Kisah Nabi : HAJAR PENEMU ZAM-ZAM

 Image

Berbulan-bulan Hajar dan Isma’il tinggal ditempat yang sepi tanpa penghuni ditengah dua bukit Safa-Marwa, dibulan ketiga setelah ditinggalkan Ibrahim stok makanan dan minumannya habis tak ada sebutir kurma maupun setetes air pun.

Siang itu udara terasa jauh lebih panas dari hari-hari lainnya karena tidak ada air maupun makanan, Isma’il tentu tidak bisa diharap untuk membantu mencarikan air apalagi makanan, air susu Hajar pun kering tidak keluar lagi karena tidak ada pasokan makanan yang masuk ketubuh Hajar, siang tepat matahari diatas ubun-ubun puuuaannaasss…luuuuaaaar…biasa…. Isma’il mulai cengar-cengir mau nangis karena haus nan lapar…. akhirnya Isma’il mringis menangis ….. hweee….hwuuu…hwaaaa…. Hajar panik Isma’il menangis keras tanda haus dan lapar, namanya orang panik pastilah gak bisa berpikir normal… Isma’il diturunkan dari gendongannya ditaruh diatas gundukan pasir tanpa penutup apapun, betul-betul keadaan Isma’il beratap langit berlantai bumi, matahari panas bebas menyengat tubuh mungil Isma’il, kulitnya memerah mulutnya megap-megap mulai tidak bersuara keras.  Hajar lari kencang naik keatas bukit Safa sampai diatas bukit tengak-tengok kiri-kanan atas-bawah trus teriak keras…. mooyaaaa….. moooyaaa…. bahasa kita… aaiiirrr….aaiiirrr….. kemudian lari kebukit Marwa sampai diatas triak-triak lagi mooyaaaa….. moooyaaa….  Hajar lari..lari…dengan panik dari bukit Safa ke bukit Marwa tanpa berpikir bahwa tidak mungkin ada yang menolong karena memang berbulan-bulan tinggal ditempat itu tidak ada seorangpun yang lewat, maka kepanikan Hajar sebetulnya masih mengandung normal sejati karena Hajar dalam kepanikan tidak minta tolong Dia hanya minta yang sangat diperlukan yaitu air, coba kalau kita pasti panik yang norak butuh air yang diteriakan nama orang trus nyalah-nyalahkan orang lain…. gara-gara Ibrahim jadi sengsara…. pasti kalau kita begitu… dasaaarrr manusia susah untuk bersyukur…. eeehhhh… aku juga manusia yaaa… oooya iyalah aku termasuk dalam hujatan penulis…masuk golongan kita…haa…haaa…. .

Hajar lari-lari dari bukit Safa ke bukit Marwa 7 kali ulang-alik ; Safa…Marwa… Safa…Marwa…. Safa…Marwa… Safa…Marwa…. Safa…Marwa… Safa…Marwa…. Safa…Marwa…  oke tolong ikut menghitung sudah 7 kali ya ?

Pada hitungan ketujuh tepat diatas bukit Marwa, Hajar melihat kebawah bukit tempat Isma’il ditaruh diatas gundukan tanah, kaki Isma’il dipukul-pukulkan kegundukan tanah tersebut sambil teriak-teriak keras seperti kegirangan sudah tidak nangis lagi…. cengar-cengir sambil teriak-teriak riang ….maya…maya… artinya mama ada moya karena masih kecil ngomongnya gak lengkap jadi maya.

Melihat Isma’il yang aneh kok gak nangis malah cengar-cengir ada apa ya ?! Tanpa berpikir panjang Hajar lari kebawah bukit mendekati anaknya, setelah dekat… Hajar mendengar suara, ia pun berkata kepada dirinya sendiri “Diam” lalu dia mencari dan konsentrasi mencari asal suara itu, Hajar pun berkata

“aku mendengarmu, apakah engkau dapat memberikan bantuan ?”

Hajar melihat Malaikat didekat kaki Isma’il……..!!!

“Malaikat Jibril turun menyerupai seekor burung padang pasir yang indah nan kokoh, tungkai, kaki dan sayapnya, kemudian Jibril yang menyerupai burung nan indah itu mengepakkan sayapnya kebumi dibawah kaki Ismail maka keluarlah air yang melimpah nan bersih dibawah kaki Isma’il”

Hajar sangat senang dengan gembira ria gegap gempita Dia mengumpulkan tanah untuk membendung air yang meluber kemana-mana dan berteriak-teriak …. Zami…. Zami…. (berkumpulah… berkumpulah). Hajar dan Isma’il  lantas minum air yang berkumpul atau air zam-zam, dahaga mereka hilang dan tidak merasakan haus lagi…. pada saat itu Hajar mendengar suara yang berkata …….

“Janganlah kamu takut terlantar, sebab disini akan ada Baitullah yang hendak dibangun anak ini beserta ayahnya, sungguh Allah tidak akan menyia-nyiakan hamba-Nya

“ ————————————————– “

Beberapa bulan kemudian setelah kejadian ditemukannya sumber air zam-zam…  datanglah sekelompok kabilah Jurhum yang merantau dari Yaman.

Mereka minta ijin kepada Hajar agar diperbolehkan tinggal didekat air zam-zam, tentu Hajar mengijinkan…. Hajar senang dan tidak lagi merasa sepi ditempat yang gersang itu.  Mereka bermukim dan membangun tempat tinggal disana yang sekarang menjadi kota Mekah.

Mekah adalah tempat zam-zam artinya kota Mekah adalah tempat kumpul, sejak ditemukan sumber air zam-zam sampai saat ini setiap tahun pasti ada ritual kumpul yaitu bulan Haji, kumpulnya manusia sedunia untuk menjalankan ibadah Haji dan itu suatu kewajiban bagi yang mampu khusus kaum Muslim, tempatnya adalah Mekah….!!!

Doa Ibrahim 2000 tahun (20 abad)  sebelum masehi yang lalu, terkabul sampai kiamat nanti, itulah hebatnya doa seorang yang memikirkan anak turunnya…..!!!

“Ya Tuhanku, jadikanlah negeri ini negeri yang aman sentosa, dan berikanlah rizki dari buah-buahan kepada penduduknya yang beriman diantra mereka kepada Allah dan hari kemudian”. (QS.2:126)

 

Jangan menuntut Tuhan lantaran permintaanmu terlambat dikabulkan.

Namun tuntutlah dirimu lantaran terlambat melaksanakan kewajiban.

 

 

Aaaaammiiiin…………….

Semoga bermanfaat…..

Salam dari Surga…………..


2 responses to “Kisah Nabi : HAJAR PENEMU ZAM-ZAM

  • Herry triono

    Subhanallah,cerita ini sebagai bukti keagungan dan kebesaran ALLAH yang luuuuuar biasa,dan ……….begitu besar perjuangan HAJAR didalam usahanya menyelamatkan anaknya,gambaran perjuangan seorang ibu yg tiada henti melindungi anaknya,ini menjadi contoh yg sangat baik buat kita semua untuk selalu berbakti kepada IBU,suwun gus artikel nya yg luuuuar biasa,gus Syam memang oyeeeee,pokoke top markotop lah he he he

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: