HADIAH

 

 

 

Suatu kejadian yang tidak direncanakan tiba-tiba datang dan kejadian tersebut menyenangkan hati itulah hadiah, hari sabtu pagi tanggal 25 Maret 2012 saya mendapat hadiah dari Tuhan berupa pertemuan dengan sahabat lama yang tidak disangka-sangka apalagi direncanakan, pagi itu selesai solat subuh kegiatan rutin saya adalah olahraga dibelakang rumah mengolah rasa dan raga dengan gerakan pencak silat kuno yaitu syin lam bak semacam olah raga thai chi, tiba-tiba handphone dimeja berdering tanda ada sms masuk, selesai olahraga saya baca isi sms tersebut cukup mengejutkan, isinya sebagai berikut ; Assalammualaikum Warohmatullah…. malam ini saya diundang kemalang untuk ceramah pada “Majelis Pengajian Eksekutif Malang Raya” bisa kita ketemu setelah Maghrib, sekalian mengikuti pengajian.

 

Maha Kuasa Tuhan seru sekalian alam…., begitu saya berucap spontan, karena sms ini dari sahabat yang sudah bertahun-tahun tidak bertemu dan sekarang menjadi pejabat pusat berpangkat jendral, saya tidak kaget kepangkatannya jendral  tapi saya kaget sewaktu olahraga syin lam bak terbayang masa kecil saya selalu sama dia dan mengingat karir dia yang tidak masuk akal bagi manusia, sekolahnya PGA (Pendidikan Guru Agama) meneruskan di IAIN Surabaya, logikanya dia jadi guru agama, kok bisa sekarang jadi seorang Jendral yang terhormat berceramah agama, itulah kuasa Tuhan yang Maha segalanya jika berkehendak pasti terjadi. Saya yakin hadiah pangkat Jendral dari Tuhan penuh perjuangan yaitu ; ora et labora, berdoa dan usaha  dengan iman, sabar, ikhtiar dan tawakal.

 

Ahlak sahabat saya ini baik sekali dari kecil selalu menghormati dan suka membantu orang lain, tidak sombong, rendah hati, tidak pernah marah walupun dia bisa marah namun bisa mengendalikan kemarahannya, beribadahnya tekun,  sewaktu kecil setiap malam jumat saya dan dia mengayuh sepeda kepesantren yang jaraknya cukup jauh, sekitar jam dua pagi untuk mengikuti solat Tahajud (qiyamul lail) dipesantrennya Kyai Makhruf.

 

Pertemuan saya kemarin banyak bernostalgia masa kecil dan membahas hadiah dari Tuhan yang sesuai kesenangan masing-masing, dia dapat hadiah dari Tuhan berupa status kemulyaan yang bernama Jendral, saya dapat hadiah dari Tuhan berupa status kemulyaan sebagai pengusaha sesuai cita-cita saya dari kecil.

 

Mulya itu segalanya bagi orang beriman, karena dengan kemulyaan mudah untuk mendapatkan derajat kehidupan, Mulya itu atas dasar Ahlak (karakter) yang baik sedangkan derajat itu dasarnya kepandaian standartnya tahta (jabatan) dan harta, kemulyaan memudahkan untuk memperoleh derajat, sedangkan mendapat derajat tanpa kemulyaan akibatnya berkelakuan sombong, meniadakan keberadaan Tuhan dan menuhankan kepandaiannya, sebagai contoh adalah Karun orang terkaya sedunia pada jamannya, Karun selalu berkata ; “sesungguhnya aku hanya diberi harta itu, karena ilmu yang ada padaku” (QS.28:78).  Karun meniadakan Tuhan yang memberi kepandaian padanya, akibatnya Tuhan menyiksa Karun , firman Tuhan ; “Kami benamkanlah Karun beserta rumahnya kedalam bumi. Maka tidak ada baginya suatu golonganpun yang menolongnya terhadap azab Allah, dan tiadalah ia termasuk orang-orang yang dapat membela dirinya”  (QS.28:81) .

 

Kebiasaan mengulang-ulang kebaikan akan mendapat hadiah yang Mulya dari Tuhan, saya melihat sahabat saya yang menjadi Jendral ini tidak ada perubahan pola hidupnya, pola pikirnya yang bertambah luas sehingga selalu dibutuhkan masyarakat. Dalam ceramahnya malam itu yang sangat terkesan kata-kata darinya adalah ; “ Jaman sekarang dinegara kita ini adalah siapa yang pandai menghujat orang lain, dia akan dianggap hebat, jadi standart kehebatannya bisa menghujat dan merusak orang lain “   perkataan ini sangat dalam artinya dari seorang sufi yang jendral.

 

Saya mengartikan hujatan tersebut adalah fitnah , fitnah itu perbuatan keji dan mungkar, disabdakan oleh Rasulullah ; fitnah lebih kejam dari pembunuhan.

 

Marilah kita melatih diri untuk Mulya agar jauh dari penyebaran fitnah yang akan merusak kehidupan kita, kemulyaan dilatih dari berbuat baik sekecil apapun dan diulang-ulang sampai menjadi kebiasaan. 

 

Selamat berjuang merubah pola pikir yang baik demi mendapatkan hadiah Mulya dari Tuhan yang maha Kuasa dan Esa.

 

Semoga bermanfaat……

 

Salam dari Surga…..


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: