Hidayah Dari Kisah : NABI IBRAHIM NAKSIR HAJAR…

Dengan langkah tegap senyum ceria muka bahagia mereka bertiga nabi Ibrahim, Sarah dan Hajar berkendaraan unta dari Haran-Damaskus menuju Kanaan-Yerusalem, keringat yang membasahi tubuh mereka bukan keringat kecapekan tapi keringat kehangatan suatu perjalanan keluarga bahagia yang terdiri suami istri dan budak, jangan berpikir seorang nabi memberlakukan budak seperti cerita-cerita jahiliyah pada umumnya yang menggambarkan budak itu hina alat suruh juragan kepada babunya, Hajar adalah budak mulya yang seiman dengan bigbossnya tentu bossnya mensejajarkan kedudukan Hajar dengan dirinya-Ibrahim dan Sarah, karena jelas Tuhan memfirmankan ; “hanya iman yang membedakan kedudukan seseorang” mana berani Ibrahim mau sok-sokan melanggar firman Tuhan membedakan dirinya dengan Hajar, apalagi Hajar walaupun berkulit hitam tapi sangat manis seperti Whitney Houston +++++ heee…heee… itu asli pikiran saya bukan pikiran nabi….

Karena hari sudah gelap Ibrahim, Sarah dan Hajar bermalam di ontel (onta hotel) istilah jaman sekarang motel (mobil hotel), mereka booking 2 kamar untuk Ibrahim+Sarah dan Hajar. Malam itu Hajar tidur ngedengkur ngorok saking capeknya, Ibrahim dan Sarah belum bisa tidur sedikit terganggu dengan ngoroknya Hajar walaupun berlainan kamar, suasana malam yang semakin sunyi sepi jadi indah terdengar krok…krok..dengkurnya Hajar seperti suara katak padang pasir memperindah suasana malam.

Malam itu Sarah memang punya niat baik yang akan disampaikan kesuaminya ; mas Ibrahimku yang ganteng gagah perkasa bolehkah istrimu ini menyampaikan unek-unek dalam hati malam ini mumpung tidak ada Hajar ?

Silahkan istriku yang cantik gemulai sampaikan sejujurnya jangan ada dusta diantara kita, ada apakah gerangan dirimu kok gundah gulana ? begitu jawab Ibrahim. Hemmm…. sungkan aku sayang mau menyampaikan !!! Sarah tersipu malu mau menyampaikan unek-unek dalam hatinya, dengan manjanya Sarah ngglendot menyenderkan kepalanya kedada Ibrahim yang lebar kekar, Ibrahim membelai rambut Sarah yang panjang terurai sambil mengatakan ; ayolah sayang katakan sejujurnya apa yang kau inginkan dariku ?. Sarah mengatakan dengan manja ke Ibrahim namun tidak mau menatap wajah Ibrahim… Mas ibra kita sudah bertahun-tahun nikah belum mempunyai anak, padahal usia kita tambah semakin tua, mas Ibra juga tahu bahwa hasil laboratium berkali-kali dinyatakan busung tidak ada indung telurnya sehingga Sarah divonis mandul tidak akan bisa dapat keturunan, trus siapa yang akan meneruskan perjuangan kita untuk dakwah…?  Ibrahim bertanya pada Sarah ; oke trus idemu apa ? saya kan selalu menuruti maumu itulah bukti cintaku padamu Sarah sayaaang….

Sarah meneruskan bicara menyampaikan idenya ; Bagaimana kalau Hajar, mas Ibra nikahin agar kita dapat keturunan ? Mendengar kata-kata Sarah ; nikahin Hajar……  Ibrahim pura-pura tekejut….  Ha !!! gak salah dengar aku ?!

Sumpah mas ini demi perjuangan kita, setuju tidak ?  Sarah mendesak Ibrahim untuk menjawab. Ibrahimpun menjawab ;  Kalau itu idemu dan ihlas cintaku terbagi dua untuk cita-cita mulia pastilah aku setuju. jawaban Ibrahim tegas terasa ada nada cinta terselubung membikin kenyamanan Sarah terusik, Sarahpun bicara sedikit ketus ; ingat mas Ibra perkawinanmu dengan Hajar itu demi Allah bukan demi Hajar….!!!!

Ibrahim kaget baru sadar dia terlalu senang untuk kawin lagi, segera Ibrahim mengatur bicara dengan wajah ditenang-tenangkan ; insyaAllah Sarah sayaaang ide ibadahmu luar biasa baik dan cantik hati secantik wajahmu.  kata Ibrahim sambil memandang tajam kewajah Sarah, tentu Sarah tersipu malu dan memejamkan mata sambil mengatakan ; hari sudah larut malam mas… mari kita tidur….  Lampu kamar hotel dimatikan gelaaap, terdengar suara doa tidur, sayup-sayup menenangkan hati “Bismikallahhumma ahya wabismika amuuut…. dengan nama-Mu Ya Allah aku hidup dan dengan nama-Mu aku mati”

Senandung lagu cinta berkumandang dalam hati Ibrahim tentu tidak diketahui Sarah.. “Jatuh cinta berjuta rasanya… biar siang biar malam terbayang wajahnya… Jatuh cinta berjuta indahnya… biar putih biar hitam manislah nampaknya… Dia jauh aku cemas tapi hati rindu…. Dia dekat aku senang tapi salah tingkah…. Dia aktif aku pura-pura jual mahal…. Dia diam aku cari perhatian… ooooh repotnya !!“

Pernikahan Ibrahim dan Hajar 100% ide Sarah dengan tujuan mulia yaitu mendapatkan keturunan, untuk tujuan melanjutkan perjuangan Ibrahim, betapa mulianya ahlak Sarah dengan merelakan membagi cinta Ibrahim menjadi dua antara dia dan Hajar budaknya.

 

“Dan orang-orang memelihara kemaluannya, kecuali terhadap istri-istri mereka atau budak-budak yang mereka miliki, maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela” (QS.70:29-30)

Aaammiiiin…………………..

Semoga Bermanfaat…..

Salam dari Surga……

Note :

selalu ikutin cerita Nabi-nabi di Blog kami, sebagai ilmu nyata yang bisa kita pakai ketauladanan hidup.

 

Besuk kami up load artikel dengan Judul  : Sarah cemburu  pada Hajar….

Image 


3 responses to “Hidayah Dari Kisah : NABI IBRAHIM NAKSIR HAJAR…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: