Hidayah Dari Kisah : NABI LUTH BUMI HANGUSKAN UMAT NYA

Image


EPISODE-2.

 

Ada awal ada akhir, ada siang ada malam, ada barat ada timur, ada hitam ada putih, ada suami ada istri, ada langit ada bumi, ada surga ada neraka…. itulah kehidupan didunia, Tuhan ciptakan berpasang-pasangan dalam istilah tasawuf disebut hukum asbab dan dalam ilmu dunia disebut hukum kausalitas. Semua yang ada didunia pasti ada akhirnya, dalam bahasa klasik sering dikatakan hidup hanyalah sementara mung mampir ngombe (hanya singgah untuk minum) , namun kesementaraan tersebut manusia sangat susah untuk berkelakuan baik walaupun telah mengetahui keburukan akan berakhir dijahanam, kebaikan berakhir kenikmatan surga.  Susahnya ber-ahlaq (perbuatan) baik karena godaan setan itu sangat dahsyat selalu mengajak bersenang-senang didunia akhirnya manusia terlena dijerumuskan setan ke neraka, godaan awal datang dari pandangan mata, berlanjut kependengaran telinga, berakhir diucapan mulut, sirkulasi dari mata turun kehati masuklah birahi kehati akhirnya barang haram lebih enak dari yang halal, dalam pelaksanaan kemaksiatan selalu beralasan banyak sensasi yang rasanya fantastis, sungguh betul setan pencipta kenikmatan fantastis yang sebenarnya jika hati itu tak terkotori pasti akan teriak…. menjijikan, memalukan, penyiksaan, pemerkosaan, menaruh barang bukan pada tempatnya yang telah ditetapkan Tuhan…. hatimu buta, tuli dan bisu tidak mau mendengar firman Tuhan yang jelas dan nyata ;

 

“istri-istrimu adalah seperti tanah tempat kamu bercocok tanam, maka datangilah tanah tempat bercocok tanammu itu bagaimana saja kamu kehendaki…” (QS.2:223) Mau kamu cangkul dari depan, belakang, duduk, berdiri, telungkup, sujud, rukuk… diijinkan Tuhan Yang Mahasegalanya.

 

“Barang siapa mancari yang dibalik itu, maka mereka itulah orang-orang yang melampui batas” (QS.23:7)  “Setubuhilah (datangilah vagina) istrimu dari arah depan dan arah belakang. Jauhilah dubur dan istri yang sedang haid” (HR.at-Tirmidzi)

 

“Wa taqtha’unas sabil (QS.29:29) memutuskan jalan yaitu jalan anak (vagina) dengan pilihanmu mendatangi laki-laki dan melakukan perbuatan keji (homoseksual).

 

Begitulah perbuatan umat Luth yang gak normal rusak ahlaq-nya, kejadian tersebut 1,800 tahun sebelum masehi, sekarang terulang lagi dan Astohfirullah yang menjalani itu juga ada umat Mohammad saw, mohon ma’af saya tidak menuduh apa lagi memfitnah…. saya hanya mengkhabarkan yang Anda semua juga sudah tahu, demi Tuhan hatiku menangis…. maaf senyum kita lipat dulu mari kita menundukkan kepala berdoa kepada-Nya ; Ya Tuhan keluarkanlah para homoseksual dan lesbian yang munafik menyatakan islam mengaku umat Muhammad saw namun ber ahlaq bejat melanggar larangan-Mu, ma’af kan Ya Tuhan atas doaku yang lancang meminta yang berlebihan mengusir ciptaan-Mu dari kandang islam, kelancangan doaku ini karena ketidak tahanan melihat ujian dari-Mu, walaupun Rasul-ku Muhammad saw telah berpesan kepada umatnya ; pada akhir jaman kemaksiatan dikirim kerumahmu. Berupa TV yang mentayangkan berita tak senonoh dibungkus dengan tipuan acara hiburan, lekuk-lekuk tubuh wanita yang haram ditontonkan dengan alasan seni, kata-kata kotor tak mendidik ditayangkan dengan alasan tuntutan skenario. Demi Engkau Ya Tuhan doa ini aku panjatkan khususnya untuk keluarga dan keturunanku sudilah kiranya Engkau selalu melindunginya dari kemungkaran, dan kaum Rasulku Muhammad saw yang ingkar Kau kembalikan kejalan yang benar, jalan yang lurus sesuai petunjuk-Mu….. Hanya pada-Mu aku menyembah dan hanya pada-Mu aku memohon… Amiiin..!!

 

Tuhan mengabulkan doa nabi Luth, dia memohon pada Tuhan agar umatnya dibumi hanguskan karena Luth sudah tidak mampu lagi untuk mengajak (da’wah) pada umatnya untuk meninggalkan kebiasaan zina yang sudah membudaya. (…Astohfirullah…. kok sama dengan jaman sekarang ya ?! sekarang ini jaman purba yang sok modern…!!! ma’af saya menggerutu sendiri jangan tersinggung…hee…hee….)

 

Luth berkata pada kaumnya, “Mengapa kamu mengerjakan perbuatan fahisyah (homoseksual) itu yang belum pernah dikerjakan oleh seorangpun didunia ini..!!!

Jawab kaumnya, “Usirlah Luth dan pengikutnya dari kota ini, Luth itu sok suci, berpura-pura mau menyucikan diri mengajak kita tidak main sodomi”

 

Akhirnya doa Luth dikabulkan Tuhan, Malaikat Jibril ditugaskan Tuhan ;

“Hai… Jibril..!!! telah Aku tetapkan  azab untuk kaum Luth, cabutlah negeri kaum Luth itu dari bawah 7 lapis bumi, kemudian naikkanlah kelangit, kemudian berhentikanlah sampai datang kepadamu perintah al-Jabbar  (Allah Yang Mahaperkasa) dalam membalikannya, dan selamatkanlah kediaman Luth.

 

“Maka Jibril turun kenegeri kaum Luth, kemudian Jibril memukulkan sayap kanannya ketanah bagian timur negeri Syam dan sayap kirinya ketanah bagian barat, kemudian Jibril mencabut negeri itu dari bawah 7 lapis bumi kecuali tempat kediaman Luth.  Kemudian Jibril membawa naik negeri itu keatas langit.

 

Ketika terbit matahari, Jibril diseru dari sisi Arsy ; “…haaiii… Jibril bantinglah negeri itu kepada kaum Luth..!!!”.  Maka aku balikkan negeri itu sehingga aku jadikan atas dibawah, kemudian Tuhan menghujani mereka dengan batu dari tanah yang terbakar bertubi-tubi.

 

Firman Tuhan ; “Aku selamatkan Luth dan pengikutnya, kecuali istri Luth, dia termasuk orang yang ingkar”

“Aku selamatkan orang-orang yang beriman yang berada dinegeri kaum Luth, dan Aku tidak mendapati dinegeri itu kecuali sebuah rumah dari orang-orang yang berserah diri kepada-Ku” (QS.51:35-36) 

 

Tamat sudah umat Luth yang ingkar, mereka telah dikirim ke jahanam neraka yang paling hina, negeri Syam telah dibumi hanguskan Tuhan atas doa nabi Luth yang sudah tidak sanggup lagi mendakwahi (mengajak) umatnya kembali kejalan yang benar.

 

Bukti kebenaran kejadian tersebut adalah ; saat ini, daerah yang tertimpa adzab itu dikenal dengan nama Laut Mati atau Danau Luth.

Para ilmuwan mengatakan bahwa sebelum terjadi peristiwa tersebut, Laut Mati belum ada. Laut Mati terbentuk dari gempa yang membalik negeri itu dan posisinya menjadi lebih rendah dari permukaan laut. Para arkeolog telah menemukan sebagian peninggalan dari kota-kota yang dijungkirkan tersebut dipesisir pantai Laut Mati.

 

“Pangkal segala maksiat, kelalaian, dan syahwat adalah sikap puas terhadap keadaan diri sendiri.

Pangkal segala ketaatan, kesadaran, dan kesucian adalah sikap tidak puas dengan keadaan diri sendiri”

 

“Jangan mengadukan musibah kepada selain Allah.

Karena Allah semata yang menurunkannya.

Bagaimana mungkin selain Allah dapat mengangkat musibah yang telah ditetapkan-Nya ?

Bagaimana mungkin orang yang tidak bisa mengangkat musibah dari dirinya sendiri bisa mengangkat musibah dari orang lain ?

 

 

…….Aaamiiiin………

 

 

Semoga Bermanfaat………

Salam dari Surga…………


6 responses to “Hidayah Dari Kisah : NABI LUTH BUMI HANGUSKAN UMAT NYA

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: