Hidayah Dari Kisah : MANJURNYA DOA NABI IDRIS

Image

 

EPISODE.1.

Tuhan berfirman :

 

“…..ceritakanlah, hai Muhammad kepada mereka kisah Idris didalam Al-Quran. Sesungguhnya dia adalah seorang yang sangat membenarkan dan seorang nabi. Kami telah mengangkatnya ke martabat yang tinggi” (QS.19:56-57)

 

Idris adalah kakek ayahnya nabi Nuh, nama Idris didalam Kitab Taurat adalah Ukhnukh. Dia dinamai “Idris” karena banyak mempelajari kitab-kitab Tuhan dan hikmah-hikmah-Nya. Idris adalah orang yang pertama kali menulis dengan pena. Dia adalah seorang penjahit dan orang yang pertama kali menjahit pakain. Dikatakan bahwa Tuhan mengajarkan kepada Idris ilmu nujum, hisab, dan ilmu perbintangan (astronomi) dan itu merupakan mukjizat bagi Idris. (Sayid Ni’matullah Al-Jazairi)

 

Nabi Idris tinggal disuatu Negara yang rajanya sangat kejam, sudah suatu budaya bangsa kerajaan pada jaman dahulu bahwa sang raja menuhankan dirinya, rakyat harus tunduk dan menyembahnya. Idris sebagai nabi tentu tugas pokoknya adalah meluruskan masalah ketuhanan yang tauhid yaitu ;

“Tuhan itu Esa hanya satu dan tunggal tidak ada yang menyamai-Nya. Tuhan tempat meminta segalanya. Tuhan tidak beranak dan tidak pula diperanakan. Dan tidak ada sesuatu yang setara dengan Dia” (QS.112:1-4)

 

Raja Azariqah (kaum musrik penyekutu Tuhan) yang kejam namun santun peringainya tersebut sebenarnya tidak layak jika dia itu menjadi manusia kejam, sungguh sang raja sebenarnya baik hati dan santun kepada rakyatnya, kekejamannya karena pengaruh dari istrinya yang cantik molek nan sexy serasi dengan sang raja yang ganteng gagah tinggi kekar tipikal laki-laki sejati. Kekejaman sang raja karena istrinya yang serakah nan matrik walaupun kaya raya penguasa dan menuhankan dirinya namun berhati iblis maka tidak mengenal belas kasihan, yang memberi pangkat tuhan suaminya adalah istrinya. Kebengisan istri raja terbalut oleh kesantunan raja, sehingga suasana Negara seperti damai bersahaja. Raja dan istrinya juga tidak pernah mengusik kaum ar-Rafidhah (kaum Mukmin penantang Azariqah). Dua agama (agama Tuhan ketauhitan dan agama raja agama kafir) hidup dalam satu negara kerajaan hampir tidak pernah berselisih.

 

Pada suatu hari dipagi yang cerah raja lari pagi olahraga dipinggiran kota yang terkenal dengan suburnya lahan dan sejuknya udara perkebunan, raja jogging melewati beberapa kebun bunga, diantara kebun-kebun bunga tersebut ada satu kebun yang sangat indah milik petani ar-Rafidhah, raja ingin sekali memiliki kebun yang indah itu, maka raja menemui petani pemilik kebun indah tersebut.

Raja menyampaikan keinginannya kepada petani pemilik kebun bahwa dia sangat ingin memiliki kebun yang indah itu, berapapun harganya raja mau membelinya.  Petani menolak permintaan raja, kebunnya tidak dijual walaupun raja mau membeli dengan harga yang sangat tinggi, karena kebun tersebut warisan orang tuanya. Raja pun memaklumi atas penolakan penjualan kebun indah tersebut, maka gagallah keinginan raja untuk memiliki kebun indah itu.

 

Beberapa hari kemudian setelah penolakan pembelian kebun indah tersebut, raja sakit karena memikirkan kebun yang indah tidak dapat dimiliki, melihat suaminya sakit istri raja bertanya kepada raja ;

Sayangku pujaan hatiku yang ganteng gagah perkasa tiada duanya didunia manapun, apa yang kau pikirkan, sampai kau sakit ?

Jawab raja ; istriku yang molek sexy nan cantik, aku sangat menginginkan kebun milik petani ar-Rafidhah yang sangat indah, untuk kita kencan berdua disana…!!!

Istri raja terperanjat dan berkata ; apaaa…. sayaaang… kau sakit hanya memikirkan kebun yang mau kau beli dengan harga berapapun milik petani ar-Rafidhah gak dikasih, trus kau sakit terganggu pikiranmu ? Mustahil suamiku yang raja gagah perkasa penguasa negeri ini sakit gara-gara masalah picisan begitu…!!! kau kan raja… kau kan tuhannya rakyat kenapa keluar bahlul…pino’on bin tololmu…. sangat memalukan hanya masalah rakyat yang membangkang saja sampai sakit…!!! kau ini tuhannya rakyat kalau rakyat membangkang cengkiwing saja, jantur cabut nyawanya pancung ditengah kebunnya, kalau cuman membunuh kocacir rakyat cukup istrimu yang memerintahkan algojo, hhhhh….gemes sekali aku…bunuh…bunuh…modaaarr rakyat kurang ajaaarrr…!!!

Istri raja marah berat mukanya jadi jueleek seperti maklampir, mukanya merah manyala, giginya gemeretak liurnya netes…netes…tess…seperti iblis kesurupan.

Raja menenangkan istrinya dan berkata ; istriku yang berubah seperti maklampir, tidak layak kau marah seperti itu, rakyatpun punya hak, itu adalah kebun warisan, biarlah aku sakit dari pada nanti ada keributan, pertengkaran bisa menjadi perang antar agama dia adalah pengikut agama Idris, sabarlah sayang..!!

Istrinya menjawab dengan kasar ; aappaaa…. katamu sabaarrr…!!! tidak bisa… pengikutmu lebih banyak dari pada pengikut Idris…. agama Azariqah lebih kuat dan pengikutnya fanatik semua pasti rela mati untuk raja.

Raja berusaha keras menenangkan istrinya ; istriku yang menguasai aku, dan aku yang menguasai rakyat bersabarlah sayaaang, jangan mengusik ketenangan negeri ini, jangan membunuh tanpa alasan yang jelas, dia tidak bersalah kalau kita membunuhnya pastilah Idris akan membunuh pengikut kita dan terjadilah perang antar agama dinegeri ini…!!!

Istri raja yang menguasai raja berteriak menjawab ; suamiku sang raja bahlul pino’on bin tolol, jangan menghalangi kehendakku, petani pemilik kebun dan  Idris akan saya bunuh sekarang juga, dengan alasan mereka tidak tunduk pada raja melawan agama raja…!!!

Istri raja keluar dari kamar memanggil algojo, raja hanya bengong melihat istrinya yang liar seperti iblis kesurupan bertingkah tidak wajar, matanya melotot merah, lidah menjulur mengeluarkan liur berbau bangkai, telinganya mengeluarkan asap seperti knalpot bajaj, begitulah gambaran iblis kesurupan.

 

Akhirnya petani pemilik kebun dibunuh oleh algojo kerajaan atas perintah istri raja, dengan cepat berita pembunuhan seorang ar-Rafidhah tersebar seluruh negeri, tentu Idris marah atas kejadian tersebut, Idris berdoa kepada Tuhan mengadukan peristiwa tersebut dan mohon petunjuk apa yang harus dia perbuat ?  Maka Tuhan mewahyukan kepada Idris ;

“Jika kamu melihat hamba-Ku yang sewenang-wenang ini, maka katakanlah kepadanya ; apakah kamu telah merasa puas setelah membunuh hamba-Ku yang mukmin itu, lalu kamu merampas kebunnya dan menjadikan keluarganya kekurangan sepeninggalnya ? Demi keagungan-Ku, Aku benar-benar akan menuntut balas untuknya darimu di akherat. Aku benar-benar akan merampas kerajaanmu didunia ini.  Aku benar-benar akan menghancurkan kotamu, dan Aku benar-benar akan memakankan daging istrimu kepada anjing-anjing.! “

 

Nabi Idris mendatangi raja menyampaikan risalah dari Tuhan, seperti tersebut diatas. Namun raja yang sewenang-wenang itu berkata pada Idris ; Keluarlah kamu dari kerjaanku Idris nabi imitasi….. sebelum aku membunuhmu, seperti petani pengikutmu itu.

Idris pun pergi meninggalkan kerajaan tanpa pamit, hanya melihat muka raja dengan pandangan yang tajam dan senyum sinis bernada menghina kenajisan raja yang hina.

Setelah Idris pergi, istri raja berkata pada raja ; Janganlah risalah Tuhan nya Idris itu membahayakan kita. Aku akan mengirim algojo untuk membunuh Idris sehingga gagallah risalah Tuhannya itu.

Rajapun menjawab ; Kalau begitu, lakukanlah…!!!

 

Algojo-algojo kerajaan mencari Idris dan para pengikutnya untuk ditumpas habis, dibunuh semua orang-orang ar-Rafidhah (orang-orang beriman kepada Tuhan), namun orang-orang ar-Rafidhah sudah pergi meninggalkan negeri kaum Azariqah (kaum kafir). Mereka berpencar keempat penjuru, kebarat, timur, selatan, utara, Idris dan beberapa pengikutnya keutara menuju pegunungan dan bersembunyi didalam gua, setiap akhir malam Idris berdoa ; “Wahai… Tuhanku, sesungguhnya raja yang sewenang-wenang itu telah mengancam untuk membunuhku”

Tuhan mewahyukan kepada Idris ; “Biarlah Aku sendiri yang akan membinasakannya. Demi keagungan-Ku, Aku benar-benar akan menimpakan azab-Ku terhadapnya”

Idris berkata kepada Tuhan ; “Wahai… Tuhanku, sesungguhnya aku memiliki suatu permohonan, kepada-Mu”

Tuhan berfirman ; “Mintalah, niscaya Aku akan kabulkan permintaanmu..!!!”

Idris berkata ; “….aku memohon kepada-Mu agar Engkau jangan menurunkan hujan kepada penduduk negeri itu dan sekitarnya sampai aku meminta-Mu kembali untuk menurunkannya”

Tuhan berfirman ; “Kalau begitu, negeri itu akan hancur dan penduduknya pun akan kelaparan. Aku akan memberikan kepadamu apa yang kamu minta itu” 

 

Kemudian Idris mengabarkan kepada pengikutnya bahwa negeri itu akan terlanda kekeringan, hujan tidak akan turun sebelum Idris meminta kepada Tuhan.  Idris memerintahkan pengikutnya untuk segera berpencar dan merantau kenegeri tetangga, Idris sendirian saja yang tetap tinggal dinegeri ini, Idris tinggal didalam gua diatas pegunungan, pengikutnya berpencar merantau kebeberapa negari tetangga dan berdakwah, maka tersiarlah dibeberapa negeri tentang apa yang telah Idris pinta kepada Tuhan.

 

Idris mengasingkan diri didalam gua diatas bukit, setiap sore Tuhan menugaskan malaikat mendatanginya dengan membawa makanan-makanan lezat kesukaan Idris. Pagi, siang, malam Idris berdoa dan bersyukur kepada Tuhan atas rahmat yang diberikan kepadanya.

 

Tuhan mengabulkan doa Idris, Tuhan merampas kerajaan raja yang lalim sewenang-wenang itu, menghancur leburkan negeri tersebut dan memakankan daging istri raja kepada anjing-anjing, karena murka atas apa yang telah dilakukan istri raja kepada hamba-Nya yang mukmin.

 

Hancurlah negeri tersebut dilanda kekeringan bertahun-tahun, raja menjadi duda ditinggal mati istrinya yang telah dimakan anjing. Negerinya menjadi sangat miskin, raja dan rakyatnya miskin semua keadaan negerinya sepi bagai tak berpenghuni, rakyatnya kurus kering karena tidak ada makanan, satu-persatu rakyat mati kekeringan, busung lapar melanda negeri itu, tak ada kehidupan yang layak penduduk negeri itu….

Mereka mencari Idris untuk meminta maaf dan mendoakan kepada Tuhan agar hujan diturunkan, namun Idris tidak mau keluar dari dalam gua dan turun dari gunung..!!!

 

“Siapa yang merasa tidak mungkin diselamatkan Tuhan dari bencana dan dikeluarkan-Nya dari kelalainnya, berarti menganggap lemah kuasa illahi, padahal Tuhan Mahakuasa atas segalanya “

 

“Bisa jadi, kegelapan datang menyergapmu untuk mengingatkan anugerah Tuhan atas dirimu”

 

………..Aaaammiiiiiiiiiin………..

 

 

Semoga bermanfaat…..

Salam dari Surga………..

 

 


2 responses to “Hidayah Dari Kisah : MANJURNYA DOA NABI IDRIS

  • Herry triono

    Subhanallah,Alhamdulillah,AllahuAkbar,sungguh besar kekuasaan ALLAH,wajib bagi kita umatnya untuk selalu mempercayai nya,dari cerita diatas memberikan pelajaran buat kita bahwa tidak ada satu kekuatanpun yg bisa menandingi kekuasaan dan kebesaran ALLAH di dunia ini,terima kasih Gus artikel nya,luuuuuuaaaar biasa …..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: