AIR MATA AL DE NOL

 

Sungguh suatu kebahagiaan itu tidak bisa direncanakan begitu juga suatu kesusahan, maka siapkanlah hati yang luuuaaasss…. Kolbu yang luuaaasss….

Firman-Nya :

Bumi dan langit-Ku tidak bisa memuat Aku (Allah) dan yang bisa memuat Aku

adalah Kolbu hamba-Ku yang beriman…..

Janganlah engkau bergembira dengan ketaatan lantaran engkau mampu melaksanakannya.  Namun, bergembiralah dengannya lantaran ia bisa dilakukan karena karunia Allah kepadamu.   

Katakanlah : “ Berkat karunia dan Rahmat Allah itulah hendaknya kalian bergembira. Ia lebih baik daripada apa yang mereka kumpulkan “ (QS.10:58)

Iman adalah yakin percaya akan firman Allah, kita sebagai mahluk beriman yang hampir tidak pernah merasakan karunia dan rahmatnya karena diperbudak logika maka terbawa dalam hukum kausalitas, sebab-akibat atau hasbab dalam bahasa Tasawuf.

Namanya karunia dan rahmat itu hanya terucap dibibir trus nyantol dileher terhalang intil-intil didalam leher yang kalau bengkak disebut amandel… haaa…

Makanya gak pernah merasakan rahmat dan karunia-Nya, hla wong rahmat dan karunia itu munculnya dari dalam hati bahasa alimnya adalah kolbu, trus naik turun tanpa bisa diditeksi arahnya tahu-tahu kita gemetar trus mengucurkan air mata, jelas gak ilmiah atau saking ilmiahnya kita tidak mampu membuat definisinya, karena  rahmat dan karunia itu hak prerogatif Allah kita hanya bisa menikmatinya saja, datangnya tiba-tiba seperti tsunami, wwuuuzzz……. cengiiirrr…. nangis nggugluk tersedu-sedu, setelah terdiam ditanya kenapa kau nangis…? gak tahu kenapa nangis yang jelas ba’dal after nangis pikiran ringan , enteng tak ada beban sampai-sampai badan terasa melayang, kenapa ???

Tangis itu ada 2 versi, yaitu tangis versi dunia dan tangis versi akherat bagian surga….

Tangis dunia adalah tangis yang bisa diukur dengan kebendaan atau dinilai dengan uang, contoh ; tangis karena kebakaran, rumahnya terbakar habis,  mereka menangis meraung-raung, apa yg ditangisi ? Rumah yang hilang terbakar maka nilai tangisnya seharga rumah tersebut.  Tangis karena sakit, kalau sakitnya hilang atau sembuh sudah gak nangis, maka tangisnya senilai harga obat…. contoh lainnya silahkan cari sendiri yang berhasbab… kausalitas.

Tangis akherat bagian surga adalah tangis tanpa sebab atas dasar perenungan yang dalam muncul dari hati karena menyebut nama besar-Nya.

Kisah nyata ; hari minggu tanggal 6 Januari 2013 saya mengikuti acara reuni SMA yang disebut Al de Nol kepanjangannya Alumni angkatan delapan eNol atau delapan puluh,   tentu meriah senang bahagia campur aduk rasa gado-gado serasa usia ABG anak baru gede begitu katanya….., sudah 33 tahun gak bertemu dengan sohib-sohib masa SMA, hari minggu tersebut hari terakhir, acara dimulai dari hari sabtu tanggal 5 januari 2013, malam minggu acara hura-huri…nyonya-nyanyi…wisss njiiiaan joozzz gandos kotos-kotos begitu istilah ABG nya.  Minggu pagi acara outbond versi seksi alias seket siji lima puluh satu tahun usia rata-rata kita semua, gerr…geerrran acaranya hla wong jadi iwak peyek semua, gak peduli sudah bercucu, sudah janda, sudah duda, maupun masih perawan tua maupun jejaka kempot…gak urus yang penting eeenjoyyy…. sungguh itulah suasana sorga yang gak kenal gibah bin ngrumpi… huuaaa…haaa…haa… huii…hii…hiii…. itu saja suasana gembira yang ada….

Tepat pukul 12 siang acara diakhiri dengan sambutan perpisahan dari ketua reuni cak Man yang aktivis siraja gaul dan kang Pram yang Profesor Doktor Guru Besar katanya walaupun tubuhnya tetap krempeng, terakhir mas Gatot yang pinter sejak lahir sekarang jadi direktur acara salah satu TV swasta nasional, ketiga pria idaman ini memang gacoan sejak SMA, saya gak nyangka penutupan Doa diserahkan kesaya…. hladalah griiaaagap…kuaaget tenan, bukan kaget suruh doa karena doa memang bagian kerjaan saya wong saya ini takmir masjid merangkap modin ahli mbagi ingkung ayam kalau selamatan dikampung… kaget karena pikiran saya masih melayang layang mengingat masa SMA, saya dulu sang biang kerok trouble maker sekarang berkumpul bersama kawan-kawan yang semuanya seksi bergaya cowboy ABG penuh riang tanpa beban….

Bismillahirohmannirrohim…. awal doa saya buka penuh keriangan menyelimuti hati maupun pikiran… bait doa kedua saya baca doa eyang Adam as atas pengakuan dosanya…. Robbana dolamna angfusana wa’ilam tahfirlana watarhamna lana kunnana minal dzolimin… ya Allah saya telah merusak diriku sendiri jika Engkau tidak maafkan dosa-dosaku maka aku masuk golongan yang merugi….   Bait doa ketiga saya bacakan doa pembersih hati…. Allahhum ati nafsi…., terdiiiaaam…sungguh keajaiban menyelimuti seluruh tubuh ini tenggorokan saya basah licin nikmat namun satu hurufpun gak bisa terucap lagi, nafas saya niiikmaat riingaaan namun tidak mampu membantu mengeluarkan ucapan, mata saya terasa beniiing cerah memandang semua keadaan disekelilingku bersih seperti transparan juga tak sanggup untuk membantu mengeluarkan ucapan, mata terasa berkaca-kaca mengeluarkan air dari dalam hati melewati mata….itulah yang namanya air mata surga tangis akherat pemadam api neraka, yaitu tangisan bahagia atas syukurku pada-Nya…..

Ya Allah, Kau yang bersifat  Wujud….. ada…..

Qidam…terdahulu……  Baqo’… kekal……

Mukhollafatuhu lil hawaditsi….. tidak serupa dengan mahluk-Nya…..

Qiyamuhu binafsihi…. berdiri dengan sendirinya…..

Wahdaniyah….esa…. Qudrat…kuasa…. Irodah… berkehendak…..

Ilmu….mengetahui….. Hayat….hidup…. Sama’….mendengar…..

Bashor…. melihat…. Kalam…. berkata-kata…. Qoodirun…. memiliki sifat Qudrat…

Muriidun…. memiliki sifat Irodah…. Aalimun…. yang mempunyai ilmu….

Hayyun…. yang hidup… Samii’un…yang mendengar….

Basiirun…. yang melihat….. Mutakallimun…. yang berkata-kata….

Subbechanallah hiwal hamdulillah hiwalla illa ha’illallh hu Allah hu Akbar…..

Tak sanggup lagi aku berdiri tersungkur sujud syukur karena Mu Ya Allah….

Itulah kawan tangis akherat bagian surga sesuai janji-Nya sebagai pemadam api neraka yang mendekati kita…. Maha Suci Allah sungguh benar firman-Mu….

“Bumi dan langit-Ku tidak bisa memuat Aku (Allah) dan yang bisa memuat Aku

adalah Kolbu hamba-Ku yang beriman…..”

Siang itu tangis kita adalah tangis Kolbu yang pas disemayami sang Kholiq Maha Pencipta, itu tidak bisa direncana karena bahagia yang datang dari Allah itu datang semau-Nya, bisa sebagai peringatan, bisa sebagai ampunan, yang tahu hanya Anda sendiri, apakah Anda suka berkata mubadzir ? itulah tangis peringatan, apakah Anda suka berkata baik ? itulah tangis ampuan…

Ayolah kawan kita rawat hati kita dengan kata-kata yang toyib baik, jauhkan kata maksiat yang tak ada gunanya agar Allah sudi mengisi Kolbu kita….lagi….

Selalu ingatlah kawan, usia kita adalah usia kematian… kewajiban kita adalah Watawa soubil haq…. saling mengingatkan untuk kebaikan….

Watawa sou bissober….. saling mengajak untuk berkelakuan sabar….

Jangan putuskan silaturohim yang berkah itu, Al de Nol …. ai lap yuuuu…..

Aaaaammiiiin……

Semoga Bermanfaat……….

Salam dari Surga………………

Image


14 responses to “AIR MATA AL DE NOL

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: