FITNAH

 

 

 

Manusia pada dasarnya adalah hewan yang berakal, jika akalnya hilang sifat hewannya yang akan keluar bahkan lebih buas dari hewan yang terbuas , sifat anjing, srigala maupun harimau lewaaaat….. manusia hilang akal lebih buas dari hewan-hewan tersebut, tidak akan terjadi harimau makan anaknya namun manusia bisa makan anaknya, srigala tidak akan membunuh sesama srigala namun manusia dengan mudahnya membunuh sesama manusia, anjing sering menjilat ludahnya yang sudah dikeluarkan manusiapun banyak yang demikian. Jika berjanji ingkar, jika bicara bohong, jika dipercaya berkhianat itulah sifat munafik manusia yang lebih jahat dari sifat hewan terbuas.  

Naluri hewan muncul pada manusia jika manusia menoleransi kebohongan, kecurangan, kesrakahan, egois maka tergerak otak manusia untuk berselisih dan berperang mempertahankan kemenangan karena keinginan menguasai tidak ingin berbagi itulah sifat serakah. Hewan buas membunuh mangsanya karena kebutuhan untuk makan, membunuh adalah sifat binatang buas untuk kelestarian hidupnya, itulah hukum Tuhan yang harus dijalankan untuk melestarikan kehidupannya. Diciptakan binatang buas diciptakan binatang lemah, yang lemah untuk dimangsa yang buas yang buas musnah dengan sendirinya, populasi yang lemah sangat cepat, populasi yang buas sangat lambat, sehingga populasi binatang lemah dan binatang buas seimbang itulah hukum Tuhan bukan hukum rimba yang selalu diucapkan manusia untuk alasan berbuat jahat ; yang kuat memakan yang lemah,  hukum rimba itu bahasa yang diciptaan preman (penjahat) untuk pembenaran kejahatannya. Tuhan menciptakan segalanya pasti ada manfaatnya, binatang buas adalah pemakan daging dan darah, binatang buas yang terkecil dan pembunuh manusia terbanyak adalah nyamuk, jutaan manusia telah dibunuh nyamuk dengan ijin Tuhan, harimau tidak sampai ratusan orang yang dibunuh namun manusia lebih takut pada harimau dari pada nyamuk, kenapa ?  itulah bukti manusia itu serakah, tamak, buas dan keji melibihi hewan, sering berpikir yang besar maunya selalu mendapatkan yang besar, namun tidak diimbangi dengan keahlian sehingga kecurangan, kebohongan dan penipuan yang dijalankan,  sudah langka berfikir dari yang kecil memikirkan yang kecil.

Pralambang harimau  dan nyamuk adalah nyata, manusia selalu menyepelekan yang kecil, mereka berpikir nyamuk ditepuk saja mati, harimau ditepuk pasti menggigit dan membunuh, tidak pernah berpikir harimau tinggalnya dihutan kita tidak akan bertemu kalau tidak masuk hutan, nyamuk tinggalnya serumah sama manusia, pembunuh berdarah dingin setelah menggigit menyebarkan penyakit pergi dengan santai tanpa ketakutan itulah nyamuk, sedangkan harimau membunuh manusia kalau dia diganggu.

Manusia  adalah hewan yang berakal setiap berbuat jahat,  akan mencari mangsa lain untuk berbuat lebih jahat lagi, hewan buas hanya membunuh saja manusia membunuh dan keji, apa bedanya membunuh dan keji ?

Hewan buas membunuh tidak ada rencana maupun dendam, membunuh karena kebutuhan atau diganggu, manusia membunuh atas dasar dendam terencana tersistem itulah yang namanya keji, tentu dosa besar dan Tuhan selalu mengingatkan dengan firman Nya ; fitnah itu lebih kejam dari pembunuhan. Kekejian tersebut bernama fitnah yang sangat kejam melebihi pembunuhan .

Manusia itu kanibal membunuh dan memakan sesama manusia hanya dengan kata-kata yang keluar dari mulutnya menyebar fitnah, sangat buas, kejam dan keji. Kekejian itu hanya ada pada manusia yang berakal panjang suka berangan-angan melanggar firman Tuhan ; janganlah kau berangan-angan panjang karena angan-angan panjang hanya milik setan. Pintar itu mendekati licik bodoh itu mendekati jujur, orang licik itu jahat pasti pintar karena kepintarannya mereka berangan-angan panjang sehingga menerjang peraturan Tuhan, orang bodoh  itu jujur karena keterbatasannya berpikir mereka memikirkan apa yang dikerjakan saja.

Bagaimana menjadi orang pintar yang jujur ?  

Yakinlah pada janji Tuhan, jalankan perintah Nya jauhi larangan Nya, kau diciptakan sebagai wakil Nya untuk mengelola dunia, bukan untuk merusak dunia. Tuhan menciptakan gunung emas manusia yang membuat perhiasan kalung, cincin, giwang emas, Tuhan yang mencitakan hutan belantara dengan pohon-pohon besarnya manusia yang membuat meja, kursi dan lemari. Tuhan yang mencitakan buah kopi dan daun teh, manusia yang membuat dan menyajikan minuman kopi dan teh. Tuhan yang menciptakan bumi manusia yang membuat jalan-jalannya, Tuhan yang mencitakan ikan tuna, manusia yang memasaknya.

Tuhan dan manusia sangat erat hubungannya, tujuan Tuhan menciptakan manusia untuk menyembah Nya (menjalankan perintah Nya menjauhi larangan Nya) perintah Tuhan pasti bermanfaat, manusia yang taat pasti tidak tersesat dan masuk golongan orang pintar yang jujur.

Mudah bukan !!  jadi orang pintar dan jujur !!

 

Semoga bermanfaat, selamat menjadi orang pintar yang jujur….. 

 

Salam dari Surga……


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: