MENJADI PENDENGAR YANG BAIK

Image

Orang yang pandai mendengar adalah orang yang pandai bicara. Orang yang tidak bisa mendengar adalah orang yang banyak bicara.

 

Orang yang pandai bicara sangat berbeda dengan orang yang banyak bicara. Orang yang pandai bicara pasti membicarakan tentang ilmu dan pengetahuan. Sedangkan orang yang banyak bicara biasanya banyak bohong seperti kata pepatah, “Air beriak tanda tak dalam”. Sedangkan orang yang pandai bicara seperti air tenang menghanyutkan.

 

Untuk menjadi pembicara yang pandai mulailah menjadi pendengar yang baik.

Kiat menjadi pendengar yang baik :

  1. Buang ego sok tahu
  2. Jangan reaktif
  3. Jangan berkomentar ketika orang lain berbicara
  4. Tanggapi lawan bicara dengan santai
  5. Dengarkan dengan sungguh-sungguh dan lihat kawan bicara anda
  6. Manggut-manggutlah kalau Anda setuju
  7. Jangan gelengkan kepala kalau tidak setuju
  8. Simpan dalam hati ketidak setujuan anda
  9. Setelah kawan bicara Anda puas berbicara, ajukan pertanyaan yang tidak Anda setujui
  10. Anda harus kritis jangan bertanya diluar topik pembicaraan

 

Seorang pendengar yang baik pasti pembicara yang baik. Pendengar yang baik perlu memiliki kesabaran. Pembicara yang baik juga perlu memiliki kesabaran. Masyarakat di jaman canggih seperti saat ini sangat kritis dan heterogen. Semua maunya didengar dan dituruti kemauannya. Untuk memuaskan masyarakat yang heterogen diperlukan kesabaran. Sumber kesabaran adalah pengetahuan. Kalau pengetahuan kita luas, kita bisa menampung pembicaraan dengan mudah. Kita juga bisa memberi pencerahan, motivasi dan solusi sesuai kebutuhan kawan bicara. Solusi itu sebenarnya bersumber dari orang yang berbicara dengan Anda itu sendiri. Kalau Anda bisa menjadi pendengar yang baik, Anda tinggal mengurai dan menyusun inti pembicaraan lalu menyimpulkan sebagai solusi.

Mudah bukan ? 

 

Ilustrasi :

Pada zaman kenabian Musa dengan umatnya yang pintar dan kritis namun suka usil, jahil dan kurang ajar, yang terkenal dengan bangsa Yahudi. Pada suatu saat ada kejadian pembunuhan namun tidak diketahui siapa oknum pembunuhnya, maka para umat menanyakan kepada nabi Musa. Jawaban nabi Musa atas dasar wahyu dari Tuhan bahwa untuk mengetahui siapa pembunuhnya, ditugaskan nabi Musa untuk menyampaikan ke umatnya agar mereka menyembelih sapi dan ekor sapi tersebut dipukulkan kemayat tersebut maka dengan kebesaran Tuhan mayat tersebut akan hidup sebentar dan memberitahukan siapa pembunuhnya. Dasar Umat Musa bangsa Yahudi yang jahil usil dan kurang ajar tersebut bertanya lagi kepada Musa, sapi yang warna apa ? Musa mendapat wahyu dari Tuhan yang kedua kali, sapi warna kuning keemasan. Sudah dapat jawaban bangsa Yahudi yang kurang ajar masih bertanya lagi kepada Musa, sapi usianya berapa ? Musa mendapat wahyu lagi yang ketiga, sapi usia 2 tahun.

Akhirnya umat Musa bangsa Yahudi tersebut kesulitan mencari sapi yang kriterianya cukup langka, jika bangsa Yahudi tersebut tidak banyak tanya dan pandai mendengar pastilah mereka dapat kemudahan yaitu hanya menyembelih sapi biasa yang ada dipasaran dipotong diambil ekornya dan dipukulkan ke mayat tersebut sudah selesai dan mendapat jawaban dari Tuhan, karena mereka tidak pandai mendengar banyak bicara banyak tanya yang tidak ada gunanya sehingga mereka mendapat kesulitan sendiri.

 

Kesimpulan dari ilustrasi tersebut ; pandailah mendengar dan segera laksanakan jangan bertanya-tanya terus padahal sudah jelas perintahnya, maka Anda akan terjebak dan mendapat kesulitan dari pertanyaan Anda sendiri yang sebetulnya sudah sangat jelas tinggal melaksanakan saja. Semua kesulitan, kecelakaan, kesialan dalam hidup itu sumbernya dari diri kita sendiri karena terlalu banyak bicara sehingga tidak bisa mendengarkan pesan baik kawan bicara.

Tuhan menciptakan dua mata, dua telinga, satu mulut itu pralambang bahwa pandailah mendengar (dua kali mendengar), pandailah melihat (dua kali melihat), dan cukup satu mulut atau sekali bicara saja, pasti efektif dalam komunikasi dan produktif dalam pergaulan.

 

Selamat mempraktekan langkah-langkah di atas untuk menjadi pendengar yang baik dengan modal kesabaran agar Anda selalu bermanfaat untuk masyarakat.

 

”Karena Allah mengetahui bahwa engkau mudah jemu, Dia membuat bermacam-macam cara taat untukmu. Karena Allah mengetahui bahwa engkau rakus, Dia membatasi ketaatan itu hanya pada waktu-waktu tertentu. Agar perhatianmu tertuju pada kesempurnaan shalat (doa), bukan pada adanya shalat. Karena tidak semua orang yang shalat dapat menyempurnakan shalatnya”

 

”Orang yang lalai memulai harinya dengan memikirkan, apa yang harus dia kerjakan. Sementara itu, orang berakal merenungkan, apa yang akan Tuhan lakukan terhadapnya”

 

”Dia memerintahkanmu di dunia ini untuk merenungkan ciptaan-Nya, dan di akherat Dia akan menyingkapkan untukmu kesempurnaan Dzat-Nya”

 

……… Aaaaamiiiiin ………

 

 

 

Semoga bermanfaat …..

Salam dari Surga ………..


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: