apa mencintai harta? Kalau mencintai Tuhan harus sabar.”

 

Kata-kata pencerahan, motivasi dan solusi dari orang tua sangat menginspirasi saya selamanya. Kata-kata tersebut adalah modal hidup saya. Setiap menemui masalah saya tidak pernah panik karena mental saya sudah dibentuk oleh orang tua sejak kecil.

Terima kasih bapak dan ibu. Engkau sukses dalam mendidik anakmu ini. Namun anakmu ini masih belum sukses. Anakmu sukses kalau berhasil mendidik cucumu seperti engkau mendidik anakmu ini.

Saya yakin Anda bisa melepas border yang ada dalam diri sehingga mental Anda menjadi bebas dan produktif. Sering-seringlah membaca biografi orang sukses. Hindari membaca novel yang cengeng dan horror. Novel itu hasil dari mimpi pengarangnya. Sedangkan biografi bersumber dari pengalaman atau kisah nyata orang sukses. Kalau menonton TV, pilihlah acara yang menghibur dan mendidik. Jangan melihat acara horor, menegangkan dan menyedihkan. Hindari sinetron-sinetron cengeng. Mental Anda bisa terpengaruh dari apa yang Anda lihat dan dengar. Mulailah melihat dan mendengarkan acara yang menghibur dan mendidik. Pasti mental Anda akan terbebas dari border yang menghalangi Anda menuju kesuksesan.

”Jangan biarkan masa lalu mengontrol masa kini dan masa yang akan datang” (Anthony Robbins)

 

Untuk menuju kehidupan sukses, bahagia, sejahtera, Lepaskan mental border Anda sekarang juga.

 

”Sesungguhnya permulaan itu bagaikan cermin yang memperlihatkan akhir. Siapa yang awalnya selalu bersandar pada Allah, pasti akhirnya akan sampai kepada-Nya”

 

”Siapa yang yakin bahwa Allah menyuruhnya melakukan ibadah, pasti ia bersungguh-sungguh menghadap kepada-Nya. Siapa yang mengetahui bahwa segala urusan itu ditangan Allah, pasti bulatlah tawakalnya kepada-Nya ”

(Ibnu Atha’illah)

 

 

…….Aaaaamiiiin……

 

 

 

 

Semoga bermanfaat …..

Salam dari Surga ………….


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: