SEDERHANA

 

Image

Sederhana tidak ada kaitannya dengan kaya atau miskin. Sederhana kaitannya dengan sabar dan syukur yang berdampak kepada ketenangan dan kebahagiaan hidup. Sederhana bukan miskin maupun pelit. Sederhana adalah mengelola harta dengan tepat serta membelanjakan harta sesuai kebutuhan bukan sesuai keinginan. Manusia panik karena hidupnya tidak pernah bisa menghentikan keinginannya. Hanya orang yang bisa hidup sederhana saja yang bisa menghentikan keinginannya sehingga mereka bisa hidup dengan tenang dan bahagia.

 

Keinginan itu hiasan hidup !!!

Kebutuhan itu hakekat hidup !!!

 

Utamakan hakekat hidup daripada hiasan hidup. Semakin banyak hiasan hidup maka semakin panik dan berbohong pada diri sendiri karena hiasan hidup itu tidak hakiki dan selalu berganti di setiap musim. Hakekat hidup itu hakiki dan tidak pernah berganti karena musim. Seperti disabdakan Nabi Muhammad: ”Makanlah sebelum lapar dan berhentilah makan sebelum kenyang”. Sabda tersebut menyarankan hidup sederhana yang seimbang, tepat guna dan tepat waktu. Dijamin hidup Anda sehat, sejahtera dan bahagia.

 

Keinginan itu penjerumus utama dalam kehidupan. Orang ingin kaya berdampak korupsi, mencuri, menipu dan mengambil hak orang lain. Orang ingin tahta atau jabatan berdampak curang dan kolusi. Orang ingin wanita berdampak bohong dan zina. Keinginan bermula dari angan-angan. Nabi Muhammad berpesan  ”Janganlah berangan-angan panjang karena angan-angan panjang itu milik setan”. Agar tidak terjerumus angan-angan hiduplah sederhana, tepat guna, tepat waktu dan sesuai kemampuan jangan hidup sesuai keinginan.

 

Sederhana merupakan awal kesuksesan. Pedagang tidak akan sukses jika tidak bisa hidup sederhana. Seorang pedagang yang tidak sederhana akan pailit karena besar pasak dari pada tiang. Cash out lebih besar dari cash in.

 

Saya pernah terjerumus dalam hidup kemewahan meninggalkan kesederhanaan, sewaktu saya bekerja diperusahaan multi nasional, dengan karir yang cukup bagus tentu fasilitas melimpah, lupa bahwa fasilitas tersebut diperuntukan sebagai alat pelengkap kerja supaya concern dalam mengejar target yang bebankan perusahaan kepada saya. Namun karena ketamakan maka goodbye sederhana, hidup saya bergaya borju alias sok kaya. Target perusahaan tercapai namun pola pikir dan pola hidup saya berubah tidak mengenal kata sederhana, seperti serba bisa dalam segala urusan materi lupa akan hak simiskin dan yatim piatu, isi otak hanya materi matematis loss and profit. Kesombongan yang membutakan hati mendorong saya keluar dari perusahaan dengan hitungan matematis, saya akan lebih kaya kalau bekerja sendiri keluar dari perusahaan. Sungguh lupa bahwa diperusahaan segala kebutuhan disiapkan, setelah saya keluar dan berusaha sendiri tentu kepailitan sudah menghadang didepan saya karena fasilitas yang serba ada dari perusahaan tak ada lagi, semua harus saya biayai sendiri. Akibatnya saya pailit menjadi manusia termiskin dilingkungan saya, dengan kejadian itu baru sadar bahwa penjerumus utama adalah meninggalkan kesederhanaan lupa akan Tuhan. Saya sangat bersukur atas kepailitan tersebut ada berkah Tuhan yang melimpah, saya jadi ingat firman Tuhan, bahwa harta yang saya miliki pasti diminta pertanggung jawaban waktu nanti masuk pintu kubur. Firman-Nya; ”bagaimana kau mencari harta dan bagaimana kau membelanjakannya”  

 

Terimakasih Tuhan-Kau memberi hidayah (petunjuk) kepadaku sehingga hidupku menjadi normal sesuai regulation-Mu, selamat tinggal mahluk yang bernama kesombongan penjerumus utama karena dunia yang selalu menjanjikan harta sehingga aku lupa hak simiskin, yatim, janda tua, kerabat yang kurang mampu, musyafir penuntut ilmu.

 

Terimakasih Tuhan….. ternyata sederhana itu bukan miskin, sederhana itu kaya dengan kehidupan secukupnya, tepat guna dan tepat waktu dalam mencari dan membelanjakan harta.

 

”Siapa yang merasa tidak mungkin diselamat Allah dari syahwatnya dan dikeluarkan-Nya dari kelalaiannya, berarti menganggap lemah kuasa Ilahi, padahal Allah Mahakuasa atas segala sesuatu” (QS.18:45)

 

”Jangan sampai nikmat yang berlimpah membuatmu lalai dalam menunaikan kewajiban bersyukur karena hal itu dapat merendahkan harga dirimu”

(Ibnu Atha’illah)

 

 

……..Aaaaamiiiin…….

 

 

 

Semoga bermanfaat …..

Salam dari Surga………….


4 responses to “SEDERHANA

  • Herry triono

    betul sekali Gus,seringkali kita terjebak dengan KEINGINAN(hiasan hidup) bukan KEBUTUHAN(hakekat hidup),sehingga sering lupa dengan kesederhanaan yg menyebabkan hidup kita tidak tenang(kemurungsung nek wong jowo bilang he he) dan sering kali kurang ber syukur dengan apa yg sudah kita terima dari ALLAH,terima kasih sudah diingatkan Gus,wassalam…..

  • TINA JALAL

    Setuju gus Syam….
    Wlpn “sederhana” itu mudah diucapkan sangat sulit dijalankan…..
    Gus Syam…. Sederhana Itu bertingkat2 kah ? Kalau menurut saya sederhana blom tentu mnrt orang lain juga sederhana…. Apakah betul seperti itu ? Matur suwun…..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: