kisah Nabi : HAJAR DITINGGAL IBRAHIM

 Image

 

Hajar, Isma’il dan Ibrahim sukses pergi meninggalkan Sarah tanpa ijin alias minggat, Sarahpun tidak mencarinya karena kepergian Hajar memeng Sarah kehendaki, perginya Ibrahim tidak Sarah kehendaki maka Sarah kan berpesan pada Ibrahim ; bawalah pergi Hajar jauh dariku….. Sarah pun berpikir mas Ibrahim cuman ngantar Hajar saja pasti kembali dan minggatnya Hajar bukan merupakan kejutan bagi Sarah, bagi Sarah itu berkah karena gak marah-marah melulu karena cemburu.  Suuumpaah…. marah itu cuuaaapeek jelas hati dipenuhi anak setan yang namanya dzasim, konon kabarnya anak setan tersebut tugasnya menggaruk-garuk hati manusia agar bermusuhan dan terjadi perceraian, maka yang berkeluarga ingat kalau hati suueeebeel sama pasangannya wajib waspada itu tanda si-dzasim anak setan lagi berdisco ria dihati Anda agar buueenciii sama pasangan Anda sehingga terjadi perceraian dan bermusuhan, memutuskan silaturohim.

Kita tengok kebelakang….. perjalanan Ibrahim dari tanah kelahirannya sampai saat ini beliau dimana…?  Kita napaktilas dulu ya ? agar Anda lebih menjiwai untuk membaca kisah ini.

Ibrahim lahir di kota Ur al-Kaldaniyah selatan Irak dulu namanya kerajaan Babylon ibukota Kutsa suku bangsa Kaldan, Ibrahim dari Kutsa Babylon diusir raja Namrud hijrah menuju Harran wilayah Kudistan, di Harran mendapat hadiah budak bernama Hajar dari raja kerajaan Harran, kemudian meneruskan perjalanan ke Halab wilayah Syam diteruskan lagi ke Damaskus trus ke Kan’an sekarang Yerusalem, (ada 2 pendapat Ibrahim tinggal bersama Sarah dan Hajar sampai mempunyai anak Isma’il, menurut Syech Sami bin Abdullah al-Maghlouth, mereka tinggal di Kan’an-Yerusalem. Menurut Dr.Syauqi Abu Khalil mereka tinggal di Mesir) dalam artikel ini saya ambil pendapat Syech Sami bin Abdullah al-Maghlouth, menurut hemat saya kalau tinggal di Mesir kemudian Hijrah ke Mekah itu terlalu mutar rutenya, sedangkan kalau Yerusalem tinnggal lurus saja. Wallahu’aklam….

di Kan’an Hajar nikah dengan Ibrahim atas ide Sarah untuk mendapatkan keturunan, akhirnya Ibrahim mendapat keturunan dari Hajar yaitu Isma’il.

Setelah lahirnya Isma’il kecemburuan Sarah luar biasa terhadap Hajar, kemudian Sarah minta agar Ibrahim membawa Hajar pergi sehingga wajahnya Hajar tidak terlihat oleh Sarah.

Kemanakah Ibrahim membawa pergi Hajar ?  oke…kita ikutin perjalanan minggat beliau….

Panasnya matahari gurun pasir yang menyengat siang itu dirasa sejuk oleh rombongan Ibrahim, serasa dipuncak, di Kaliurang, di Batu Malang silahkan pembaca pilih suasana sejuk yang dekat dengan tempat tinggal Anda… wajah Hajar senyam-senyum bahagia karena sudah jauh dari rivalnya, Ibrahim pun nampak bahagia ceria sebentar-sebentar melihat Isma’il anak semata wayangnya sambil ngudang (gurau dengan bayi)  ciluuuk….baaaa…. hee…hee…. Ibrahim tertawa senang menggoda bayi Ismail, walaupun Ismail tidak merespon gurauan bapaknya, namun Ibrahim tetap semangat menggoda anaknya dan terkekeh-kekeh tertawa ria….

Hajar bertanya kepada Ibrahim ; ….mas Him kita tujuannya kemana ? kok suasana jalan yang kita lalui seperti tidak ada kehidupan, sejak dua hari ini kita tidak lewat perkampungan, satu gelintir mahlukpun gak kita temui, yang ada hanya burung pemakan bangkai yang terbang diatas kita, apakah ini pertanda kita mau jadi bangkai, saya tetap bahagia dan tidak ada rasa takut sedikitpun untuk menjadi bangkai jika kita membangkai berdua… sruupuut… Hajar mencium pipi suaminya yang penuh debu sambil senyum sangaaat bahagia…..

Jawab Ibrahim ; …haaa…haaa… sampean itu ada aja dik Jar…kalau kita bahasanya wafat jangan bangkai lah yaooouuw, kalau bangkai itu kan untuk hewan, kalau kita manusia bahasanya wafat bukan membangkai….

Hajar berkata pada Ibrahim ; ….mas Him, kalau sudah wafat tubuh kita jadi apa ?

Jawab Ibrahim ; ….Jadi bangkai…!!!

Hajar menjawab sambil tertawa geli ; …..heee…heeee…. mau wafat, mau mati, mau modaarrr…. akhirnya jadi bangkai juga kan ? kata mas Him ngajari saya janganlah kau manjakan tubuhmu ntar Ruh mu mati, tubuh akhirnya pasti jadi bangkai, semua yang bernyawa itu jadi bangkai… Ruh lah yang hidup abadi dan akan diadili diakherat nanti…. jadi kita mau ngatakan bangkai, mati, modaaarrr, wafat, kan gak masalahkan ?!

Ibrahim menjelaskan ; ….iya…gak masalah, tapi ini masalah etika…jad…

Hajar memotong pembicaraan Ibrahim ;…ya…ya…jadi kalau budak gak punya etika …Hajar sewot tersinggung karena ingat Sarah mantan bossnya yang bicaranya beretika, namun kalau marah bahasa kampung budak dipakai semua… muka Hajar manyun manja, matanya tetap berbinar tanda tidak marah beneran, hanya minta tambahan volume manja dari Ibrahim dinaikan lagi…bibirnya nampak tambah hitam tebal mulutnya lebar… sexy… Rabbil  alamin.

Ibrahim tahu maunya Hajar untuk menaikkan volume memanjakannya, segera Ibrahim mengambil kormako permen seperti kopiko kalau dinegara kita, kormako diambil dari sakunya dibuka bungkusnya trus dijilat sedikit trus didulangkan dimasukan kemulut Hajar, jempol Ibrahim diusabkan kebibir tebalnya Hajar sambil mengatakan bibirmu sexy gak ada juragan yang memiliki bibir tebal hitam setebal bibirmu Hajar sayaaang…. ssseeerrrr….hati Hajar berdesis kerasss sekeras angin puyuh, mukanya berobah total, mulutnya tertawa lebar… huuaa….haa…haa….sampai permen kormakonya mau jatuh… muaanjaaa…. pool… Ibrahim memang oyeee… untuk urusan memanjakan istri-istrinya….

Ibrahim berkata ; …. betul… dik Jar, yang penting kan artinya..ya…!!

Hajar senyam-senyum manja serasa hanya dia milik Ibrahim… Alhamdulillah.

Tidak terasa hari sudah senja… perjalanan yang cukup jauh sekitar empat hari tiga malam mereka jalani dari Kan’an menuju Mekah, saat itu belum tahu kalau namanya Mekah hanya menuju daerah yang berada diantara dua gunung tinggi begitu petunjuk dari Tuhan.

Malam itu mereka sudah sampai tujuan ditengah dua gunung tinggi yaitu gunang Safa dan Marwa…. Ibrahim mendirikan tenda untuk tidur mereka….

Malam itu mereka tidur sangat lelap… kecapekan yang tidak dirasakan karena terbungkus oleh rasa bahagia cinta keluarga yang penuh iman pada-Nya.

“Bukan ketidak jelasan jalan yang dikhawatirkan dari dirimu..

Yang dikhawatirkan adalah menangnya hawa nafsu atas dirimu”

 

Tidak terasa sudah 33 hari mereka tinggal dilembah diantara dua gunung Safa-Marwa, hari-hari panas tidak terasa karena terbiasa, tepat dimalam hari  ke 33 Ibrahim mendapatkan wahyu dari Tuhan untuk meninggalkan Hajar dan Isma’il ditempat padang pasir yang sepiiii….lengang…. tanpa penduduk satu glintirpun…. selambatnya besuk siang Ibrahim harus meninggalkan istri dan anaknya untuk kembali ke istri pertamanya…. Sarah.!!!

Sesuai wahyu yang diterimanya siang itu Ibrahim berangkat meninggalkan Hajar tanpa memberitahukan terlebih dahulu kepada Hajar, karena sesuai wahyu meninggalkan tanpa pembicaraan…. saya yakin jika terjadi pembicaraan Ibrahim bisa lemah iman tidak mampu meninggalkan istri dan anaknya dipegunungan yang sangat panas dan sepi itu…

Dengan keberangkatan Ibrahim yang mendadak tanpa pesan tersebut, tentu mengagetkan Hajar… Hajar lari mengejar Ibrahim dan berkata ; kangmas “Ibrahim…. kemana engkau hendak pergi ?! apakah engkau akan meninggalkan kami dilembah yang tanpa penghuni…. tidak ada seorang manusia pun dan tidak ada makanan apapun ?!”

Hajar berulangkali mengatakannya, namun Ibrahim tidak menoleh sama sekali, hingga akhirnya Hajar bertanya kepada Ibrahim dengan kata-kata yang pelan karena kecapekan ; “apakah Allah yang menyuruhmu melakukan ini ?”

“Ya”  Jawab Ibrahim hanya satu kata “Ya”  tegas jelas kemudian diam menahan rasa sedih dihatinya meninggalkan istri dan anaknya.

Hajar pun ihlas ditinggalkan karena perintah Tuhan, Hajar mengatakan ; “Kalau begitu, aku tidak akan disia-siakan oleh Tuhan”  Kemudian Hajar pun kembali kelembah yang diapit gunung Safa-Marwa, tersebut…..

Ibrahim berjalan cepat meninggalkan lembah gunung Safa-Marwa tanpa menengok kebelakang, dia tahu kalau nengok kebelakang banyak setan perayu mengatas namakan ketidak tegaan meninggalkan istri dan anak sendirian ditengah padang pasir tanpa teman seorangpun….

Setelah jauh meninggalkan lembah Safa-Marwa, Hajar sudah tidak terlihat…. Ibrahim berbalik badan menghadap kelembah Safa-Marwa lalu mengucapkan doa seraya mengangkat kedua tangannya :

“Ya Rabb kami, sesungguhnya aku telah menempatkan sebagian keturunanku dilembah yang tidak mempunyai tanam-tanaman didekat rumah-Mu (Baitullah) yang dihormati.  

Ya Rabb kami, yang demikian itu agar mereka mendirikan shalat (doa).

Maka jadikanlah hati sebagian manusia cenderung kepada mereka dan berilah rizki kepada mereka dari buah-buahan, mudah-mudahan mereka bersyukur”  (QS.Ibrahim:37)

Aaaammiiiiiin……..

Semoga bermanfaat…..

Salam dari Sorga…………


6 responses to “kisah Nabi : HAJAR DITINGGAL IBRAHIM

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: