kisah nabi : GIWANG IBRAHIM

 

Image 

Suara kumandang adzan sayup-sayup indah beriringan dengan suara tangis bayi dan tawa bahagia dua wanita terdengar dari kamar rumah sakit korban laki-laki kata orang Malaysia, rumah bersalin bahasa indonesianya…..

Wajah bayi yang ngguanteeng, mukanya bercahaya terang benderang  mengalahkan terangnya lampu mercury itulah tanda kenabian cabang bayi yang nantinya diberi nama Ismail, Ibrahim selesai mengumandangkan adzan sujut syukur menitikkan airmata bahagia, Sarahpun menitikkan airmata terbawa rasa harunya Ibrahim, tak kalah seru Hajar pun menitikkan airmata sambil mringis-mringis masih terasa perih pada pangkal pahanya dan boyoknya pegal linu sehabis melahirkan…. Alhamdulillah…segala pujian hanya untuk-Mu Ya Allah… begitu indah ucapan tersebut keluar dari mulut Hajar….

Satu minggu kemudian setelah Hajar melahirkan Ismail, keluarga Ibrahim mengadakan tasyakuran Aqiqah dua kambing besaaar disembelih dimasak berbagai menu ; sate, nasi kebuli, sop kambing, oseng-oseng kikil kambing, lodeh jeroan kambing, leengkaaap segala masakan Anda sebut ada asal belakangnya Anda tambahin kata kambing…karena ini suasana Aqiqah….

Dalam kamar bayi Hajar menggantikan popok Ismail ditemani Sarah.

….Subehanallah… Maha suci Allah… Ismail ngguanteeng seperti bapaknya ya dik ?    Sarah membuka pembicaraan.

Iya betul mbakyu nggantengnya seperti bapaknya kulit hitam manisnya seperti saya…. begitu Hajar menimpali ucapan Sarah.

Iiiyayaa…yaa… jawab Sarah singkat nampak agak gemes getem-getem mukanya sedikit merah. Dalam suasana bahagia ternyata masih ada rasa perselisihan, karena ucapan-ucapan yang tidak mengenakkan menyusup kedalam hati dibawah sadar dan itu bisa muncul sewaktu-waktu, setajam-tajamnya samurai dari jepang maupun celurit dari Madura kalah tajam dengan ucapan, makanya kalau berucap harus dipikir dulu jangan asal njeplak saja, walaupun ibadahmu buaanyaaak kalau tidak merubah ahlak yaaa… sedikit gunanya, bahkan bisa tak ada gunanya karena ibadahmu hanya menuruti nafsumu….

Sungguh mengherankan… Orang yang lari dari apa yang dia tidak bisa terlepas darinya dan malah mencari apa yang tidak kekal baginya…..

“Sesungguhnya mata kepala itu tidak buta, tetapi yang buta adalah matahati yang ada didalam dada” (QS.22:46)

Begitulah kalau mata hati buta ucapan yang menyakitkan kawan bicaranya selalu ada karena terselip rasa benci walaupun kadang-kadang rindu… sebagai manusia biasa saya maklumi Hajar bicara begitu karena dia kan tinggal menunggu waktu untuk dibunuh oleh Sarah sesuai janjinya yang tertulis didalam kitab belanja harian…. Suasana yang sedikit tidak nyaman tersebut Hajar mengatakan pada Sarah…. mbakyu Sarah saya mau tanya kapan eksekusi hukuman matiku mbakyu jalankan..?!  Haaa… jangan begitulah dik, kan baru melahirkan jangan keburu-buru aku ingat kok janji kita berdua masalah pembunuhan terhadapmu, tapi jangan sekarang masih saya pertimbangkan, ntar kalau dik Sarah saya bunuh sekarang siapa yang …netek-i…nyusuhi…. Ismail.

Ternyata pembicaraan mereka berdua didengar oleh Ibrahim, masuklah Ibrahim kedalam kamar bayi tersebut sambil dehem-dehem…. ehem,,,eheem…. ada apa dua bidadariku yang tercinta kok seperti ada persilihan sampai akan bunuh-bunuhan, kalau gurau jangan menyangkut nyawa dosaaa….. buueeesaaaarrrr, takutlah pada Allah jangan takut pada suamimu, coba ceritakan bagaimana kok sampai ada ancaman sadiissss…?!!!

Sarah pun menceritakan lengkap tanpa dikurangi apalagi ditambahi, jujurrr…  juurrr… diceritakan pada suaminya lengkap dengan data-data catatan perjanjian pembunuhan dibawah tangan, tanpa notarial.

Wooo…cuman begitu persilihan penuh emosi karena lepas iman, makanya pakai terus imanmu jangan dilepas, dimana saja kapan saja siapa saja jangan lepas iman dan taqwa… Anda bisa celaka….

Ibrahim memberi pesan kepada kedua istrinya, dengan senyum khasnya senyum perdamaian….       Mereka berdua Sarah dan Hajar tersipu malu….

Trus Saya kan sudah janji akan membunuh Hajar…. dosa dooong kalau tidak saya laksanakan ?! Sarah menyampaikan dengan harapan ada cara menggugurkan janji tanpa dosa…

Gampanglah menggugurkan janji tanpa dosa… begitu Ibrahim menjawab pertanyaan Sarah… dik Sar rencana membunuh duluuu waktu bertengkar pakai senjata apa ?  Ibrahim bertanya pada sarah…

Pakai bambu runcing yang tergeletak didapur punya  Paimin penjaga malam… Hajar mau saya tombak mukanya…. Sarah menjawab pertanyaan Ibrahim….

Haahaaa… Ibrahim tertawa mendengar penjelasan Istri pertamanya… dasaarrrr wanita kalau emosi tanpa logika…. Oke gampang mumpung syukuran aqiqahnya Ismail, solusinya pengguguran janji adalah begini ; telinga Hajar bagian bawah yang gak ada tulangnya dilobangi ditindik sedikit saja dengan jarum nanti kalau sudah kering dikasih anting-anting atau giwang, dengan cara itu gugurlah janji pembunuhanmu… Filosofinya ; wanita itu selalu ingat bahwa diikat atau diborgol telinganya, pandangannya, mulutnya agar tidak mudah gibah… gossip…membicarakan keburukan orang lain, karena kelemahan wanita memang dimulut, mata dan telinga….

Siiiipp….. Sarah ngacungkan dua jempolnya tanda setuju…..

Kalau mas Ibra bilang wanita…. saya juga sekalian ditindik telinga saya untuk dikasih anting-anting.

Betuuul…. jawab Ibrahim semangat, mulai hari ini kita tetapkan hari tindik internasional untuk menandai perbedaan wanita dan pria, segera kita registrasikan agar dapat hak paten, karena nanti diakhir jaman banyak pemalsuan laki-laki pakai anting-anting berambut panjang, dan wanita tanpa anting-anting berambut pendek…. laki-laki rasa perempuan yang bernama banci, perempuan rasa laki-laki bernama lesbi….

Puuiiiihhh…. mas Ibra gaul abis tau prokem akhir jaman, heee…heee… Sarah terkekeh-kekeh tertawa bangga pada suaminya…. Hajar menunduk malu sambil senyum-senyum bahagia melihat tingkah Sarah yang seperti ABG remaja baru lulus SMA…  Mereka bertiga berangkulan bahagia tanda perdamaian….

“Sesungguhnya Allah telah mengumpulkan bumi untukku, sehingga aku dapat menyaksikan belahan timur (Hajar)  dan barat (Sarah) , dan apa yang dikumpulkan-Nya untukku akan sampai kepada ummatku”

 

Aaaammiiiin…

Semoga bermanfaat…..

Salam dari Sorga…………

Note :     selalu ikutin cerita Nabi-nabi di Blog kami, sebagai ilmu nyata yang bisa kita pakai ketauladanan hidup.

Besuk kami up load artikel dengan Judul  :  HAJAR MINGGAT


4 responses to “kisah nabi : GIWANG IBRAHIM

  • Mahdi Kusdiyanto

    Subahanallah…..demikian indahnya rumah tangga nabi Ibrahim as. kita bisa mencontoh, sedemikian bijaksananya dan adilnya terhadap kedua istrinya. Bagaimana cara nabi Ibrahim mendamaikan kedua istrinya dengan cara ‘think win-win’.

    Luar biasa, mudah dicerna dengan bahasa rakyat ala mas Syamsudin.

    Salam

  • Budut denpasar Bali

    Subhanallah…. Alhamdulillah… AllahuAkbar…. Alamat blog sudah saya info ke istri,biar dia baca sendiri ,berikutnya bisa sharring akan ceritanya, he he he… Asyik Gus… Lanjutkan cerita berikutnya…Wass wr wb.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: