JALAN SURGA, JALAN DUNIA

Kemanapun Anda pergi pasti memerlukan peta. Tanpa peta, Anda akan tersesat. Pesawat terbang maupun pesawat telepon ada petanya. Jika pesawat terbang kehilangan peta maka akan salah arah dan celaka. Begitu juga dengan pesawat telepon, jika petanya yang berupa angka Anda salah memencetnya pasti akan salah sambung. Maka segeralah menentukan peta kehidupan Anda. Ke mana tujuannya? Mau ke surga atau neraka semua ada petanya. Kalau Anda sudah memilih, buatlah jalannya apakah mau dibuat jalan tol atau jalan tanah berkerikil yang penuh rintangan. Anda sendiri yang menentukan dan membangunnya. Tuhan Maha Pengasih dan Penyayang. Anda bebas menentukan mau membangun jalan ke surga maupun neraka Tuhan pasti akan berikan. Itulah bukti Tuhan Maha Pengasih. Kehidupan di dunia inilah waktu untuk membangun jalan ke surga maupun neraka. Membangun jalan ke surga tidak perlu modal. Cukup menyiapkan keyakinan (iman) bahwa ada kehidupan abadi setelah meninggalkan dunia yaitu kehidupan di akherat. Membangun jalan ke neraka siapkan modal kesombongan. Sifat sombong adalah sumber segala celaka. Dari sombong akan muncul karakter curang, bohong, gengsi, mencuri dan lain-lain. Kesombongan itulah modal utama untuk membangun jalan ke neraka.

Tuhan Maha Pengasih. Apapun keyakinan seseorang asal mau bekerja dan berencana pasti diberi. Apapun kemauan manusia pasti diberi. Mau bahagia atau celaka Tuhan memberikannya. Itulah bukti kemahaan-Nya. Janji Tuhan itu pasti. Dia berjanji, ”Aku turuti prasangka hamba-Ku kepada-Ku.” Maka orang yang optimis pada Tuhan pasti banyak mendapat keberuntungan. Begitu juga sebaliknya, orang yang pesimis pada Tuhan pasti selalu merugi dan sial dalam hidupnya.

Tuhan berfirman bahwa ”…Aku (Tuhan) bukanlah pemelihara dirimu.” (QS:Yunus.108).

Firman Tuhan tersebut merupakan bukti bahwa Tuhan Maha Pengasih. Dia tidak mau intervensi dalam menentukan kehidupan manusia. Karena Tuhan telah memberi peta kehidupan untuk semua hamba-Nya yaitu kitab suci.

Jadi Anda mau ke mana ?!

Mau ke surga seringlah membaca peta kehidupan (kitab suci).

Dalam peta kehidupan, setiap hari Anda membaca, ”Tunjukanlah kami jalan yang lurus, yaitu jalan orang-orang yang telah Engkau anugerahkan ni’mat kepada mereka, bukan jalan mereka yang Engkau murkai (QS:Al-Fatihah.6-7).” Apakah sebuah jaminan Anda akan selalu mendapatkan jalan yang lurus dan aman?  Belum tentu, selama Anda hanya membaca kitab suci namun tidak mengaplikasikannya pasti Anda tidak akan mendapatkan jalan lurus sesuai harapan Anda. Tuhan telah mengingatkan dalam firman-Nya, ”Dirikanlah doa (sholat)”, bukan ”Jalankanlah doa (sholat).” Mendirikan doa itu mengaplikasikan doa yang Anda ucapkan. Menjalankan doa itu Anda hanya mengucapkan doa namun tidak mengaplikasikannya sehingga Anda tidak akan mendapatkan jalan yang lurus sesuai dengan doa yang Anda ucapkan. Anda akan lebih kacau dalam kehidupan karena berdoa tanpa usaha (aplikasi) itu kemunafikan. Indah dalam ucapan, buruk dalam kelakuan (ahlaq). Padahal jalan ke surga bukan banyaknya ibadah tetapi kualitas ibadah dan akhlak yang baik. Nabi Muhammad bersabda, ”Aku diutus untuk menyempurnakan kemuliaan akhlak.” Tuhan pun berfirman, ”Aku tidak mengutusmu (wahai Muhammad) kecuali sebagai rahmat bagi alam semesta.” Maka jalan Anda di dunia menentukan jalan Anda di akherat. Jalan surga jalan dunia. Jalan neraka jalan dunia juga. Tentukan jalan Anda dengan peta yang pasti benar yaitu peta kitab suci dari-Nya.

Jalan surga jalan dunia… Kunci utama berakhlak baik yaitu mengawali setiap berusaha dengan doa. Berdoa pun ada caranya. Tuhan menerima doa seseorang sesuai dengan firman-Nya ; “Aku hanya menerima doa dari orang yang percaya (beriman) pada keagungan-Ku, tidak menyakiti makhluk-Ku, berhenti bermaksiat, selalu mengingat-Ku, serta mengasihi fakir, miskin, yatim, para janda dan orang yang ditimpa musibah”.

Jalan surga sudah terlihat dari dunia. Namun banyak yang tersesat karena tidak pernah membaca peta jalan menuju ke surga. Bisa membaca peta (kitab suci) namun tidak bisa mengaplikasikannya sehingga akan menghasilkan manusia yang rajin beribadah tetapi buruk ahlaknya. Begitu juga dengan yang tidak bisa membaca peta, baik ahlaknya tetapi buruk ibadahnya.

Mereka adalah dua tipe manusia yang buruk. Maka jauhilah mereka. Carilah lingkungan yang ibadah dan ahlaknya baik. Mereka itulah yang tahu jalan ke surga. Hidup di dunianya pasti bahagia, sejahtera, sederhana, rendah hati dan optimis. Segala kebaikan ada pada mereka. Mereka mengetahui dan meyakini jalan surga jalan dunia…

Semoga bermanfaat…

Salam dari Surga…..

 

Buku Jalan Surga Jalan Dunia


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: