Hidayah Dari Kisah : SARAH ber ANAK

Image 

Tiga bulan ditinggal  Ibrahim tentu Sarah sangat kangen, kedatangan suaminya disambut dengan ramah nan manja gurat kemarahan dan kebencian diwajah Sarah sudah sirna hilang ditelan kecantikannya, secantik apapun wanita kalau pemarah pasti hilang cantiknya berganti wajah mak lampir yang sereeem…

Maka kami mewakili kaum Adam menghimbau kaum Hawa hilangkan rasa marah dan bencimu kepada siapapun agar kecantikan diwajahmu yang dititipkan Tuhan kepadamu tidak kau mubazirkan….!!!

Pembaca yang budiman, mulia nan baik karena aktif mengikuti sejarah kisah nabi yang saya tulis di Blog ini…. sudah tahukan guratan marah nan benci Sarah disebabkan adanya Hajar rivalnya, jangan ikutan membenci separti Sarah, karena Sarah lain  dengan kita, sarah kan termasuk wanita maksum (suci), maka Sarah wajib benci kepada Hajar karena itu skenario Tuhan agar manusia berkembang biak bersuku-suku dan berbangsa-bangsa, yang nantinya bersuku kulit hitam, kulit putih, kulit merah, kulit kuning, kulit hijau pupus… oooo…belum ada ya ?!  sorry mbayangin bendera partai… heee…. partai kan lain kulit lain isinya…..hiiii…..

Oke… kita semua siap mengikuti kisah lahirnya bayi dari rahimnya Sarah, yang menurut logika orang suci Sarah dan Ibrahim tidak mungkin, apa lagi manusia biasa macam kita pasti… berkata ; aaahhh… gak mungkin laahh yaaaoowww…

Namun kalau Tuhan berkehendak maka… jadilah jadi… kun fayakun…..!!!

Sore itu selepas mahrib…. Ibrahim dan Sarah lagi santai diteras rumah beradu manja berdua, saling menggoda dengan tawa ria dan cubit-cubitan ringan menggelikan, lagi mesra-mesranya diremang-remang sore….. datanglah beberapa pemuda yang sangat ngganteng gagah muda berbau wangi seperti habis spa dan perawatan tubuh disalon at-Kausar….. Ibrahim berbisik pada Sarah…. dik ada anak-anak muda ini siapa ? adik masuk dulu ya…. aku sambut kedatangan tamu kita…. Sarahpun segera berlari kecil masuk rumah….. Ibrahim berdiri menyambut tamunya…..

“….. utusan-utusan Tuhan… para Malaikat telah datang kepada Ibrahim dengan membawa kabar gembira, mereka mengucapkan ; Selamat..!!!  Ibrahim menjawab ; Selamat..!!!    setelah mempersilahkan duduk tamu-tamunya….  Tidak lama kemudian Ibrahim menyuguhkan daging anak sapi yang dipanggang, ketika dilihatnya tangan anak-anak muda itu tidak manjamahnya, Ibrahim memandang aneh perbuatan dan merasa takut kepada mereka. Malaikat itu berkata ; Janganlah kau takut, sesungguhnya kami adalah Malaikat yang diutus Tuhan kepada kaum Luth.     Sarah berdiri dibalik tirai mendengar pembicraan Ibrahim dan Malaikat, Sarah tertawa kecil waktu Malaikat menyampaikan kepada Ibrahim berita gembira dari Tuhan bahwa Sarah akan melahirkan putra yang diberi nama Ishaq, dan dari Ishaq akan lahir putranya bernama Ya’qub.

Sarah berkata ; Sungguh mengherankan, apakah aku akan melahirkan anak padahal aku adalah seorang perempuan tua dan ini suamiku pun dalam keadaan yang sudah tua pula ?  Sesungguhnya ini benar-benar suatu yang sangat aneh..?!

Para Malaikat itu berkata ; Apakah kamu merasa heran tentang ketetapan Allah ?

Itu adalah rahmat Allah dan keberkahan-Nya dicurahkan atas kamu, hai ahlul bait (tuan rumah) !!!   Sungguh Allah Mahaterpuji lagi Mahapemurah…. Maka ketika rasa takut hilang dari Ibrahim dan berita gembira telah datang kepadanya, ia pun bertanya jawab dengan para Malaikat tentang kaum Luth” (QS.Huud.69-74).    

 

Segala puji bagi Allah…. Alhamdulillah, Ibrahim berkata pada istrinya ; dik Sar… kita akan memiliki putra yang harus kita beri nama Ishaq, ini suatu rahmat dan berkah dari-Nya yang tidak masuk akal bagi manusia…!

Jawab Sarah ; saya telah mendengar percakapan mas Ibra dengan pemuda-pemuda Maliakat, yang saya penasaran kenapa harus kita namakan Ishaq ?!

Ibrahim menjelaskan ; sewaktu dik Sar nguping (mencuri dengar) dari balik kelambu ungu tadi, para Malaikat mendengar tawa kecilmu yang mengandung ketidak percayaan pada mereka, maka pimpinan Malaikat kang Jibril berkata padaku…. Bapak Ibrahim…. maaf istri sampean tertawa tidak percaya dengan berita yang saya bawa dari langit…. maka nanti jika istrimu simbakyu Sarah yang telah kerasukan tehnologi modern sehingga lebih percaya hasil analisa para ahli kandungan yang menyatakan mandul, dari pada ketentuan Tuhan…. oke itu no problem tidak dosa…. hla wong namanya percaya hasil ihtiyar kan ibadah juga, dan bagi orang yang selalu mengandalkan logika wajib tidak percaya dulu, kan belum ada bukti…. Tuhan selalu memberi bukti bukan janji, kan bangsa-bangsa manusia seperti sampean yang selalu memberi janji tanpa bukti… haaa…haaa….

Ibrahim dan para Malaikat tertawa renyah nan meriah tanda keakrapan tuan rumah dan tamunya…. naahhh… asyikkan kita tertawa bersama…. Jibril tertawa lebih renyah….lagi…haaa…haaa…. mbakyu sarah tadi dibalik kelambu biru tertawa juga kan ?!  apa bahasa arabnya tertawa ? tanya Jibril kepada Ibrahim….!!!

Ishaq… Ishaq… Iiisssshaaaq….. spontan Ibrahim menjawab arti tertawa dalam bahasa Arab…. Haaa…. Siiiip… Ishaq…. Ibrahim mengulang-ulang kata Ishaq….. Jibril nyeletuk lagi bertanya kepada Ibrahim….Ishaq arti indonesianya selain tertawa apa ?  Ibrahim menjawab spontan lagi…. Alim… Aaaaliiim….

Jibril tanya lagi ; jadi Ishaq apa artinya ?   Jawab  Ibrahim ; tertawanya anak yang alim… asyiiik nama anakku Ishaq adalah tertawanya anak alim berarti menjadi orang yang ramah taat beribadah nantinya… siiiip… tengkyu kang Jibril….

Begitu looo… dik Sar, kenapa harus dinamakan Ishaq karena tawamu yang mengandung ketidak kepercayaan pada janji Tuhan… hee…heee… tanya apa lagi ?

Sarah bertanya lagi ; oooo…. yaya… lojik…lojik… trus kalau tubuhku sudah  peyot keriput  tua begini aku gak berani kalau melahirkannya gak caesar ….!!!

Ibrahim menjelaskan lagi ; dik Sar… sayaaang sudahlah itu diserahkan pada Tuhan saja namun kita wajib ihtiyar (berusaha), ingatkan ora et labora berdoa dan berusaha..?  …hayooo…dik Sar….sudah malam udara dingin asyik nikmat kita berusaha untuk mendapatkan Ishaq… nikmat Tuhan manakah yang hendak kau ingkari !!   Ibrahim menirukan Firman Tuhan dalam Quran surat Arahman. ayat.13……. Sarah senyum-senyum malu tapi mau, berjalan masuk kamar dipeluk suaminya yang tampan gagah perkasa…. Sarah bergeleyot manja….

“Siapa yang yakin bahwa Allah menyuruhnya melakukan ibadah (ihtiar dan tawakal), ia bersungguh-sungguh menghadap kepada-Nya.

Siapa yang mengetahui bahwa segala urusan itu ditangan Allah, pasti bulatlah tawakalnya kepada Allah”

Aaaammiiiiin………………..

 

 

 

Semoga Bermanfaat………….

Salam dari Surga………………..


2 responses to “Hidayah Dari Kisah : SARAH ber ANAK

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: