EMOSI

Image

 

Perasaan yang miring adalah perasaan yang labil. Miring ke kiri marah, miring ke kanan senang, kembali miring ke kiri benci, miring ke kanan cinta. Tidak stabilnya perasaan itulah namanya emosi.

Orang yang emosional sangat merusak lingkungan dan pergaulan. Suasana nyaman berubah menjadi kacau. Orang yang emosional subjektivitasnya sangat tinggi sehingga dalam menentukan suatu pilihan berdasarkan suka atau tidak suka tergantung perasaannya.

 

Bisakah emosi itu dihilangkan?

Emosi tidak bisa dihilangkan karena itu pemberian Tuhan satu paket dengan perasaan. Yang bisa dilakukan adalah mengelola emosi sehingga Anda dapat menahan emosi. Alat penahan emosi adalah logika yang bisa membuat Anda obyektif serta mampu menahan emosi. Obyektifitas diperoleh melalui pendidikan dan pengetahuan. Oleh karena itu mayoritas orang berpendidikan dan berpengetahuan tidak emosional. Mereka bisa menahan emosinya. Jika marah hanya merah mukanya. Sedangkan orang yang tidak berpendidikan dan tidak memiliki pengetahuan jika marah mengumpat dan mengeluarkan kata-kata kasar maupun kotor. Bahkan mereka tidak segan memukul dan merusak apa saja yang ada didekatnya.

 

Kelolalah emosi agar Anda bisa sukses dalam hidup. Jangan berharap Anda bisa menghilangkan emosi. Nabi Muhammad selalu berpesan jangan marah dan bersabarlah. Namun beliau pun pernah emosi yang menyebabkan keputusannya tidak tepat sehingga ditegur oleh Allah. Kisah subyektif (emosi) Nabi Muhammad tersebut diabadikan oleh Allah dalam Al-Qur’an surat Abasa.

 

Pada suatu ketika Nabi Muhammad menerima tamu pemuka-pemuka kafir Quraisy dan berbicara dengan mereka. Beliau mengharapkan agar mereka masuk Islam. Pada saat itu datanglah Ibnu Ummi Maktum, seorang sahabat yang buta dan miskin, mengharap agar Nabi Muhammad membacakan kepadanya ayat-ayat Al-Qur’an yang telah diturunkan Allah. Tetapi Nabi Muhammad bermuka masam serta memalingkan muka – menahan emosi – dari  Ibnu Ummi Maktum yang buta itu. Lalu Allah menegurnya (Allah menurunkan surat Abasa sebagai teguran atas sikap Nabi Muhammad terhadap Ibnu Ummi Maktum).

 

Kisah tersebut menguatkan bahwa emosi itu tidak bisa dihilangkan maka wajib dikelola. Jika Anda mau sukses, kendalikan emosi dengan logika karena sifat emosi itu selalu miring. Hanya dengan logika yang terlatih emosi akan lurus. Maka luruskan perasaan Anda dengan logika untuk mengendalikan emosi.

Emosi adalah makhluk buas. Pawangnya adalah logika. Jinakkan emosi dengan sikap sabar dan syukur pasti Anda akan sukses dan surplus.

 

Alam ini lahirnya berupa tipuan, sedangkan batinnya berupa pelajaran.

Diri (nafsu)melihat kepada lahirnya yang menipu, sedangkan kalbu melihat kepada batinnya yang menjadi pelajaran.

 

Tuhan memberimu kelapangan agar kau tidak terus berada dalam kesempitan.

Tuhan memberimu kesempitan agar kau tidak terus berada dalam kelapangan.

Tuhan mengeluarkanmu dari kelapangan dan kesempitan agar kau tidak bergantung kepada selain Tuhan.

 

 

..…..aaaammiiin………

 

 

 

Semoga bermanfaat ……..

Salam dari Surga………..

 

 

 

 


2 responses to “EMOSI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: